KBC Blogger Bertuah Logo Blogger Indonesia

Jejak Bangsa-Bangsa Terdahulu ( Kisah Banjir Nabi Nuh AS )


Banjir Nuh, yang disebutkan dalam hampir seluruh kebudayaan, adalah satu contoh yang paling banyak diuraikan dalam Al Qur-an. Keengganan umat Nabi Nuh terhadap nasihat dan peringat-annya, reaksi mereka terhadap risalah Nabi Nuh, serta peristiwa banjir selengkapnya, semua diceritakan secara rinci dalam banyak ayat Al Quran.

Nabi Nuh diutus untuk mengingatkan umatnya yang telah mening-galkan ayat-ayat Allah dan menyekutukan-Nya, dan mengajak mereka menyembah Allah semata dan menghentikan pembangkangan mereka. Meskipun Nabi Nuh telah berkali-kali menasihati umatnya agar menaati perintah Allah serta mengingatkan akan kemurkaan Allah, mereka masih saja menolak dan terus menyekutukan Allah. Dalam Surat Al Mu'mi-nuun, perkembangan peristiwa itu dilukiskan sebagai berikut:

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Lalu ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?

Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya men-jawab: “Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu. Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar seruan (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu.

Ia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu. Nuh berdoa, “Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendusta-kanku.” (QS. Al Mu’minuun, 23: 23-26) !

Sebagaimana dikemukakan dalam ayat-ayat tersebut, pemuka ma-syarakat di sekitar Nabi Nuh menuduh Nabi Nuh berusaha meraih ke-unggulan atas kaumnya, yakni, mencari keuntungan pribadi seperti status, kekuasaan, dan kekayaan, dan mereka mencoba menunjuk dia sebagai “kesurupan”, dan mereka memutuskan untuk membiarkannya sementara waktu, dan menekannya.

Karena itulah, Allah menyampaikan pada Nuh bahwa mereka yang menolak kebenaran dan melakukan kesalahan akan dihukum dengan ditenggelamkan, dan mereka yang beriman akan diselamatkan.

Maka, pada saat hukuman datang, air dan aliran yang sangat deras muncul dan menyembur dari dalam tanah, dibarengi dengan hujan yang sangat lebat, menyebabkan banjir dahsyat. Allah memerintahkan kepada Nuh untuk “menaikkan ke atas perahu pasangan-pasangan dari setiap jenis, jantan dan betina, serta keluarganya, kecuali mereka yang menen-tang apa yang telah dinyatakan wahyu”. Seluruh manusia di daratan tersebut ditenggelamkan, termasuk “anak laki-laki” Nabi Nuh yang semula berpikir bahwa dia bisa selamat dengan berlindung ke gunung terdekat. Semuanya tenggelam kecuali yang naik ke perahu bersama Nabi Nuh. Ketika air surut di akhir banjir, dan “kejadian telah berakhir”, perahu terdampar di Judi, yaitu sebuah tempat yang tinggi, sebagaimana yang diinformasikan Al Quran kepada kita.

Studi arkeologis, geologis, dan historis menunjukkan bahwa peris-tiwa tersebut terjadi sebagaimana diceritakan Al Quran. Banjir tersebut juga digambarkan secara hampir serupa pada banyak catatan peradaban-peradaban masa lalu dan dalam banyak dokumen sejarah, meski ciri-ciri dan nama-nama tempat beragam, dan “semua yang terjadi pada manusia yang salah” disajikan untuk manusia saat ini sebagai peringatan.

Di samping dikemukakan dalam Perjanjian Lama dan Baru, kisah tentang banjir Nuh ini diungkap secara serupa dalam catatan-catatan sejarah Sumeria dan Asiria-Babilonia, dalam legenda-legenda Yunani, dalam epik Shatapatha Brahmana dan Mahabarata dari India, dalam beberapa legenda Wales di Kepulauan Inggris, dalam Nordic Edda, dalam legenda-legenda Lithuania, dan bahkan dalam cerita-cerita yang berakar dari Cina.

Bagaimana mungkin cerita-cerita yang begitu rinci dan relevan dapat dikumpulkan dari berbagai daratan yang jauh secara geografis dan budaya, saling berjauhan sesamanya, juga dengan wilayah banjir?

Jawabannya jelas: Fakta bahwa peristiwa yang sama dituturkan dalam berbagai catatan sejarah berbagai bangsa tersebut, yang kecil kemungkinan saling berkomunikasi, merupakan bukti nyata bahwa mereka menerima pengetahuan dari sebuah sumber ilahiah. Tampak bahwa Banjir Nuh, salah satu kejadian terbesar dan paling destruktif dalam sejarah, telah diwartakan oleh banyak nabi yang diutus ke pelbagai peradaban dengan tujuan untuk memberi contoh. Dengan demikian, berita tentang banjir Nuh tersebar ke berbagai kebudayaan.

Namun, walau banyak diriwayatkan dalam berbagai budaya dan sumber ajaran berbagai agama, cerita tentang banjir dan Nabi Nuh itu telah banyak berubah dan membias dari kisah aslinya karena kepalsuan sumber, kekeliruan penyampaian, atau bahkan mungkin karena tujuan yang tidak benar. Riset menunjukkan bahwa di antara sekian banyak riwayat yang menuturkan peristiwa tersebut dengan berbagai perbedaan, penggambaran paling konsisten hanya terdapat dalam Al Quran.

sumber : HARUN YAHYA

Bursa Capres 2014


Pemilu Presiden masih 3 tahun lagi, tapi rumor dan isu mengenai siapa saja yang maju menjadi Capres sudah memanas saat ini. Memanglah ya kita ini bangsa Indonesia..

