KBC Blogger Bertuah Logo Blogger Indonesia

Negeri Ini Tidak Bertanya Darah Siapa yang Mengalir Ditubuhmu

Apakah negeri ini mempertanyakan darah siapa yang mengalir dalam dirimu, dalam tubuhmu, dalam urat nadimu? Sedikitpun tidak. Negeri ini hanya mempertanyakan apa yang mampu kau perbuat untuk membawa kemakmuran dan kejayaan bagi bangsamu. 

Bagi tanah yang tengah kau injak, langit yang kau junjung yang di dalamamnya kau tengah mengais rezeki. Yang akan berguna bagi orang di sekitarmu. Bagi masyarakat yang lebih luas dari sekedar orang – orang di sekitarmu. Apakah penting bila, darah yang mengalir dalam dirimu adalah darah orang hebat di negeri ini sekalipun? Tidak. Karena yang hebat bukan dirimu. Yang hebat adalah orang tuamu, kakek nenekmu, leluhurmu. Namun yang terjadi atau kau lakukan justru hanya mempermalukan nama leluhurmu. 

Bila yang engkau lakukan hanya berandai - andai tanpa beranjak sedikitpun untuk bergerak dan bergerak. Ya, bergerak meski hanya sedikit untuk turut mengubah bangsa ini menjadi lebih baik. Negeri ini sama sekali tidak membutuhkan tambahan nama leluhurmu dibelakang namamu. Terlebih bila itu hanya buat rasa bangga yang semu buatmu. Engkau boleh bangga bahwa darah yang mengalir dalam tubuhmu adalah darah seorang raja sekalipun. Namun ingat, itu bukan jaminan bahwa dirimu akan sehebat leluhurmu. 

Namun, ini bukan harga mati. Banyak kemungkinan yang bisa terjadi dan kita bisa belajar dari semua itu. Satu hal yang juga perlu untuk diingat, leluhur bukan hanya orang yang mengalirkan darah dalam tubuhmu. Semua pendahulu adalah leluhur. Baik atau buruk leluhur adalah bagaimana kita mampu memendam segala keburukan untuk tidak di ulangi lagi dan memikul segala kebaikan atau jasa yang telah dilakukan. Ketika mereka yang merasa keturunan orang besar di negeri ini berlomba – lomba meraih posisi puncak yang sebenarnya bukan; berlomba – lomba menempelkan atau mencantumkan nama besar leluhurnya di masa lalu; seolah mereka adalah pewaris sah negeri ini namun sejatinya mereka hanya orang yang mabuk. Merasa seolah mereka punya kapabilitas dan kapasitas untuk mewarisi apa yang leluhur mereka telah capai. Itu tidak salah, tetapi menjadi salah ketika anggapan – anggapan semu itu dijadikan pengokoh untuk meraih kekuasan yang semu. Leluhur telah mencondro bahwa negeri ini tidak akan diwariskan. 

Negeri ini akan dipimpin oleh mereka yang mengerti dan memahami. Mereka yang mengerti dan memahami itu adalah anda. Anda yang memahami tentang arti sebuah kepemimpinan. Mengerti dan memahami arti sebuah BANGSA.  Negeri ini butuh anda untuk mengembalikan identitas dan jati dirinya sebagai sebuah bangsa.    

Tawangmangu, Mei 2011
Oleh: Bimo Aji Sudarsono ( Balai Pengkajian dan Pelestarian Adat Kuansing )

Beberapa Istilah Dalam Bola Basket



VIOLATION (PELANGGARAN) 

1. Travelling adalah pelanggaran karena    membawa bola tidak di dribble,lebih dari 2 langkah.
2. Illegal dribble adalah pelanggaran yang dilakukan karena menghentikan bola sesaat disalah satu tangan atau kedua tangan kemudian mendribbelnya kembali.
3. Crraying the ball adalah kesalahan yang dilakukan karena mendribble dengan memutar bola.
4. 3 second adalah pelanggaran yang diberikan apabila seorang pemain berada di area tembakan bebas (key area) selama 3 detik.
5. 5 second adalah pelanggaran yang diberikan kepada seorang pemain karena menahan bola selama 5 detik tanpa ada usaha untuk passing ataupun dribble.
6. 8 second adalah pelanggaran yang diberikan kepada tim karena selama 8 detik bola tidak melewati garis tengah(tidak berpindah dari wilayah sendiri).
7. 24 second adalah pelanggaran yang dilakukan sebuah tim yang menguasai bola selama 24 detik tidak ada usaha memasukkan bola ke ring lawan.
8. Back court adalah pelanggaran karena pemain yang membawa bola kembali ke daerah  pertahanan setelah melewati garis tengah.
9. Deliberat foot ball
10. Out of ball

