Buktikan Siapa Yang Hapal Alkitab, Satu Surat Saja Diluar Kepala !


Burung umumnya tidak dianggap hewan cerdas, sampai-sampai seseorang untuk merendahkan orang lain menyebutnya dengan "Otak Burung". Tetapi suatu hari, saya (Sahar El-Nadi) membaca sebuah ayat dari Quran yang melibatkan burung , yang membuat saya berhenti dan berpikir tentang makna dari sebuah ayat. Berikut adalah petikan ayat tersebut:




Kemudian rangkaian acara demi acara terus berlalu, dalam penyampaiannya Kepala SMAN Pintar mengatakan bahwa semenjak 3 tahun SMA ini berdiri hingga saat ini, banyak prestasi yang sudah diraihnya. Di tingkat kabupaten pada ajang olimpiade Sains, siswa/siswi SMAN Pintar berhasil merebut juara 1 pada tiap-tiap bidang study. Di tingkat Provinsi SMAN Pintar berhasil masuk 10 besar pada acara lomba kolaborasi puisi yang ditaja oleh SMAN Plus Riau dan menyisihkan sekolah lainya dari 27 SMA yang berpartisipasi pada acara teesebut. Selain itu SMAN Pintar kuansing juga selalu ikut lomba EDSA Olympiad yang ditaja oleh jurusan Bahasa Inggris FKIP UNRI. Dalam 3 tahun keikutsertaannya SMAN Pintar berhasil mengalahkan SMAN Plus Riau, namun selalu terkendala setiap berjumpa dengan SMA Cendana yang secara berturut-turut selalu menjadi juara. Prestasi lain yang diraih oleh SMAN Pintar adalah juara 1 lomba mendongeng dalam bahasa Jepang di UNRI dan tentunya keberhasilan siswi SMAN Pintar Kuansing menjadi juara dan mewakili Provinsi Riau dalam







Setiap orang telah menjumpai makhluk mungil yang disebut laba-laba berkali-kali dalam hidupnya, baik di rumah, di pedesaan, atau di kebun. Tapi, makhluk kecil ini hanya menarik perhatian serius segelintir orang saja, padahal ia adalah salah satu wujud kesempurnaan ciptaan Allah. Kita perlu mengamati laba-laba ini sedikit lebih dekat untuk melihat kesempurnaan ini.Benang yang Lebih Kuat dari Baja
Yang pertama kali terlintas dalam benak seseorang ketika berpikir tentang laba-laba adalah jaringnya. Ia merupakan keajaiban desain yang memiliki rancangan tersendiri, beserta perhitungan teknik yang menyertainya. Jika kita memperbesar laba-laba menjadi seukuran manusia, jaring yang dianyamnya akan memiliki tinggi sekitar seratus lima puluh meter. Ini sama tingginya dengan gedung pencakar langit berlantai lima puluh.
Andaikan laba-laba sedemikian besar sehingga mampu membuat jaring dengan lebar lima puluh meter, maka jaring ini akan mampu menghentikan pesawat jumbo jet. Jika demikian, bagaimana laba-laba mampu membuat jaring dengan sifat ini? Agar dapat melakukan hal ini, ia pertama kali harus menggambar rancangannya, persis seperti seorang arsitek. Sebab, struktur arsitektural dengan ukuran dan kekuatan seperti ini, mustahil dilakukan tanpa sebuah perancangan. Setelah rancangan dipersiapkan, laba-laba perlu menghitung seberapa besar beban-beban yang akan menempati posisi-posisi tertentu pada jaring, persis layaknya insinyur konstruksi. Jika tidak, jaring ini pasti akan runtuh.
Jika seseorang mengamati bagaimana laba-laba membangun jaringnya, akan ia temukan sebuah keajaiban yang nyata. Pertama-tama, laba-laba melempar benang yang dipintalnya ke udara, lalu aliran udara ini membawanya ke tempat tertentu di mana ia menempel. Lalu pekerjaan konstruksi dimulai. Perlu satu jam atau lebih untuk menganyam sebuah jaring.
Mulanya, laba-laba menarik benang jenis kuat dan tegang dari titik pusat ke arah luar guna mempersiapkan kerangka jaringnya. Ia lalu menggunakan benang jenis kendor dan lengket untuk membuat lingkaran dari a
rah luar ke dalam. Dan kini perangkap itu telah siap.