Di mulai dari kemunculan Partai Serikat Rakyat Indonesia (SRI) yang secara langsung menegaskan mendukung mantan menteri keuangan Sri Mulyani sebagai calon presiden pada 2014 nanti. Namun sampai saat ini belum ada tanggapan resmi dari Sri Mulyani sendiri terkait dengan pencalonan dirinya sebagai Capres dari Partai SRI, lagi pula Partai ini belum tentu lolos verifikasi Depkum HAM sebagai sebuah Partai baru. Kemunculan SRI dan dukungannya terhadap Sri Mulyani memicu reaksi parta-partai lain juga memunculkan capresnya.

Partai Golkar misalnya. Melalui Ketua DPP Golkar, Priyo Budi Santos menegaskan jika mereka diberi mandat memenangkan Pemilu tentu mereka akan mengusung calon dari partai mereka sendiri, siapa lagi kalau bukan Ketum mereka Aburizal Bakrie. Orang satu ini memang sangat nampak ingin menjadi presiden, ambisuis memang pak Ical ini. Namun pesan saya selesaikanlah dulu dana bantuan masyarakat Sidoarjo yang kehilangan tempat tinggal akibat lumpur Lapindonya, dengar jerit mereka.

Di lain pihak, Partai Amanat Nasional juga menegaskan jika mereka mencalonkan Capres, tentu mereka akan calonkan dari kader partai, siapa lagi kalau bukan Hatta Rajasa. Namun sampai saat ini rumor itu baru sebatas di internal partai saja.

Capres yang sangat ditunggu tentu dari partai Demokrat. Partai yang saat ini punya segudang polemik akibat dari nyanyian mantan bendahara umumnya Nazaruddin dan pernyataan kadernya Marzuki Alie (ketua DPR) mengenai pembubakan KPK, sampai saat ini belum menentukan siapa yangakan mereka usung sebagai Capres. Namun dari issue yang beredar mereka siap mengusung ibu Ani Yudhoyono. Hal ini tentu sangat kontras sekali dengan pernyataan SBY beberapa waktu yang lalu bahwa dia dan keluarganya tidak akan maju menjadi Capres pada Pemilu 2014. Cam na ne pak cik ???? hehehehe.... Selain Ibu Ani, sebenarnya Demokrat juga masih punya Anas Urbaningrum, Letnan Jenderal Pramono Edhie Wibowo ipar SBY yang bisa mereka usung sebagai Capres nantinya.

Sementara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak ikut tergoda dengan ikut-ikutan memunculkan capres. Partai warga Nahdliyin itu masih fokus konsentrasi membangun konsolidasi internal. Hal senada juga ditunjukkan oleh partai oposisi pemerintah, PDIP. Partai Megawati Soekarnioputri ini juga tidak mau genit ikut-ikutan memunculkan capres. Namun menurut saya pasti Ibu Mega lagi yang diusung. Sampai kapan Ibuuu ?????

Dari semua partai tersebut, kemunculan dan pernyataan partai SRI-lah yang paling banyak mendapat pro kontra. Namun ini lah politik, penjualan citra dan popularitas diri memang harus dilakukan dari sekarang, karena hal ini sangat berpengaruh terhadap pilihan rakyat nantinya.

Tuhan Itu Ada (pelajaran dari hal kecil)


Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topic pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.

Si tukang cukur bilang,
"Saya tidak percaya Tuhan itu ada".
"Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen.
"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, dijalanan.... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak
ada. Katakan kepadaku jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit ??, Adakah anak terlantar?? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.
"
Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat. Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan
ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang,berombak kasar "mlungker- mlungker-istilah jawa-nya", kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,"
Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR." Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang begitu ?". "Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!" "Tidak!" elak si konsumen. "Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada,tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang diluar sana", si konsumen menambahkan. "Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur.

"Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri. "Cocok!"-kata si konsumen menyetujui."Itulah point utama-nya!. Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !, Tapi apa yang terjadi... orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini." Si tukang cukur terbengong !!!!

Sumber : kaskus.us

KPK Versus Nazaruddin

Untuk yang kesekian kalinya, KPK kembali diterpa badai. Kali ini, serangan datang dari Muhammad Nazaruddin, mantan bendahara umum partai Demokrat yang buron setelah ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan suap dalam proyek pembangunan wisma atlet Palembang. Dari tempatnya melarikan diri, Nazaruddin melempar sejumlah isu panas. Salah satunya soal kolusi yang melibatkan sejumlah petinggi KPK.

Setidaknya ada 3 nama yang disebut Nazar, yakni M. Jasin, Chandra hamzah dan Ade Rahardja. Ketiganya dituding ikut menerima dana haram, dari proyek wisma atlet. Menurut Nazar, saat kasus ini mulai terkuak, Chandra dan Ade Rahardja, yang menjadi tulang punggung penindakan di KPK, membuat kesepakatan dengan Ketua Umum Demokrat, Anas Urbaningrum, untuk menghentikan kasus ini sebatas pada Nazaruddin. Kesepakatan yang bertujuan mengamankan Anas dari jerat hukum. Sebagai kompensasinya, Anas selaku pemimpin di partai penguasa, berani menjamin Chandra akan terpilih lagi sebagai pimpinan KPK periode mendatang. Tapi tentu saja, ini semua cerita versi Nazaruddin.

KPK Terancam Pecah

Meski hanya pernyataan sepihak, namun tudingan Nazaruddin mendapat respon serius dari KPK. Ketua KPK, Busyro Muqodas, akhirnya mengumumkan pembentukan komite etik dan menugasi pengawas internal untuk menindaklanjuti ucapan Nazar. Pengawas internal, bertugas memeriksa karyawan KPK dari unsur non-pimpinan, dalam hal ini Ade rahardja. Sedangkan komite etik, memeriksa ada-tidaknya pelanggaran yang dilakukan pimpinan KPK, yakni Chandra dan Jasin. Tidak ingin terkesan subyektif, komite ini juga melibatkan anggota independen, yakni Mardjono Reksodiputro dari Universitas Indonesia dan Syahrudin Rasul.