FOULT (KESALAHAN)

1. Illegal use hand adalah kesalahan yang  dilakukan pemain karena memukul salah satu anggota tubuh lawan.
2. Blocking adalah menghadang lawan dengan menghalangi pergerakan lawan.
3. Elbow adalah pelanggaran yang dilakukan karena menyikut lawan.
4. Holding adalah menarik lawan dengan maksud menguasai bola dari lawan.
5. Pushing adalah mendorong lawan dengan maksud merebut bola atau mencederai dari lawan.
6. Charging adalah kesalahan yang dilakukan karena menabrak lawan yang sudah menepati posisinya.
7. Double foult adalah situasi dimana dua pemain yang berlawanan saling melakukan kesalahan perorangan satu sama lainnya pada waktu bersamaan.
8. Technical foul adalah kesalahan yang dilakukan tanpa persinggungan seorang pemain atas suatu prilaku yang dalam batas kewajaran,tetapi tidak dibatasi untuk:
    >mengabaikan perintah wasit
    >menyentuh wasit
    >berkomunikasi dengan wasit
    >menggunakan bahasa atau isyarat menantang atau menghasud penonton
    >pura-pura menjatuhkan diri untuk mendapatkan kesalahan
9. Unspertman like foul adalah kesalahan perorangan seorang pemain dimana dalam penilaian wasit bukan merupakan suatu usaha yang dibenarkan untuk memainkan bola secara langsung di dalam semangat dan maksud dari peraturan.
10.Disqualifying foul adalah tindakan unsperman like yang menyolok dari seorang pemain,pemain pengganti,pemain yang sudah dilarang masuk,pelatih,asisten pelatih atau pengikut regu.      


Renungan Fadhilah Membaca Al-Quran Meski Tidak Mengerti Artinya


Seorang muslim tua Amerika tinggal di sebuah perkebunan/area di sebelah timur Pegunungan Kentucky bersama cucu laki-lakinya. Setiap pagi Sang kakek bangun pagi dan duduk dekat perapian membaca Al-qur’an. Sang cucu ingin menjadi seperti kakeknya dan mencoba menirunya seperti yang disaksikannya setiap hari.
 
Suatu hari ia bertanya pada kakeknya : “ Kakek, aku coba membaca Al-Qur’an sepertimu tapi aku tak bisa memahaminya, dan walaupun ada sedikit yang aku pahami segera aku lupa begitu aku selesai membaca dan menutupnya. Jadi apa gunanya membaca Al-quran jika tak memahami artinya ?

Sang kakek dengan tenang sambil meletakkan batu-batu di perapian, memjawab pertanyaan sang cucu : “Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai, dan bawakan aku kembali dengan sekeranjang air.”

Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya, tetapi semua air yang dibawa habis sebelum dia sampai di rumah. Kakeknya tertawa dan berkata, “Kamu harus berusaha lebih cepat lain kali “.

Kakek itu meminta cucunya untuk kembali ke sungai bersama keranjangnya untuk mencoba lagi. Kali ini anak itu berlari lebih cepat, tapi lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum sampai di rumah. Dengan terengah-engah dia mengatakan kepada kakeknya, tidak mungkin membawa sekeranjang air menggunakan keranjang batu ini, lalu diapun pergi mencari sebuah ember untuk mengganti keranjangnya.

Kakeknya mengatakan : ”Aku tidak ingin seember air, aku ingin sekeranjang air. Kamu harus mencoba lagi lebih keras. ” dan dia pergi ke luar untuk menyaksikan cucunya mencoba lagi. Pada saat itu, anak itu tahu bahwa hal ini tidak mungkin, tapi dia ingin menunjukkan kepada kakeknya bahwa meskipun dia berlari secepat mungkin, air tetap akan habis sebelum sampai di rumah.

Anak itu kembali mengambil/ mencelupkan keranjangnya ke sungai dan kemudian berusaha berlari secepat mungkin, tapi ketika sampai di depan kakeknya, keranjang itu kosong lagi. Dengan terengah-engah, ia berkata : ”Kakek, ini tidak ada gunanya. Sia-sia saja”.

Sang kakek menjawab : ”Nak, mengapa kamu berpikir ini tak ada gunanya?. Coba lihat dan perhatikan baik-baik keranjang itu .”

Anak itu memperhatikan keranjangnya dan baru ia menyadari bahwa keranjangnya nampak sangat berbeda. Keranjang itu telah berubah dari sebuah keranjang batu yang kotor, dan sekarang menjadi sebuah keranjang yang bersih, luar dan dalam.