Benang yang digunakan laba-laba sama ajaibnya dengan jaring itu sendiri. Benang laba-laba lima kali lebih kuat dari serat baja dengan ketebalan yang sama. Ia memiliki gaya tegang seratus lima puluh ribu kilogram per meter persegi. Jika seutas tali berdiameter tiga puluh sentimeter terbuat dari benang laba-laba, maka ia akan mampu menahan berat seratus lima puluh mobil.
Ilmuwan menggunakan benang laba-laba sebagai model ketika membuat bahan yang dinamakan Kevlar, yakni bahan pembuatan jaket anti peluru. Peluru berkecepatan seratus lima puluh meter per detik dapat merobek sebagian besar benda yang dikenainya, kecuali barang yang terbuat dari Kevlar. Tetapi, benang laba-laba sepuluh kali lebih kuat daripada kevlar. Benang ini juga lebih tipis dari rambut manusia, lebih ringan dari kapas, tapi lebih kuat dari baja, dan ia diakui sebagai bahan terkuat di dunia.
Baja termasuk material paling kuat yang tersedia bagi manusia yang diproduksi dengan sarana industri berat, menggunakan besi, dan dalam tungku bertemperatur ribuan derajat. Ia didesain khusus agar berdaya tahan tinggi, dan digunakan pada konstruksi lebar, bangunan tinggi, dan jembatan. Laba-laba menghasilkan material yang lima kali lebih kuat dari baja, padahal ia tak memiliki tungku pembakaran dan teknologi apapun. Ia adalah makhluk mungil yang tak mampu berpikir. Sungguh suatu keajaiban bahwa makhluk kecil ini mampu menghasilkan benang yang lebih kokoh dari baja, dan menggunakannya untuk membuat bangunan dengan cara yang sama seperti para arsitek dan insinyur.
Dinopsis: Sang Ahli Pembuat Perangkap
Orang umumnya berpikir bahwa laba-laba adalah makhluk yang menggunakan jaring untuk menangkap mangsa. Namun, spesies yang disebut Dinopis ini tidak menunggu mangsanya terperangkap dalam jaring, tapi ia membuat perangkap bergerak. Ia membuat benang khusus dengan membuat dua ratus gulungan per menitnya. Ia lalu merangkaikan benang-benang ini dengan mengikuti suatu pola yang cerdas. Dengan cara ini, sebuah perangkap mematikan pun kini telah siap.
Ia menunggu di tempat yang sering dilalui serangga untuk menyergapnya. Matanya yang tajam mampu melihat gerakan paling lemah sekalipun. Ia lalu membungkus mangsanya dalam jerat khusus. Laba-laba menangkap lebih dari satu mangsa dalam semalam, dan menganyam jaring yang berbeda untuk setiap mangsa. Jaring ini sungguh merupakan keajaiban desain. Mangsa yang tertangkap tidak berkesempatan untuk lolos.
Laba-laba Dinopsis yang baru lahir telah mampu menganyam jaring mungil. Bayi laba-laba ini sudah menjadi insinyur semenjak ia lahir ke dunia. Kehadiran sejumlah laba-laba muda di tempat sempit dapat menimbulkan sedikit masalah, namun pada akhirnya, segalanya mulai membaik. Bayi laba-laba ini akan segera meninggalkan induk mereka untuk membangun sarang mereka sendiri.
Bolas: Sang Ahli Kimia
Metode berburu Bolas adalah satu lagi keajaiban penciptaan. Laba-laba ini menggunakan metode yang unik untuk menarik perhatian mangsanya, yakni ngengat jantan. Ia pun membuat benang yang lebih kuat dari baja dalam tubuhnya. Benang ini terbungkus oleh butiran-butiran lengket.
Ia mengulurkan benangnya dari sebuah pohon layaknya tangkai pancing, melemparkan tali pancing lalu menunggu dengan sabar, persis seperti pemancing. Laba-laba ini memiliki tipuan cerdik untuk menarik perhatian mangsanya. Ngengat betina mengeluarkan hormon feromon untuk menarik ngengat jantan kepadanya. Laba-laba meniru memproduksi aroma ini dan meletakkannya di bagian ujung perangkap.
Ngengat jantan tergoda mendekati perangkap tersebut. Ketika ngengat mendekat, laba-laba segera menggerakkan benang layaknya sebuah jerat. Dengan rangcangan perangkap ini, ia berhasil menangkap mangsanya.