Upaya pemeriksaan ini patut diapresiasi karena menunjukkan keberanian dan kebesaran hati KPK. Sebagai lembaga yag menjadi garda terdepan pemberantaan korupsi, KPK membuktikan kesungguhannya untuk memberangus korupsi mulai dari rumah sendiri.

Emerson Juntho dari Indonesian Corruption Watch, juga memuji respon cepat KPK. Namun ia mengingatkan KPK agar tidak terlalu jauh terpancing oleh nyanyian Nazar. Jangan sampai kinerja KPK merosot karena terlalu sibuk menangkis serangan Nazaruddin. Sebuah kekhawatiran yang beralasan, dan sayangnya, sudah mulai terbukti. Gempuran Nazaruddin melalui media, sedikit banyak menggoyahkan KPK, bahkan menimbulkan tanda-tanda keretakan. Indikasi perpecahan ini bisa dilihat dari komentar M. Jasin, saat menanggapi rencana komite etik memeriksa dirinya.

Jasin menegaskan siap diperiksa. Tapi muncul kesan ia tidak rela, bila hanya namanya dan Chandra yang jadi sorotan. Menurut Jasin, pemeriksaan semestinya tidak hanya didasari pada nama-nama yang disebut Nazaruddin. Komite etik seharusnya memeriksa seluruh pimpinan KPK tanpa tebang pilih, termasuk sang ketua, Busyro Muqodas. Bayangkan, jika tadinya tuduhan tebang pilih datang dari luar, kini keluhan serupa justru datang dari internal KPK sendiri. Sebuah dinamika yang mengkhawatirkan.

Selamatkan KPK

Sebagai manusia biasa, seluruh pimpinan KPK tidak luput dari kemungkinan khilaf. Sehingga tudingan kolusi seperti diungkap Nazaruddin tidak boleh dinafikan begitu saja. Sekecil apapun persentasi kebenarannya. Karena itu kontrol dan pengawasan dari dalam yang kini sedang berlangsung di tubuh KPK patut didukung. Bukan untuk menyelamatkan atau menyingkirkan satu-dua pimpinan, tapi demi menjamin integritas KPK secara keseluruhan. Karena itu, siapapun pihak terperiksa harus berbesar hati menerima proses ini sebagai wujud transparansi KPK dimata publik.

Kita tahu, dalam perjalanannya, KPK sudah menghadapi begitu banyak persoalan. Mulai dari kriminalisasi Bibit-Chandra yang melahirkan istilah “cicak versus buaya” hingga kasus pembunuhan yang menyeret Antasari Azhar ke penjara. Semua cobaan itu, harus diakui sempat membuat kinerja KPK mengendur. Tapi toh nyatanya KPK tetap bertahan. Dan kali ini, cobaan itu datang lagi. Kita berharap, KPK masih mampu menjaga kekompakan, stamina dan daya juangnya, menghadapi perlawanan balik koruptor. Jangan sampai si cicak binasa, hanya gara-gara ocehan sang buaya dari lubang persembunyiannya.

Sumber : http://srimulyani.net/index.php/news/2011/08/kpk-versus-nazaruddin

Asas Partai Serikat Rakyat Independen


Saya bukan pengurus dan anggota Partai Serikat Rakyat Independen (SRI), tapi saya sangat menyukai asas Partai SRI yakni REPUBLIKANISME BERBINGKAI PANCASILA! Mengapa? Konsep Republikanisme sepengetahuan saya adalah salah satu konsep tertua dalam sejarah ide politik yang untuk Indonesia, secara gemilang berhasil dihadirkan oleh para pendiri bangsa seperti Soekarno, Hatta, Syahrir termasuk Tan Malaka.

Republikanisme Berbingkai Pancasila

Kita ingat bahwa para pejuang awal menyebut diri mereka sebagai 'Kaum Republiken' dan nama Indonesiapun didahului dengan predikat Republik Indonesia. Republikanisme berasal dari istilah latin res publica, yang oleh Cicero disatukan menjadi Republic. Secara mendasar res publica atau republic berarti 'hal-hal publik' atau "hal-hal menyangkut kemaslahatan umum'. Dengan demikian Republikanisme secara sederhana dapat diartikan sbg paham yang mau menekankan politik sebagai upaya untuk mencapai kemaslahatan umum!

Itu sebabnya para pejuang dulu menolak penjajahan dan penindasan karena penjajahan hanya menuruti kepentingan golongan tertentu bukan kemaslahatan umum! Persis sebagaimana orang Romawi membedakannya dengan res privata (hal-hal privat seperti urusan biologis, rumah tangga dan perang).

Asas Berbingkai Pancasila juga sangat baik karena bukankah sekarang Demokrasi Indonesia kembali membutuhkan Pancasila? Dengan Pancasila kita mengakui peran spiritualitas, humanitas, persatuan demokrasi dan keadilan! Di dalam Pancasila kita diundang untuk makin mempertinggi keluhuran kita, persatuan bangsa dalam kemanusian, demokrasi dan keadilan!

Atheisme dan Komunisme

Mengenai sikap Partai SRI terhadap Atheisme dan Komunisme; dengan secara tegas partai ini menyebut Republikanisme Berbingkai Pancasila sebagai asasnya. Maka sesungguhnya jelas apa sikap Partai SRI terhadap Komunisme (dan atheisme).

Partai SRI jelas bukan partai yang mengusung komunisme dan pandangan atheisme (pertanyaan ini sedikit menarik dengan mempertimbangkan kenyataan bahwa sebagian besar orang di luar sana justru menuduh Partai SRI kepanjangan Neolib). Namun demikian perlu juga diingat bahwa sebagai warga dalam negara dan masyarakat demokratis, di mana konstitusi kita sendirinya secara tegas mengakomodasi hak-hak asasi manusia.