”Cucuku, apa yang terjadi ketika kamu membaca Qur’an? Boleh jadi kamu tidak mengerti ataupun tak memahami sama sekali, tapi ketika kamu membacanya, tanpa kamu menyadari kamu akan berubah,…………………… luar dan dalam.

source : situslakalaka

4 Golongan Lelaki yang Dirugikan Wanita


Di akhirat nanti ada 4 golongan lelaki yang akan ditarik masuk ke neraka oleh wanita. Lelaki itu adalah mereka yang tidak memberikan hak kepada wanita dan tidak menjaga amanah itu. Mereka ialah:

1. Ayahnya

Apabila seseorang yang bergelar ayah tidak mempedulikan anak-anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar sholat,mengaji dan sebagainya Dia membiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup kalau dengan hanya memberi kemewahan dunia saja. Maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya. (p/s; Duhai lelaki yg bergelar ayah, bagaimanakah hal keadaan anak perempuanmu sekarang?. Adakah kau mengajarnya bersholat … ..menutup aurat?.. pengetahuan agama?.. Jika tidak cukup salah satunya, maka bersedialah untuk menjadi bahan bakar neraka jahannam.)

2. Suaminya

Apabila sang suami tidak mempedulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul bebas di pejabat, memperhiaskan diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yang bukan mahram. Apabila suami mendiam diri walaupun seorang yang alim dimana sholatnya tidak pernah bertangguh, maka dia akan turut ditarik oleh isterinya bersama-sama ke dalam neraka.

(p/s; Duhai lelaki yg bergelar suami, bagaimanakah hal keadaan isteri tercintamu sekarang?. Dimanakah dia?
Bagaimana akhlaknya? Jika tidak kau menjaganya mengikut ketetapan syari’at, maka terimalah hakikat yang kau akan sehidup semati bersamanya di ‘taman’ neraka sana.)

3. Abang-abangnya

Apabila ayahnya sudah tiada, tanggung jawab menjaga maruah wanita jatuh ke bahu abang-abangnya dan saudara lelakinya. Jikalau mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adiknya dibiarkan melencong dari ajaran Islam, tunggulah tarikan adiknya di akhirat kelak.

(p/s; Duhai lelaki yang mempunyai adik perempuan, jangan hanya menjaga amalmu, dan jangan ingat kau terlepas…
kau juga akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak…jika membiarkan adikmu bergelumang dengan maksiat… dan tidak menutup aurat.)

4. Anak-anak lelakinya

Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu perihal kelakuan yang haram di sisi Islam. bila ibu membuat kemungkaran mengumpat, memfitnah, mengata-ngatai dan sebagainya…maka anak itu akan disoal dan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak….dan nantikan tarikan ibunya ke neraka.

(p/s; Duhai anak2 lelaki…. sayangilah ibumu….
nasihatilah dia jika tersalah atau terlupa…. karena ibu juga insan biasa… sekali lepas dari melakukan dosa…
selamatkanlah dia dari menjadi ‘kayu api’ neraka….jika tidak, kau juga akan ditarik menjadi penemannya.)
…………………………………………..
Lihatlah…..betapa hebatnya tarikan wanita bukan saja di dunia malah di akhirat pun tarikannya begitu hebat. Maka kaum lelaki yang bergelar ayah/suami/abang atau anak harus memainkan peranan mereka.

Firman Allah S.W.T;

“Hai anak Adam, peliharalah diri kamu serta ahlimu dari api neraka dimana bahan bakarnya ialah manusia, jin dan batu-batu….”

source : catatan Edi Sarjani (Mahasiswa IP-UR) 2008

Cara AL-Qur'an Mengatur Negara


Tulisan ini, adalah tulisan Al Magfirullah M. Natsir, ketika masih hidup. Saya merasa ada manfaatnya  tulisan tersebut dimuat dalam blog ini untuk menjadi renungan bagi kita semua. Berikut saya muat seutuhnya tulisan tersebut.

Seringkali orang bertanya : “Bagaimana caranya Tuan hendak mengatur Negara dengan Islam itu? Apakah Qur’an Tuan itu cukup untuk mengatur Negara dalam abad ke 20 ini, yang bukan sedikit seluk beluknya, amat gecompliceerd dan sulit rumit?”