Feromon memiliki formula kimia yang khas, dan hanya ditemukan pada ngengat betina. Kita harus melewati serangkaian tahapan percobaan dalam laboratorium kimia modern jika ingin membuat bahan kimia yang sama.
Jika kita beranggapan bahwa laba-laba menggunakan kecerdasannya sendiri untuk membuat hormon ini, maka ia harus mengikuti tahapan yang sama. Pertama, ia harus mendapatkan ngengat betina dan belajar bagaimana sang betina ini menarik perhatian ngengat jantan. Lalu ia harus mengambil sampel feromon dari ngengat betina. Ia harus mempelajarinya, dan melakukan berbagai uji laboratorium terhadap formula kimia yang ia temukan. Kemudian ia harus melekatkan zat kimia yang dibuatnya pada ujung tali jeratnya. Namun, laba-laba mungil ini tidak memiliki kecerdasan untuk melakukan pekerjaan seperti ini, apalagi keahlian dan laboratorium kimia.
Jadi, bagaimana laba-laba ini mampu meniru membuat feromon, layaknya seorang ahli kimia? Bagaimana ia berpikir untuk menempelkannya diujung benangnya? Pertanyaan-pertanyaan ini menghantarkan kita pada kebenaran yang nyata. Zat kimia feromon, ngengat betina yang memproduksinya dan laba-laba yang menggunakannya untuk berburu, kesemuanya diciptakan oleh Allah. Contoh ini, sekali lagi menunjukkan kesempurnaan ciptaan Allah, Penguasa seluruh alam, dan semua makhluk hidup di dalamnya.
Laba-laba muda Bolas telah mampu membuat tali jeratnya yang pertama kali. Laba-laba ini bahkan lebih kecil dari ujung jari Anda, dan jeratnya lebih kecil dari kepala jarum.
Trapdoor: Si Ahli Pembuat Sensor
Satu spesies lain yang menggunakan teknik sangat cerdas untuk menangkap mangsanya adalah Trapdoor. Berbeda dengan laba-laba lain yang menggunakan jaring, spesies ini menyerang dari dalam tanah. Mula-mula ia menggali liang dalam tanah, kemudian membuat penutup melingkar untuk sarangnya dengan menggunakan benang dan tanah. Ia menempelkan salah satu tepi penutup ini ke tanah seperti engsel. Ia merentangkan benang-benang ke arah luar dari sarangnya, lalu menyamarkan benang dan pintu masuk ke sarang dengan tanah atau dedaunan. Sistem ini menjadikannya mampu merasakan getaran paling lemah di luar sarangnya, dan langsung menyergap sumber getaran tersebut.
Perangkap yang telah selesai dibuat, dan telah siap digunakan, sama sekali tersamarkan. Dengan demikian, serangga yang mendekatinya tidak merasa curiga, hingga akhirnya ia menjadi mangsa bagi laba-laba. Tapi, bagaimana laba-laba yang tak mampu berpikir dan bernalar, memiliki ide untuk membuat perangkap, dan kemudian menempatkan sensor sensitif di bagian luarnya. Siapakah yang mengajarinya menyembunyikan sarang dengan menyamarkannya seperti bunga di atas tanah? Dan yang lebih menarik lagi adalah kenyataan bahwa setiap laba-laba yang lahir mengetahui teknik berburu dari jenisnya.
Tak diragukan lagi, ini adalah bukti bahwa laba-laba diberi ilham agar dapat membuat jaring dan membangun perangkap. Dialah Allah, Tuhan Seluruh Alam, yang menciptakan makhluk-makhluk ini dengan perilaku mereka yang mengagumkan, dan mengilhami mereka tentang apa yang mereka kerjakan.
source :
Wooww... Apa yang terjadi ? apakah penulis salah? tapi dengan tegas saya nyatakan bahwa negara itulah sebagai negara terkaya di dunia. tapi bukankah negara itu sedang dalam kondisi terpuruk ? hutang dimana-mana, kemiskinan, korupsi yang meraja lela, kondisi moral bangsa yang kian menurun serta masalah-masalah lain yang sedang menyelimuti negara itu.
Apa saja kandungan yang di tambang di Freeport ? ketika pertambangan ini dibuka hingga sekarang, pertambangan ini telah mengasilkan 7,3 JUTA ons tembaga dan 724,7 JUTA ons emas. Yang mau bantu menghitung nilai tersebut persilahkan ! hitunglah sendiri dan anda akan tercengang dengan nilainya.