Saya kira dapat saya perkirakan bahwa Partai SRI pasti menghargai keputusan warga negara Indonesia lain untuk memilih paham dan ideologi yang sesuai berdasarkan hak-hak dan kewajiban konstitusionalnya masing-masing. Sebagai organisasi yang tumbuh dalam alam demokratis dan dalam masyarakat Indonesia yang secara antropologis sangat kental dengan relijiusitas, saya rasa Partai SRI pasti mau menjunjung sikap religius yang mendorong pemekaran martabat manusia dan memperkuat solidaritas. Kalau boleh menambahkan -soal komunisme- dengan sedikit buka sejarah, salah satu pendiri Partai SRI seperti Rahman Tolleng, pendiri SMI Keadilan seperti Goenawan Mohammad justru dulu dikenal sebagai aktivis angkatan 66 garda depan yang menentang PKI.

Tiga Hal Dalam Organisasi Politik

Sekadar sharing. Sejauh yang saya pahami apabila kita hendak berjuang bersama dalam suatu organisasi dengan tujuan politik sebagai kemaslahatan umum kita membutuhkan tiga hal.

Yang pertama adalah Kejujuran Pada Diri Sendiri. Kejujuran pada diri sendiri penting untuk memeriksa motivasi dan tujuan kita. Sekaligus juga untuk memelihara keterbukaan dengan yang lain.

Kedua adalah Kehendak Untuk Bersatu, sekalipun kita jujur tapi kalau kita tidak memiliki kehendak untuk bersatu dengan yang lain tetap akan sulit. Nanti kita cenderung hanya mencari-cari perbedaan dan perselisihan, karena memang secara mendasar kita tidak berkehendak untuk bersatu. Tapi kalau kita memang punya kehendak untuk bersatu apapun perbedaan, betapapun tidak nyamannya keadaan kita tetap akan bertahan dalam kebersamaan.

Ketiga, Disiplin. Disiplin yang menopang kebersamaan terus bertahan dan tumbuh menjadi besar! Semoga ini dapat bermanfaat buat semua teman-teman yang hingga hari ini masih bersimpati kepada keteladanan Sri Mulyani Indrawati.

Selamat bekerja dan selamat menjalankan Ibadah Puasa bagi yang menjalankan.

Sumber : http://srimulyani.net/index.php/news/2011/08/asas-partai-sri

Sri Mulyani Menuju RI 1

Sosoknya akhir-akhir ini memang sangat jarang terlihat di depan umum ataupun di media massa. Namun dalam dunia perpolitikan Indonesia dia sudah memiliki kharisma dan citra diri yang cukup besar. Dialah Sri Mulyani, wanita berprestasi yang digadang-gadang sebagai kandidat kuat Calon Presiden pada Pilpres 2014 nanti.

Seorang wanita pertama bahkan orang Indonesia pertama yang dimin
ta sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, saat ini telah mendapatkan dukungan dari Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) untuk menjadi orang nomor satu di Indonesia. Bahkan rumornya, Partai Demokrat yang kini tengah mengalami badai politik akibat nyanyian bekas bendaharanya M Nazaruddin, juga membidik Sri Mulyani sebagai salah satu kandidat capres.

Nah, perjalanan hidup dan karier wanita kelahiran Bandar Lampung 26 Agustus 1962 ini sangat panjang dan berliku.
Jabatan terakhirnya di pemerintahan sebelum berkantor di Bank Dunia adalah Menteri Keuangan di Kabinet Indonesia Bersatu. Sebelumnya menjabat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dari Kabinet Indonesia Bersatu.

Lulusan Ph.D. of Economics di University of lllinois Urbana-Champaign, USA, ini sebelumnya dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi dan menjabat Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998. Namun pada 5 Desember 2005, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengadakan perombakan dan pengumuman kabinet barunya, oleh SBY, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar. Sejak tahun 2008, Sri Mulyani diamanahi jabatan Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Sri Mulyani pernah dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Sri Mulyani juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia Oktober 2007.

Kembali kita ke ranah politik, kemunculan nama Sri Mulyani sebagai calon Presiden RI tak luput dari pro dan kontra. Pun dengan kepergiannya ke luar negeri untuk menempati posisi elit di Bank Dunia, tak lepas dari polemik dan intrik politik. Nama Sri Mulyani dikecam sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam megaskandal dana talangan Bank Century senilai Rp6,7 triliun.

Kasus Century ini sempat memanaskan perpolitikan di Tanah Air lantaran para politisi di Senayan menggulirkan hak angket untuk meminta pertanggung jawaban Sri Mulyani dan Boediono. Hak angket ini nyaris memakzulkan Presiden SBY, melalui sasaran tembak Wapres Boediono dan Sri Mulyani.

Kenapa Sri Mulyani dianggap paling bertanggung jawab dalam kasus Century ini ? Sri Mulyani Indrawati mengakui laporan atas kucuran dana talangan kepada bank gagal Bank Century baru dilakukan 25 November 2008, atau empat hari setelah keputusan penyelamatan diambil oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan.

Menurutnya, Komite Kebijakan Sektor Keuangan memutuskan bail out Bank Century pada 21 November. Lalu, Menteri Keuangan melapor ke Wapres Jusuf Kalla pada 22 November. Sehari setelah laporan atau 23 November, dana talangan ke Century dicairkan.

Kendati demikian, penanganan Century juga dikomunikasikan kepada Presiden SBY. Laporan dilakukan secara prosedural, mulai dari perkembangan sektor keuangan secara keseluruhan yang mulai mengalami tekanan hingga laporan Gubernur Bank Indonesia saat itu, Boediono, yang menyampaikan beberapa kondisi perbankan yang menghadapi tekanan. Ketika itu, Bank Indonesia menyampaikan akan ada krisis sistemik di perbankan, termasuk adanya tekanan likuiditas yang sangat dalam.