Kita menjawab :”Memang, kalau kita buka Qur’an, kita tidak akan bertemu didalamnya petunjuk-petunjuk untuk merancangkan Anggaran Belanja Negara, tak ada didalamnya cara-cara untuk mengatur contingenteering, tidak bersua didalamnya peraturan valuta dan aturan devisa dan lain-lain semacam itu. Tidak pula akan berjumpa didalamnya cara-cara mengatur lalu lintas ‘menurut Islam’, tak ada juga cara memasang antene radio ‘menurut Qur’an’, tak ada peraturan evakuasi dan penjagaan bahaya udara ‘menurut Sunnah’ serta 1001 macam lagi hal-hal yang semacam itu, yang menjadikan suatu Negara modern jadi sulit-rumit, dan gecompliceerd itu.

Tidak! Ini semua sudah tentu tidak ada, dan memang tidak perlu diatur dengan Wahyu Ilahi yang bersifat kekal. Sebab semua ini adalah hal-hal yang berkenaan dengan keduniaan, yang selalu bertukar dan beredar menurut tempat, zaman dan keadaan. Yang diatur oleh Islam ialah dasar dan pokok-pokok mengatur masyarakat manusia, yang tidak berubah-ubah kepentingan dan keperluannya selama manusia masih bersifat manusia, baik ia manusia zaman onta ataupun manusia zaman kapal terbang, atau manusia zaman kapal stratosfeer, dan lain-lainnya nanti.

Ditetapkan oleh Islam untuk keselamatan masyarakat manusia, beberapa sifat yang perlu ada pada seseorang yang akan dipilih menjadi Ketua atau Kepala Negara. Dan diperingatkan pula orang-orang yang macam manakah, yang kepadanya tidak boleh diserahkan kekuasaan dan urusan. Apakah bunyi gelar atau titel yang harus diberikan kepada Kepala Negara itu, sebagaimana telah kita katakan, tidak menjadi syarat yang terpenting. Khalifah boleh, Amiril-Mukminin boleh, Presiden boleh, apa saja boleh, asal sifat-sifat, hak dan kewajibannya adalah sebagaimana yang dikehendaki oleh Islam.

Ditetapkan bahwa yang akan jadi kriteria atau ukuran untuk melantik yang akan jadi Kepala itu, adalah Agamanya, sifat dan tabiatnya, akhlak dan kecakapannya untuk memegang kekuasaan yang diberikan kepadanya, jadi bukanlah bangsa dan keturunannya ataupun semata-mata inteleknya saja.

Ditetapkan bahwa si Kepala itu wajib bermusyawarah dengan orang-orang yang patut dan layak dibawanya bermusyawarah dalam urusan yang mengenai umat, yakni dalam hal-hal yang perlu dimusyawarahkan lebih dahulu. Tapi bukan dalam hal hukum-hukum yang telah ada ketentuannya dalam Agama. Apakah permusyawarahan itu dilakukan sebagaimana Sayidina Abu Bakar bermusyawarah dengan Amir-Amirnya dipadang pasir dan dibawah pohon korma, ataukah diatur dalam parlementer-stelsel seperti diabad ke 20 ini, ataukah akan dipakai individual-kiesrecht ataukah organisch-kiesrecht, tidak ditetapkan dalam agama Islam. Hal ini diserahkan dengan leluasa kepada ijtihad kita sendiri, betapa yang cocok dengan jaman kita pula, asal permusyawarahan atau syura itu ada berlaku!

Ditetapkan beberapa hak dan kewajiban antara yang diperintah dengan yang memerintah dalam garis-garis besarnya. Kewajiban, tanggung jawab, dan cara-cara yang mesti dikerjakan bagi pihak yang berkuasa, dan kewajiban mengikut, disamping hak mengoreksi dan kalau perlu mengingkari kekuasaan, bagi yang diperintah, kalau kejadian yang memerintah salah dan melanggar hak-hak menurut ajaran Islam.
Ditetapkan oleh Islam bermacam aturan pembasmi bermacam-macam penyakit masyarakat yang besar-besar, yang ada dari dahulu sampai sekarang dan akan ada selama dunia terkembang, umpamanya yang berkenaan dengan minum alkohol, yang bertukar bulu dari zaman ‘tuak’ ke zaman ‘wisky’, penyakit pencurian, perjudian, kecabulan, yaitu penyakit-penyakit yang ada dalam masyarakat Timur dan masyarakat Barat, dalam masyarakat onta dan masyarakat keledai dan lebih-lebih lagi dalam masyarakat kapal udara dan televisi.