Dikelilingi dua samudra, yaitu Pasific dan Hindia hingga tidak heran memiliki jutaan spesies ikan yang tidak dimiliki negara lain. Saking kaya-nya laut negara ini sampai-sampai negara lain pun ikut memanen ikan di lautan negara ini.
Dengan jumlah penduduk segitu harusnya banyak orang-orang pintar yang telah dihasilkan negara ini, tapi pemerintah menelantarkan mereka-mereka. Sebagai sifat manusia yang ingin bertahan hidup tentu saja mereka ingin di hargai. jalan lainya adalah keluar dari negara ini dan memilih membela negara lain yang bisa menganggap mereka dengan nilai yang pantas.
Karena memiliki banyak gunung berapi yang aktif menjadikan tanah di negara ini sangat subur terlebih lagi negara ini dilintasi garis katulistiwa yang banyak terdapat sinar matahari dan hujan. Jika dibandingkan dengan negara-negara timur tengah yang memiliki minyak yang sangat melimpah negara ini tentu saja jauh lebih kaya. Coba kita semua bayangkan karena hasil mineral itu tak bisa diperbaharui dengan cepat. dan ketika seluruh minyak mereka telah habis maka mereka akan menjadi negara yang miskin karena mereka tidak memiliki tanah sesubur negara ini yang bisa ditanami apapun juga. bahkan tongkat kayu dan batu jadi tanaman.






Hukum
rintahan di suatu negara. Pemerintah harus memberikan kesempatan dan jaminan kepada rakyatnya agar mereka mau mengeluarkan pendapat dengan jaminan kebebasan, tidak seperti pada pemerintahan orde baru. Rakyat tidak boleh terlalu aktif berbicara mengenai pemerintahan, asal bicara akan mendapatkan balasan dari pemerintah. banyak dari tokoh politik bangsa ini yang hilang tanpa bekas pada zaman orde baru karena mereka mengkritisi pemerintah waktu itu. Oleh karena itu, pemerintah harus memberikan jaminan kebebasan untuk berpendapat sebagaimana tertera dalam UUD 1945 yang dijabarkan dengan pasal-pasal dan ayat-ayat.
Efektif dan efisienkah pembangunan gedung DPR ini ????Allah SWT berfirman yang artinya,
"Sesungguhnya telah
kafirlah orang-orang yang berkata: 'Sesungguhnya Allah itu ialah al-Masih putra Maryam', padahal al-Masih sendiri berkata: 'Hai Bani Israil sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu'. Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka Allah telah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya adalah di neraka. Dan tidaklah ada bagi orang-orang yang zalim itu seorang penolong pun. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: 'Sesungguhnya Allah adalah salah satu dari yang tiga', padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang Haq untuk disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pastilah orang-orang kafir dari mereka akan ditimpa azab yang pedih. Maka mengapa mereka tidak mau bertaubat kepada Allah dan memohon ampunan kepada-Nya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Tidaklah al-Masih putra Maryam itu melainkan hanya seorang rasul yang telah berlalu beberapa rasul sebelumnya, dan ibunya adalah seorang yang benar, kedua-dua biasa memakan makanan. Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (Ahlul Kitab) tanda-tanda (keesaan Allah), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari ayat-ayat Kami dan kebenarannya)." (Al-Maaidah: 72-75).
Dalam beberapa ayat ini Allah menjelaskan dan menyatakan dengan tegas bahwa orang yang mengatakan Allah itu Isa al-Masih bin Maryam adalah kafir. Padahal, jelas-jelas Isa al-Masih sendiri telah menyeru kepada kaumnya, yaitu Bani Israil, yang memang ia diutus oleh Allah kepada mereka, agar mereka menyembah Allah, Tuhannya Isa dan Tuhan mereka. Allah tidak memaksakan seseorang untuk menyembah-Nya walaupun Dia kuasa melakukan itu, karena Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Namun, manusia disuruh-Nya menggunakan akalnya agar berpikir, apakah masuk akal mempertuhankan seseorang yang bukan Tuhan, bahkan ia sendiri menyeru umatnya untuk menyembah Tuhannya yang ia sembah, bukan menyembah dirinya.