Namun semua alasan dari kebijakan Sri Mulyani dalam menggelontorkan dana bailout Rp6,7 triliun ditentang habis oleh masyoritas pengusung Hak Angket Century.

Bola liar Century itu kemudian diselesaikan pemerintah dengan "memutasi" Sri Mulyani ke Bank Dunia. Kini, baru setahun Sri parkir di luar negeri, namanya kembali meramaikan perpolitikan Tanah Air karena diusung menjadi calon presiden. Meski, Sri belum mengamini usungan tersebut. Tapi, sebelum pergi ke Bank Dunia, Sri pernah berujar, I'll be back.

Pesta demokrasi lima tahunan di Tanah Air 2014 masih jauh, namun sejumlah nama sudah banyak dimunculkan. Kemunculan tokoh-tokoh baru dan lama ini kian menarik dan pelik penuh intrik politik. Pada Pilpres mendatang dipastikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak akan mencalonkan lagi lantaran secara konstitusi setelah menjabat dua kali periode dilarang maju kembali.

Dengan demikian pintu bagi figur lain masuk dalam bursa capres 2014 semakin lebar, mengingat kompetisi antarcalon yang dimunculkan cenderung berimbang dari segi kapasitas dan kridebiltas. Seperti diketahui, SBY tampil sebagai tampuk pimpinan nasional tak lepas dari kharismatik dan kepiawaian dalam pencitraan, sehingga mendulang simpatisan publik yang besar.

Sejumlah tokoh nasional yang disebut-sebut bakal meramaikan Pilpres 2014 adalah mantan Wapres Jusuf Kalla, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Ibu Negara Ani Yudhoyono, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Radjasa, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Prabowo Subianto, Wiranto, dan lainnya.

Dari sekian nama itu, Ical dan Sri Mulyani yang paling mendapat sorotan setelah keduanya terlibat dalam perang terbuka buntut dari skandal dana talangan Bank Century senilai Rp6,7 triliun. Sebelumnya, publik sudah mencium adanya gelagat saling "tikam" dua tokoh ini di pemerintahan Kebinet Indonesia Bersatu.

Apa yang membuat keduanya sampai terlibat perang terbuka? Dari kubu Sri Mulyani, Ical mempunyai sejumlah "dosa besar" yang dianggap sudah tak bisa dimapuni.

Di mata Sri, Ical harus bertanggung jawab terhadap bencana lumpur Lapindo yang telah menenggelamkan sebagian wilayah di Porong, sehingga menimbulkan kerugian sangat besar dan penderitaan dari penduduk. Pemerintah bukannya mendesak perusahaan Bakrie membayar kerugian tersebut, dan menjatuhkan sanksi akan kelalain yang menyebankan bencana lumpur, namun sebaliknya, pemerintah mendukung pencalonan Ical sebagai ketum Partai Golkar.

Kesalahan kedua Ical adalah karena pemerintah SBY-JK mengintervensi penjualan saham PT Bumi Resource Tbk yang notabene adalah milik keluarga Bakrie. Pada Oktober 2008, bersamaan krisis finansial dunia, saham-saham perusahaan nasional di BEI jatuh bebas tidak terkendali. Saham BUMI yang tiga bulan sebelumnya mencapai Rp7.000 per saham, anjlok dibawah Rp1.000 per saham. Tapi, pihak otoritas saham tiba-tiba menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham BUMI hanya karena adanya ‘titipan’ dari Menko Kesra Aburizal Bakrie.

Di samping itu, Sri mempersoalkan sejumlah perusahaan milik keluarga Bakrie yang mengemplang pajak. Selanjutnya, kebijakan Sri Mulyani menertibkan rekening liar di sejumlah departemen karena diduga menjadi alat money laundring sangat tidak disukai oleh kalangan pengusaha dan politikus. Sampai tahun 2008, jumlah rekening liar yang berhasil ditutup mencapai 2.086 rekening senilai Rp7,28 triliun.

Kubu Ical tentunya tidak tinggal diam. Isu skandal Bank Century dijadikan serangan balik oleh Ical untuk memukul Sri Mulyani. Kala itu, Ketua Umum Partai Golkar gencar menyuarakan penonaktifan Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani, selama proses pemeriksaan Pansus Angket Century. Dalam istilah ilmu pemerintahan dikenal dengan "issue and counter issue"

Ini buntut dari konflik personal secara terbuka di antara keduanya. Dalam wawancara di The Wall Street Journal edisi Kamis 9 Desember 2009, Sri Mulyani menyebutkan jika Ical tidak menyukainya setelah menolak menutup perdagangan saham BUMI Resources milik Bakrie yang mengalami kejatuhan.

Pada akhirnya, Mulyani dan Boediono secara politis divonis bersalah oleh Pansus Angket Century yang dimotori Golkar, sebaai pihak yang paling bertanggung jawab dalam kasus Century. Sementara tudingan pidana korupsinya mandek di Komisi Pemberantasan Korupsi sehingga tak jelas juntrungannya.

Akhir dari kasus yang tak pernah terang-benderang ini mengantarkan Sri Mulyani hengkang dari Tanah Air dengan menerima pinangan dari Bank Dunia. Pemeritahan SBY-Boediono selamat dari pemakzulan, namun kasus Century masih menyimpan bom waktu yang dapat diledakan lagi.

Kini Ical dengan kendaraan politik Golkar sudah membulatkan tekad maju di Pilpres. Bagaimana dengan Sri Mulyani? Adalah Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) yang bakal mengusungnya di Piplres. Kabarnya, Partai Demokrat juga tengah mengelus wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 sebagai capres.

Seandainya, kedua tokoh ini berhadap-hadapan di Pilpres 2014 tentu akan membuka perang terbuka secara lembaga dan personal jilid dua. Sebuah pertempuran yang tidak kalah sengit dari sebelumnya. Keduanya masih memegang kartu As dan sisa amunisi dari kasus-kasus yang belum benar-benar tuntas itu.