Ditetapkan beberapa undang-undang yang mengatur kehidupan berumah tangga, rumah tangga yang masing-masingnya menjadi anggota dari masyarakat yang lebih besar, berupa peraturan perkawinan dan perceraian, peraturan warisan dan orang-orang yang mewarisi.
Ditetapkan beberapa undang-undang berkenaan dengan soal kemasyarakatan yang besar-besar, antara lain yang berkenaan dengan memberantas kemiskinan dan kefakiran, yang berkenaan dengan pembagian kekayaan umat, yakni pengaturan Zakat, Fitrah dan Sedekah disamping larangan riba, untuk menjaga agar jangan selamanya ada jurang yang amat dalam antara si kaya dan si miskin, suatu hal yang dari abad ke abad, senantiasa mempengaruhi, bahkan boleh dikatakan menjadi faktor yang terpenting, yang menentukan nasib bermacam-macam umat.

Beberapa soal yang kita bawakan ini, kita kemukakan sebagai contoh :
Dengan ringkas boleh kita simpulkan, bahwa hal-hal semacam inilah yang ditetapkan oleh Agama Islam, aturan yang sederajat dengan inilah yang kita dapati dalam undang-undang Islam, yakni garis besar dari bermacam-macam peraturan yang mengenai kehidupan seseorang, dan yang mengenai kehidupan bermasyarakat. Semua itu tidak akan berubah dan tidak boleh berubah untuk keselamatan seorang dan kesentosaan masyarakat itu sendiri, selama perseorangan dan masyarakat itu masih terdiri dari manusia yang terjadi dari darah dan daging, dan selama manusia itu belum menjadi malaikat.

Kita ingin bertanya kepada kaum Kemalisten yang melemparkan undang-undang agama Islam jauh-jauh, dengan alasan ‘progress’ dan dengan perjuangan mereka yang bersifat to be or not to be itu: ‘progress’ manakah yang akan terhalang, apabila pemabokan dan kecabulan dibasmi dengan keras; kemajuan ekonomi manakah yang akan seret, apabila lintah darat yang menghisap darah rakyat yang miskin itu tidak diberi hidup; progress politik yang macam mana pulakah yang akan terhalang apabila orang-orang yang akan duduk memegang kekuasaan itu dimestikan berakhlak dan berbudi-pekerti yang baik; “to be” yang macam mana pulakah yang tak akan tercapai apabila rumah-rumah tangga yang bersusun menjadi negara diatur dengan menentukan hak dan kewajiban berumahtangga dan hak waris-mewarisi sebagaimana yang ditentukan oleh Islam itu?
Kita teruskan! Adapun urusan–urusan yang diluar hal-hal yang telah ditetapkan Agama, semuanya boleh kita atur menurut keadaan zaman, dengan cara-cara yang munasabah, dan tidak melanggar hukum-hukum yang telah ditetapkan. Boleh diadakan peraturannya dengan ijtihad dizaman kita sekarang, disusun dengan permusyawaratan antara orang-orang ahli dalam masing-masing urusan, sebagai negara-negara lain berbuat begitu. Dan bila sudah ada aturan dan sistem, yang dikehendaki itu terdapat dilain-lain negara, kita orang Islam ada hak untuk mencontoh dari negara itu selama tidak berlawanan atau bertentangan dengan aturan-aturan yang diadakan Islam. Sebab tiap-tiap hasil kebudayaan, bukanlah monopolinya suatu bangsa atau salah satu negara saja, yang tidak berlawanan dengan Agama kita, dari Inggris, dari Jepang, dari Rusia atau dari Finlandia umpamanya.

Negeri-negeri yang bukan Islampun, juga menyusun peraturan kenegaraannya dengan tidak kurang pula mencontoh dari undang-undang Negara lain yang telah ada lebih dulu dan yang lebih tinggi kecerdasannya dalam soal-soal kenegaraan. Undang-Undang Kehakiman Roma masih ada bekas-bekasnya dalam negara-negara di Eropa, sampai sekarang kode-sipil dan kode Penal dari Napoleon juga tak kurang diambil oper oleh bermacam-macam negara, dengam perubahan-perubahan dimana perlu. Juga bagi kita kaum Muslimin, dilapangan ini terbuka pintu ijtihad dan pintu musyawarah dengan luas sekali.

Hanya, kita kaum Muslimin tidak boleh mengambil atau menjiplak semua dengan begitu saja, dengan pejamkan mata, dan telan mentah-mentah apa yang ada. Dalam ijtihad, atau ketika kita mengambil contoh dari orang lain, atau dalam kita menyusun peraturan yang baru itu, kita kaum Muslimin haruslah senantiasa memakai Wahyu Ilahi dan Sunnah Rasul jadi ukuran dan kriteria, untuk menyaring manakah yang boleh dipakai dan manakah yang harus disingkirkan.