Kekufuran mereka yang mengatakan bahwa Allah itu salah satu dari tiga Tuhan semakin Allah tegaskan dengan ayat kedua. Dengan sangat gamblang Alquran menyatakan bahwa yang sebenarnya Tuhan yang Haq untuk disembah itu hanyalah satu, tak bersekutu, yaitu Allah Subhaanahu wa Ta'ala. Bahkan, selanjutnya Allah menerangkan apa yang akan menjadi balasan bagi mereka yang berkata atau meyakini yang demikian. Balasan mereka adalah diharamkannya surga bagi mereka dan mereka ditempatkan di neraka, dan tidak akan ada seorang penolong pun bagi mereka dari siksaan Allah yang sangat pedih.
Maka, adalah sangat mengherankan jika mereka tidak mau bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya serta kembali kepada ajaran yang benar, yaitu menyembah Allah semata, Tuhannya Isa al-Masih bin Maryam, Tuhannya sekalian manusia, Tuhan semesta alam. Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah Maha Pengampun bagi dosa-dosa mereka, lagi Maha Penyayang terhadap mereka jika mereka bertaubat dan memohon ampunan? Namun, enggan dan malu mengakui kesalahan biasanya sering menjadi penghalang bagi seseorang untuk kembali ke jalan yang benar, kecuali orang-orang yang sadar dan mendapat petunjuk Allah.
Kemudian Allah memaparkan sebuah logika yang dapat dicerna siapa pun, yaitu bahwa Isa itu hanyalah seorang rasul dari sekian rasul yang telah Allah utus sebelum Isa, dan dia beserta ibunya, Maryam, hanyalah manusia yang biasa dan butuh makan. Tuhan tidaklah butuh makan, Tuhan yang berhak disembah itu adalah Sang Maha Sempurna, dan di antara kesempurnaannya itu adalah Dia tidak butuh apa-apa, termasuk makan. Di antara kesempurnaan-Nya adalah Dia mampu mengampuni dosa hambanya sebesar apa pun jika Dia kehendaki. Adalah tidak masuk akal apabila Tuhan harus menyalib diri demi mengampuni manusia. Bukankah hal yang demikian menunjukkan kelemahan? Padahal, Tuhan itu Maha Kuat dan Maha Kuasa. Tidakkah orang-orang itu berpikir dengan benar? Apakah hati mereka telah tertutup?
Hal ini semakin dipertegas dengan menyebut "bin Maryam" sesudah nama Isa al-Masih. Ini merupakan bantahan yang nyata bagi orang yang mengatakan bahwa al-Masih itu anak Tuhan. Sebenarnya penciptaan Isa tanpa bapak itu adalah salah satu tanda kekuasaan Allah atas segala sesuatu.
Nah, jika sudah demikian gamblang Allah menerangkan kebenaran-Nya dengan mengajak mereka berpikir dengan logika yang benar, namun masih saja mereka tersesat dan berpaling dari kebenaran itu, maka neraka Jahannam adalah balasan yang pantas bagi mereka.
Tak kalah pentingnya adalah bahwa pernyataan Allah ini merupakan bantahan tegas bagi pendapat yang mengatakan bahwa semua agama itu sama, bagi pendapat bahwa Islam itu artinya berserah diri, sehingga siapa pun yang berserah diri maka ia telah Islam. Sungguh, pendapat demikian adalah suatu kesesatan yang nyata. Adalah suatu hal yang tak masuk akal bahwa orang yang menyembah Allah Tuhan semesta alam sama dengan orang yang menyembah salah satu ciptaan Allah, seperti Isa bin Maryam, batu, sapi, matahari, api atau yang lainnya. Apakah mungkin ajaran yang bertentangan dikatakan sama? Di mana akal sehat kita? Adalah suatu kebatilan bahwa seseorang sudah menjadi Islam dengan hanya berserah diri. Definisi Islam haruslah kita sesuaikan dengan definisi dari Allah dan Rasul-Nya. Bukankah Allah telah menerangkan bahwa orang mu'min itu adalah orang yang beriman kepada-Nya serta rukun-rukun iman yang lain. Bukankah Islam seseorang itu harus dengan menyatakan syahadah (kesaksian) bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, kemudian ditindaklanjuti dengan menegakkan rukun-rukun Islam yang lain, sebagaimana diterangkan dalam hadis Jibril. Adakah orang-orang kafir, selain Islam itu, berbuat demikian? Sekali-kali tidak.
Demikianlah beberapa hal singkat yang dapat kita jadikan landasan berpikir yang benar tentang ketuhanan. Semoga Allah memberi kita manfaatnya di dunia dan akhirat. Wallahu a'alam.
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
![]() |
| Ilustrasi Yong Dolah |