Ingin tahu lebih mengenai Sri Mulyani silahkan kunjungi http://srimulyani.net/

Sumber : http://dm-ramdan.blogspot.com (sudah dilakukan pengeditan sebelum diterbitkan)

Kisah Umat Muslim Rusia Pada Bulan Ramadhan


Ramadhan datang sudah. Semua umat Islam akan menjalankan ibadah puasa. Tidak terkecuali di Negeri Beruang Putih, Rusia. Puasa yang jatuh di musim panas ini bisa berlangsung lebih 19 jam. wow !!!!!

Tanggal 1 Agustus 2011 benar-benar jatuh sebagai hari pertama puasa tahun 1432 H, akibatnya bumi utara lagi kebagian matahari. Lagi musim panas. Adapun di bagian selatan bumi sedang mengalami musim dingin. Ini artinya, hampir sepanjang hari matahari akan banyak nongol di seputaran Rusia dan hanya terlelap tidur dalam waktu yang amat singkat. Akibatnya, puasa menjadi panjang seperti ular naga dan memungkinkan pelakunya meraup banyak pahala.

Berdasarkan kalender puasa yang baru saja beredar di Moskwa, pada 1 Agustus mendatang, ibukota Rusia sebagai salah satu kota di ujung utara bumi, akan memulai puasa puasa (imsak) dengan pada jam 03.15 dini hari dan buka puasa pada pukul 21.37 malam hari. Hitung punya hitung, para muslimin di Rusia pada hari penuh berkah itu akan menahan lapar dan dahaga pada kisaran 18,5 jam. Atau 6 jam lebih panjang dibandingkan di Indonesia. Hmmm lumayan kan, karena satu hari hanya terdiri dari 24 jam.

Kalau aktivitas ibadah Ramadan di Rusia dibagi-bagi lagi, akan ketahuan adanya tantangan yang sungguh berat. Bayangkan saja, waktu buka puasa jatuh pada pukul 21.30, lalu sholat maghrib dilanjutkan makan malam, maka semua itu baru akan kelar pada pukul 22.30. Istirahat sejenak, kemudian Isya datang pada pukul 23.28 nyaris tengah malam. Nah, bila dirangkaikan dengan sholat tarawih di masjid dengan segala tadarus dan doanya, maka seorang muslim dari Moskwa baru akan sampai rumahnya pada 01.30 dini hari. Lalu tidur sebentar (dua jam) sudah harus bangun lagi untuk sahur.

Bukan hanya itu, pada musim panas maka suhu udara juga naik menjadi sekitar 33 derajat Celcius di siang hari. Tentu saja hal ini menjadikan tenggorokan sangat kering karena udara disana tidak lembab. Pada musim panas tahun 2010, Moskwa mendapatkan udara panas hingga 40 derajat plus kebakaran hutan yang amat akut. Sudah gitu, tidak semua kantor dan perumahan memiliki fasilitas AC. Huh, benar-benar cape deh.

Ya, diatas hal tersebut, semua akan lebih berat buat para ibu yang harus menyiapkan dan menghidangkan makanan sahur dan buka. Istirahat mereka pastilah akan sangat pendek sekali. Mungkin tidur malam hanya satu setengah jam saja. Bandingkan dengan muslim di Indonesia yang rata-rata bisa mulai istirahat pada pukul 21.00 dan baru bangun sahur pada 03.30, alias bisa beristirahat selama 6,5 jam.

Memang, matahari tidak selamanya bercokol di bagian utara. Sesuai dengan kodratnya, pada bulan Agustus sudah mulai bergeser ke selatan sedikit demi sedikit. Artinya, waktu puasa juga semakin pendek dan waktu istirahat semakin panjang. Namun tetap saja masih jauh lebih lama dibanding di tanah air.

Pada tanggal 10 Agustus 2011 misalnya, imsak sudah berubah menjadi 03.30 atau mengalami pergeseran 15 menit dan buka puasa pada 21.18. Sepuluh hari kemudian, imsak jatuh pukul 03.40 dan buka puasa pada 20.55. Sedangkan puasa pada puasa terakhir, imsak sudah mundur ke angka 04.10 dan buka puasa pada pukul 20.28.

Jujur saja, sebenarnya puasa 18,5 jam di Rusia saat ini bukanlah puasa terpanjang. Puasa paling lama di bumi utara akan datang di Rusia sekitar 5 tahun lagi pada saat Ramadan bertepatan dengan minggu terakhir Juni hingga awal Juli. Itulah puncak musim panas di sana. Ketika mata masih terkantuk-kantuk bangun tidur, matahari sudah nongol dan ketika mata mulai terpejam di atas kasur, sang mentari masih mencorong.

Pada minggu ketiga Juni misalnya, imsak biasanya jatuh pada jam 02.40 dan buka puasa pada jam 22.20 serta isya pukul 00.11. Bila saja puasa dijalankan pada masa ini maka seseorang harus mampu menahan lapar dan dahaga hampir 20 jam lamanya. Bahkan di beberapa tempat karena kekhususan lokasinya, malah nyaris tidak punya malam hari. Di St. Petersburg misalnya, disana pada minggu ketiga bulan Juni sering terjadi apa yang disebut white night, malam tanpa gelap. Kalau kebetulan menemui kejadian ini, maka bisa jadi matahari hanya sempat tidur dalam hitungan satu jam saja.

Jangan lupa, Rusia bukanlah negara paling ujung dunia. Di sebelah utaranya masih ada Denmark, Findlandia, Norwegia dan lainnya. Di negeri-negeri tersebut pada musim panas mahatari bercokol lebih lama alias puasa menjadi makin panjang. Bisa jadi, pada puncak musim panas, puasa mencapai 20-22 jam dalam sehari.