Source : Catatan Edi Sarjani (Mahasiswa IP-UR) 2008

Wim Rijsbergen Katakan Fuck Pada Punggawa Garuda

Suatu siang di sebuah hotel di Myanmar. Gelandang Timnas Indonesia Firman Utina tampak gusar. Ia lalu masuk ke kamar Bambang Pamungkas yang sedang bermain domino dengan Aliyudin, Charis Yulianto, dan Ismed Sofyan.

"Sialan, anak gue nggak mau ngomong sama gue sekarang."
"Loh kenapa Man?" sahut Ismed. "Iya katanya Papa tukang bohong. Katanya besok mau pulang tapi kok ngak pulang-pulang. Mau nangis gue dengernya," jawab Firman dengan suara parau, yang bersama rekannya sudah cukup lama meninggalkan keluarga demi membela Tim Merah Putih.

Bambang pun sering merasakan pengalaman bagaimana kerinduan anaknya akan kehadiran dirinya di tengah keluarga kecilnya yang sering ditinggalkan demi timnas.

Suatu saat, ketika baru pulang dari lawatan bersama timnas selama dua minggu di Oman, ia hanya diberi waktu 24 jam untuk bertemu keluarga karena lima hari kemudian akan melawan Australia di Jakarta.

Setelah berkumpul bersama keluarga di rumahnya selama 24 jam, Bambang kemudian harus kembali ke Hotel Sultan, yang menjadi homebase timnas. Sampai di hotel, Bambang lalu turun dan pamitan kepada anak-istrinya.

Apa yang terjadi? Anak terkecil Bambang, Syaura, terus menangis, tanda tak mau berpisah. Bambang merasakan emosi yang luar biasa. Tanpa disadari, matanya berkaca-kaca sambil memeluk anaknya.

Pengalaman mengharukan Firman dan Bepe --panggilan Bambang-- itu diceritakan sang kapten dalam bukunya berjudul "BEPE20 Ketika Jemariku Menari". Itulah pengorbanan seorang pemain timnas yang selama ini mungkin tidak tak terlintas di benak masyarakat.

Nah ketika Pelatih Timnas Wim Rijsbergen menjadikan pemain sebagai kambing hitam atas kekalahan dari Bahrain, emosi pemain pun meledak. Bak bola api yang disiram bensin seketika menyalak.

Wim tak hanya menyebut pemain timnas belum layak di level internasional dalam jumpa pers usai pertandingan, tapi juga mengeluarkan kata-kata kasar di hadapan Firman Utina dkk.

Seperti penuturan mantan arsitek timnas Alfred Riedl dalam wawancara dengan Goal.com, beberapa pemain menyatakan kepada Riedl bahwa saat jeda di ruang ganti, saat itu timnas tertinggal 0-1, Wim pernah menghardik pemain dengan keras. "F**k you all. Jika kalian tak bisa bermain lebih baik di babak kedua, saya akan tendang kamu."

Dari sinilah kekesalan pemain memuncak. "Kata-kata dia terlalu kasar." Begitu kata kiper Ferry Rotinsulu, yang langsung menyatakan menolak memperkuat timnas bila masih dilatih Wim.

Komentar sembrono Wim kepada media dan kata-kata kasarnya di hadapan pemain seolah tak menghargai pengorbanan pemain --walaupun hasilnya tak maksimal.

Bagaimanapun pemain telah berkorban banyak, tenaga, pikiran, dan emosi. Mereka telah meninggalkan keluarga kurang lebih sebulan untuk mengikuti pelatnas, berlatih di tengah bulan puasa, berlebaran di negeri orang karena harus bertanding melawan Iran, belum sempat istirahat --gara-gara manajemen timnas yang telat memulangkan pemain dari Iran, mereka sudah harus bertanding lagi melawan Bahrain.

Di saat pemain butuh "perlindungan" di tengah fisik yang terkuras dan mental yang sudah terpuruk, Wim justru menjadikan mereka sebagai pelampiasan kegagalan. Bukannya memberi semangat untuk bangkit. Alhasil Firman pun menyebut timnas saat ini seperti anak ayam kehilangan induk.

Kondisi ini diperparah oleh pernyataan anggota komite eksekutif PSSI bidang timnas Bob Hyppi yang jauh dari menyejukkan. Bob menyebut Firman dkk sudah habis, tidak bisa berprestasi lagi, dan tidak profesional.

Vonis yang makin memanaskan suasana. Pasukan Garuda pun retak. Setidaknya sudah ada tujuh pemain yang menolak ke timnas karena merasa kerja keras mereka tak dihargai.

