Pejabat Gedung Putih Ingin Lengserkan Obama





Inilah sma impian kita, yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Jujur, pada awalnya saya tak pernah membayangkan akan sekolah disini, karena aku sudah membeli formulir di sma lain. Namun tuhan telah gariskan kehidupanku,kamu dan kita jauh sebelum kita lahir di dunia ini. Di tempat inilah kisah itu dimulai. Sebuah tempat yang pada awalnya banyak ditumbuhi semak belukar, rawa dan binatang entah apa jenisnya, yang pada akhirnya menjadi sebuah desa persinggahan yang memberi makna dalam hidupku, kamu dan kita semuanya.
Tak terbayangkan sebelumnya tentang kehidupan nan rukun, tentram dan agamis dalam sekolah yang baru berdiri, namun kita memberi bukti bahwa itu semua dapat diwujudkan dengan kesabaran, pengertian dan kasih sayang yang besar. Terima kasih Tuhan, engkau telah mengumpulkan kami dalam satu sekolah dan di dalam satu ikatan persaudaraan yang begitu erat. Terima kasih bapak Bupati dan Pemerintah daerah kabupaten Kuantan Singingi yang telah mendirikan sekolah ini, sehingga bisa memajukan pendidikan di negeri kita tercinta.



dari bawah kiri Bu Ira, Bu Aan (telematika bidangnya), Bu Eri, Pak Feri, Pak Suhelmon, Bu Liza, Bu Mulkis, Bu Tri, Bu HelenMerekalah para pahlawan kita. Yang tiada lelah, yang tiada letih, yang tiada putus asa dalam membimbing kita, mendidik kita, mendewasakan kita, dan memberi kita kasih sayang dalam waktu 3 tahun bersamanya.
Pernahkah kawan-kawan membayangkan betapa lelahnya guru kita mengajar dari pagi hingga petang ?
Pernahkah kita membayangkan betapa lelahnya mereka dalam mengurus keperluan sehari-hari kita di asrama ?
Pernahkah kita membayangkan betapa semangatnya mereka dalam memberi dan mengajarkan ilmu kepada kita ?
Pernahkah kita membayangkan betapa khawatirnya mereka ketika kita sakit di asrama ?
Pernahkah kita membayangkan betapa ikhlasnya mereka dalam mencetak generasi muda yang berakhlakul karimah ??
Kita hanya mengeluh tentang kesulitan hidup yang kita rasakan.
Sulit memang, tapi hilang karena kasih sayang. Itu lah mereka, guruku, kamu dan kita semuanya. Merekalah pahlawan yang memberi jasa walaupun tanpa tanda di dada. Terima kasih guru, semua tentangmu takkan hilang dalam ingatan ini.
Dari : Sang Perintis