Inilah sebuah masalah praktek keagamaan yang sering menjadi perdebatan banyak orang. Apakah puasa hanya mendasarkan pada hitungan matahari, ataukah juga mengikuti ukuran-ukuran kesehatan manusia. Apabila puasa itu dimaksudkan agar terjadi proses kesehatan dalam tubuh manusia, apakah dengan berpuasa lebih dari tiga perempat hari masih masuk dalam katagori menyehatkan? Padahal dalam sebuah firmanNya, Tuhan mengatakan tidak akan memberi beban manusia diluar kemampuannya.

Persoalan diatas rupanya tidak sempat secara khusus dibahas oleh para ahli fiqih klasik. Mereka belum secara rinci melihat berbagai kemungkinan puasa di titik-titik ekstrim dunia. Agama Islam yang diturunkan di negeri Arab dan banyak berkembang di wilayah tropis memang tidak mendatangkan masalah besar terkait dengan perubahan waktu puasa.

Justru para kyai di zaman modern saat ini mulai memberikan fatwa tentang soal puasa di titik ekstrem. Menurut sebagian ulama yang memahami bahwa ayat puasa senantiasa dikaitkan dengan matahari, maka puasa dimanapun harus berdasarkan terbit dan tenggelamnya sang surya. Berapa lamanya puasa ditentukan oleh mencorongnya matahari. "Wajib berpuasa dalam masa tersebut, kecuali tidak mampu," ujar mereka.

Apabila ajaran ini dilaksanakan, maka setiap muslim mau tidak mau harus berpuasa sangat lama, pada kisaran 20 jam. Atau hanya mengalami istirahat puasa dalam jangka yang sangat pendek, yakni rata-rata 3 jam saja perhari. Dibanding muslim di tempat lain, maka keadilan puasa panjang tersebut adalah manakala puasa datang pada musim dingin, 20 tahun kemudian. Saat itu akan ada kompensasi berupa puasa menjadi sangat pendek, yakni pada kisaran 9 jam saja.

Ada juga ulama yang berpendapat, sekiranya tidak mampu menjalani puasa panjang seperti di Rusia saat ini, maka mereka bisa mengacu pada waktu puasa di Mekkah. Waktu mulai dan buka puasanya disamakan dengan di kota Mekkah. Di sisi lain, ada juga ulama yang berpendapat bahwa mereka bisa mengikuti waktu negara dimana paling lama ditinggali. orang yang lama tinggal di Jakarta akan berpedoman dengan waktu puasa di Jakarta.

Bagi kebanyakan muslim Rusia, puasa panjang sudah merupakan sebuah fenomena alam yang jamak. Tidak ada yang aneh lagi. Menurut beberapa ulama setempat, hal ini merupakan tantangan iman bagi mereka. Kalau iman kuat, maka puasa panjang tidak akan pernah menjadi masalah sebab masih jauh lebih enteng dibanding perjuangan Nabi Muhammad SAW ketika menyebarkan Islam pertama kali.

Meskipun begitu, para muallaf di Rusia banyak juga yang tidak menjalankan puasa. Seorang pekerja bangunan di apartemen saya misalnya, menyatakan tidak menjalankan puasa pada waktu musim panas. "Dengan pekerjaan saya seperti ini, maka jujur saja saya tidak mampu menjalaninya. Semoga Tuhan memaklumi," ujarnya.

Sementara itu Abudullah, seorang muslim asal Indonesia yang sudah lama menjadi staf KBRI Moskwa lain lagi ceritanya. Baginya yang penting adalah usaha maksimal dalam menjalankan ibadah puasa. Diatas itu maka hanya Tuhan yang bisa memahami dan mamaklumi. "Saya akan penuhi semua ketentuan waktu sesuai dengan kalender matahari sampai saya benar-benar tidak mampu menjalaninya," tegasnya penuh keyakinan.

(M. Aji Surya adalah diplomat Indonesia pada KBRI Moskwa, ajimoscovic@gmail.com) [kompas.com]

Kisah Bocah Misterius di Ketapang Pada Bulan Ramadhan


Beberapa tahun silam saya menemukan di sebuah milis posting menarik dan menggugah bertajuk “Bocah Misterius”. Setiap kali saya publish, respon an comment yang datang sangat banyak. Karena itu saya merasa perlu mempublishnya lagi menjelang Ramadhan yang sangat kita tunggu.

Bocah itu menjadi pembicaraan dikampung Ketapang. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung. Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja diatasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini bagi orang kampung sungguh menyebalkan.

Yah, bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat diplastik es tersebut.

Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa! Tapi ini justru terjadi ditengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yang melihatnya. Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa, karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari dikampung itu lebih terik dari biasanya.

Luqman mendapat laporan dari orang-orang kampong mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan memperagakan bagaimana dengan nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti isi daging tersebut. Pernah ada yang melarangnya, tapi orang itu kemudian dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan. Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan.

Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya. Luqman memutuskan akan menunggu kehadiran bocah itu. Kata orang kampung, belakangan ini, setiap bakda zuhur, anak itu akan muncul secara misterius. Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang sama dengan hari-hari kemarin dan akan muncul pula dengan es kelapa dan roti isi daging yang sama juga! Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu datang lagi. Benar, ia menari-nari dengan menyeruput es kelapa itu.

Tingkah bocah itu jelas membuat orang lain menelan ludah, tanda ingin meminum es itu juga. Luqman pun lalu menegurnya.. Cuma,ya itu tadi,bukannya takut, bocah itu malah mendelik hebat dan melotot, seakan-akan matanya akan keluar. “Bismillah.. .” ucap Luqman dengan kembali mencengkeram lengan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya. Ia berpikir,kalau memang bocah itu bocah jadi-jadian, ia akan korek keterangan apa maksud semua ini.