Masalah ini harus segera diatasi PSSI sebelum kondisinya makin parah. PSSI harus berani mengevaluasi Wim. Sementara pemain diajak bicara dari hati ke hati untuk kembali membangkitkan semangat juang mereka. Pelatih harus menghargai pemain, sebaliknya pemain juga respek pada pelatih.

Ingat, saat ini perjuangan timnas untuk lolos ke putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia makin berat. Empat laga sisa harus dimenangkan.

Karena itu timnas harus tetap solid. Dan bila memang PSSI masih tetap ingin mempertahankan Wim, pelatih asal Belanda ini wajib bersikap lebih arif.
Tentunya juga menyiapkan taktik dan strategi yang lebih baik untuk meraih hasil terbaik.

7 Golongan yang Mendapat Naungan Allah SWT


Berkata Abu Hurairah r.a : bahwa Nabi saw telah bersabda:”Ada tujuh kelompok yang akan mendapat perlindungan Allah pada hari yang tiada perlindungan kecuali perlindungan-Nya.Mereka adalah pemimpin yang adil, anak muda yang senantiasa beribadah kepada Allah Azza wa Jalla,seseorang yang hatinya senantiasa dipertautkan dengan mesjid,dua orang yang saling mencintai karena Allah,yakni keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah,seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang wanita bangsawan lagi rupawan lalu ia menjawab: “Sungguh aku takut kepada Allah”,seseorang yang mengeluarkan shadaqah lantas di-sembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanannya,dan seseorang yang berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi kemudian ia mencucurkan air mata”. (H.R.Bukhary – Muslim)

Hadits ini menjelaskan bahwa pada hari kiamat ada tujuh tipe atau golongan manusia yang akan mendapatkan perlindungan Allah swt., yaitu :

1. Pemimpin yang adil
Menjadi pemimpin yang adil itu tidaklah mudah, butuh pengorbanan pikiran,perasaan, harta, bahkan jiwa. Dalam ajaran Islam, kepemimpinan bukanlah fasilitas namun amanah. Kalau kita menganggap kepemimpinan atau jabatan itu sebagai fasilitas, kemungkinan besar kita akan memanfaatkan kepemimpinan itu sebagai sarana memperkaya diri tanpa menghiraukan aspek halal atau aharam.Sebaliknya, kalau kita menganggap kepemimpinan atau jabatan itu sebagai amanah, kita akan melaksanakan kepemimpinan itu dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab. Nah, untuk melaksanakan kepemimpinan dengan cara yang amanah itu tidaklah mudah,Karena itu logis kalau kita menjadi pemimpin yang adil,Allah akan memberi perlindungan di akhirat kelak.

2.
Anak muda yang saleh
Masa muda adalah masa keemasan karena kondisi fisik masih prima. Namun diakui bahwa ujian pada masa muda itu sangat beragam dan dahsyat. Oleh sebab itu, apabila ada anak muda yang mampu melewati masa keemasannya dengan taqarrub (mendekatkan) diri kepada-Nya, menjauhkan diri dari berbagai kemaksiatan, serta mampu mengendalikan nafsu syahwatnya, Allah akan memberikan perlindungan-Nya pada hari kiamat.Ini merupakan imbalan dan penghargaan yang Allah berikan kepada anak-anak muda yang saleh.

3.
Orang yang hatinya terikat pada mesjid
Kalimat “seseorang yang hatinya senantiasa dipertautkan dengan mesjid”seperti yang disebutkan hadits di atas, paling tidak menunjukkan dua pengertian. Pengertian pertama, orang-orang yang kapan dan di manapun berada selalu ingin memakmurkan tempat ibadah. Pengertian kedua, orang-orang yang tidak pernah melalaikan ibadah di tengah kesibukan apapun yang dijalaninya.


4. Mencintai karena Allah
Poin ini terambil dari kalimat “dua orang yang saling mencintai karena Allah, yakni keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah”. Bersahabat karena Allah swt. maksudnya kita mencintai seseorang atau membencinya bukan karena faktor harta, kedudukan, atau hal-hal lain yang bersifat material,namun murni semata-mata karena Allah swt. Kalau sahabat kita berbuat baik,
kita mendukungnya, dan kalau berbuat salah kita mengingatkannya, bahkan kita berani meninggalkannya kalau sekiranya sahabat tersebut akan menjerumuskan kita pada gelimang dosa dan maksiat. Inilah yang dimaksud dengan persahabatan karena Allah.

5.
Mampu menghadapi godaan lawan jenis
“Seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang wanita bangsawan lagi rupawan lalu ia menjawab: “Sungguh aku takut kepada Allah.” Kalimat ini menggambarkan bahwa kalau kita mampu menghadapi godaan syahwat dari lawan jenis, maka kita akan mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat. Di sini digambarkan seorang laki-laki yang digoda wanita bangsawan nan rupawan tapi dia menolak ajakannya bukan karena tidak selera kepada wanita itu, namun karena takut kepada Allah. Jadi, rasa takut kepada Allahlah yang menjadi benteng laki-laki tersebut, sehingga tidak terjerembab pada perbuatan maksiat. Karena itu Allah memberikan penghargaan pada hari kiamat dengan memberikan pertolongan-Nya. Di sini diumpamakan laki-laki yang digoda wanita, namun sangat mungkin wanita pun digoda laki-laki.

6. Ihklas dalam beramal
“Seseorang yang mengeluarkan sedekah lantas disembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanannya.” Ini gambaran keihlasan dalam beramal. Saking ihklasnya dalam beramal sampai-sampai tangan kiri pun tidak tahu apa yang diinfakkan atau disumbangkan oleh tangan kanannya. Pertanyaannya, bolehkah kita bersedekah
sambil diketahui orang lain, bahkan nama kita dipampang di koran?
Boleh saja, asalkan benar-benar kita niatkan karena Allah swt., bukan karena cari popularitas. Perhatikan ayat berikut, ” Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikannya itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S.Al-Baqarah 2: 271)

7.
Zikir kepada Allah dengan khusyu
“Seseorang berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi, kemudian ia mencucurkan air mata.” Zikir artinya mengingat Allah. Kalau seseorang berdo’a dengan khusyu hingga tak terasa air mata menetes karena sangat nikmat berzikir dan munajat kepada-Nya, maka Allah akan memberikan pertolongan kepadanya pada hari kiamat kelak.

source : http://aneh92.blogspot.com

Alam yang Menakjubkan

























Menjadi Pemimpin yang Baik


Menjadi pemimpin bukanlah hal yang mudah. Salah bertindak Anda malah bisa dicap sebagai atasan yang menyebalkan.

Ada beberapa tips untuk menjadi atasan yang berhasil, juga disukai oleh seluruh bawahan. Pensaran

1. Dapat Mensejajarkan Diri Dengan Pimpinan Lain
Jika Anda membawahi sebuah divisi, ada kalanya Anda harus bertemu dengan pemimpin divisi yang lain. Anda harus memposisikan diri secara tepat. Mengetahui visi dan misi divisi secara total adalah salah satu hal yang akan membuat posisi Anda diakui dengan yang lain. Para pemimpin lain akan melihat Anda sebagai seorang atasan yang smart dan tahu betul 'isi perut' divisi yang Anda tekuni.

2. Belajar Mendengarkan Bawahan
Menjadi pemimpin bukan berarti Anda bisa memutuskan segala hal secara sepihak. Ada kalanya bawahan Anda lebih mengetahui keadaan yang terjadi dalam suatu proyek. Tak ada salahnya untuk mendengarkan masukan dari mereka. Sehingga Anda bisa membuat keputusan yang paling bijak.

3. Membumi
Menjadi atasan bukan berarti Anda harus bersikap angkuh dan sombong. Semakin banyak Anda mengenal bawahan, akan semakin baik. Anda pun lebih mengenal bawahan secara personal sehingga lebih mudah dalam hal komunikasi. Ketika Anda dianggap sebagai atasan yang baik, maka anak buah pun tak segan untuk bersikap loyal.

4. Kenali Kelebihan dan Kekurangan Sendiri
Pemimpin yang baik adalah yang bisa mengakui kekurangannya, namun menonjolkan kelebihannya. Tak ada orang yang sempurna dan sepenuhnya benar walaupun ia telah menjadi seorang pemimpin. Jika Anda terlalu angkuh untuk mengakui kesalahan, bahkan menunjuk kambing hitam untuk itu, tak akan ada bawahan yang menghormati sikap Anda tersebut.

5. Mengenali Kelebihan dan Kekurangan Bawahan
Sebagai pemimpin, Anda juga harus mengenali potensi dan kekurangan bawahan. Hal itu bertujuan agar Anda bisa menyusun jadwal pelatihan bagi tiap-tiap bawahan untuk mendongkrak potensinya. Ini juga bisa membantu Anda untuk membentuk sebuah tim kerja menurut potensi tiap-tiap karyawan.

source :http://aneh92.blogspot.com/
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kunjungan

Rating for adieth12.blogspot.com
Recommended Post Slide Out For Blogger