Kalau memang bocah itu “bocah beneran” pun, ia juga akan cari keterangan, siapa dan dari mana sesungguhnya bocah itu. Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. Luqman pun menyentak tanggannya, menyeret dengan halus bocah itu, dan membawanya ke rumah. Gerakan Luqman diikuti dengan tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang yang melihatnya. “Ada apa Tuan melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi daging ini? Bukankah ini kepunyaan saya?” tanya bocah itu sesampainya di rumah Luqman, seakan-akan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang kelakuannya.

Matanya masih lekat menatap tajam pada Luqman. “Maaf ya, itu karena kamu melakukannya dibulan puasa,” jawab Luqman dengan halus,”apalagi kamu tahu, bukankah seharusnya kamu juga berpuasa? Kamu bukannya ikut menahan lapar dan haus, tapi malah menggoda orang dengan tingkahmu itu..” Sebenarnya Luqman masih akan mengeluarkan uneg-unegnya, mengomeli anak itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap Luqman lebih tajam lagi.

“Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami semua! Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal ini ketimbang saya..?! Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup dibawah garis kemiskinan pada sebelas bulan diluar bulan puasa? Bukankah kalian yang lebih sering melupakan kami yang kelaparan, dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami? Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang menangis? Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan hingga kematian menjemput ajal..?! Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja bagi kalian untuk menahan lapar dan haus? Ketika bedug maghrib bertalu, ketika azan maghrib terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian…!?” Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi kesempatan pada Luqman untuk menyela.

Tiba-tiba suara bocah itu berubah. Kalau tadinya ia berkata begitu tegas dan terdengar “sangat” menusuk, kini ia bersuara lirih, mengiba. “Ketahuilah Tuan.., kami ini berpuasa tanpa ujung, kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya bulan puasa, lantaran memang tak ada makanan yang bisa kami makan. Sementara Tuan hanya berpuasa sepanjang siang saja.

Dan ketahuilah juga, justru Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan lah yang menyakiti perasaan kami dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri? Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian menyebutnya dengan istilah menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri? Tuan.., sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yang seadanya pula. Tuan.., kalianlah yang melupakan kami, kalianlah yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk di bulan ramadhan ini. Apa yang telah saya lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap orang-orang kecil seperti kami…! Tuan.., sadarkah Tuan akan ketidak abadian harta?

Lalu kenapakah kalian masih saja mendekap harta secara berlebih? Tuan.., sadarkah apa yang terjadi bila Tuan dan orang-orang sekeliling Tuan tertawa sepanjang masa dan melupakan kami yang semestinya diingat? Bahkan, berlebihannya Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan bukan hanya pada penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat.. Tahukah Tuan akan adanya azab Tuhan yang akan menimpa? Tuan.., jangan merasa aman lantaran kaki masih menginjak bumi.

Tuan…, jangan merasa perut kan tetap kenyang lantaran masih tersimpan pangan ‘tuk setahun, jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah menyatu dengan bumi kelak….” Wuahh…, entahlah apa yang ada di kepala dan hati Luqman. Kalimat demi kalimat meluncur deras dari mulut bocah kecil itu tanpa bisa dihentikan. Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut adalah benar adanya! Hal ini menambah keyakinan Luqman, bahwa bocah ini bukanlah bocah sembarangan. Setelah berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah itu pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang dibuatnya terbengong-bengong.

Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi. Begitu sadar, Luqman berlari mengejar ke luar rumah hingga ke tepian jalan raya kampung Ketapang. Ia edarkan pandangan ke seluruh sudut yang bisa dilihatnya, tapi ia tidak menemukan bocah itu. Di tengah deru nafasnya yang memburu, ia tanya semua orang di ujung jalan, tapi semuanya menggeleng bingung. Bahkan, orang-orang yang menunggu penasaran didepan rumahnya pun mengaku tidak melihat bocah itu keluar dari rumah Luqman! Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah menghilang! Luqman tidak mau main-main. Segera ia putar langkah, balik ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan bersyukur.

Meski peristiwa tadi irrasional, tidak masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk akal saja. Bahwa memang betul adanya apa yang dikatakan bocah misterius tadi. Bocah tadi memberikan pelajaran yang berharga, betapa kita sering melupakan orang yang seharusnya kita ingat..

Yaitu mereka yang tidak berpakaian, mereka yang kelaparan, dan mereka yang tidak memiliki penghidupan yang layak. Bocah tadi juga memberikan Luqman pelajaran bahwa seharusnya mereka yang sedang berada diatas, yang sedang mendapatkan karunia Allah, jangan sekali-kali menggoda orang kecil, orang bawah, dengan berjalan membusungkan dada dan mempertontonkan kemewahan yang berlebihan. Marilah berpikir tentang dampak sosial yang akan terjadi bila kita terus menjejali tontonan kemewahan, sementara yang melihatnya sedang membungkuk menahan lapar.

Luqman berterima kasih kepada Allah yang telah memberikannya hikmah yang luar biasa. Luqman tidak mau menjadi bagian yang Allah sebut mati mata hatinya. Sekarang yang ada dipikirannya sekarang , entah mau dipercaya orang atau tidak, ia akan mengabarkan kejadian yang dialaminya bersama bocah itu sekaligus menjelaskan hikmah kehadiran bocah tadi kepada semua orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya orang.

Kejadian bersama bocah tadi begitu berharga bagi siapa saja yang menghendaki bercahayanya hati. Pertemuan itu menjadi pertemuan yang terakhir. Sejak itu Luqman tidak pernah lagi melihatnya, selama-lamanya. Luqman rindu kalimat-kalimat pedas dan tudingan-tudingan yang memang betul adanya. Luqman rindu akan kehadiran anak itu agar ada seseorang yang berani menunjuk hidungnya ketika ia salah.

Sumber : asaborneo.blogspot.com

Pulau di Atas Kapal Pesiar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kunjungan

Rating for adieth12.blogspot.com
Recommended Post Slide Out For Blogger