KBC Blogger Bertuah Logo Blogger Indonesia

Mahasiswa Impian

Mahasiswa impian. Membaca judul tersebut, cukup mengesankan. Mahasiswa impian. Ada banyak faktor yang mempengatruhi kalau kita memperbincangkan mahasiswa impian. Seperti apakah mahasiswa impian itu ? Untuk siapa mahasiwa impian ? Kriteria apa saja agar bisa disebut mahasiswa impian ? Dan lain sebagainya.

Pada dasarnya mahasiswa memiliki potensi yang sangat besar. Pikiran kritis mereka diharapkan bia menjadi agen of change bagi masyarakat sekitar yang selama ini mendambakan perubahan
menjadi yang lebih baik. Namun tidak semua mahasiswa memiliki potensi yang seperti itu. Mahasiswa yang berpotensi ibarat pemuda yang membawa pedang. Adakalanya pedang itu digunakan untuk menebarkan kebaikan, tapi adakalanya juga untuk menebar kejahatan. Potensi mahasiswa juga seperti itu, mahasiswa bisa menggunakan potensinya untuk kebaikan di masyarakat, tapi juga untuk melakukan kejahatan yang merisaukan masyarakat.

Islam merupakan agama yang selalu memanfaatkan potensi pemuda sejak dahulu sampai sekarang. Kita sebagai mahasiswa Islam seharusnya bisa menjadi kholifatullah di bumi, menggali potensi yang ada di bumi dan memanfaatkan potensi itu demi kemakmuran masyarakat. Semua orang yang ada di dunia memiliki potensi menjadi seorang kholifah, tetapi potensi hanya sekedar potensi kalau tidak dikembangkan. Dari sekian banyak kelompok masyarakat, pemuda terutama mahasiswa adalah kelompok masyarakat terpelajar yang paling diharapkan menjadi kholifatullah atau kholifah Allah di dunia yang bisa memakmurkan masyarakat. Islam memiliki ajaran yang sesuai di segala zaman dan berbagai bentuk tipe masyarakat.

Dari uraian diatas, kita bisa membagi mahasiswa Islam kedalam 5 kelompok besar.

Yang pertama adalah kelompok mahasiswa Islam yang tidak puas dengan kondisi sekarang lalu mereka melakukan perubahan. Mereka melihat sistem kehidupan yang berlaku hanya menimbulkan kesengsaraan dan kemlaratan. Mereka ingin melakukan perubahan ke sistem demokrasi yang sebenarnya. Isu kekuasaan ditangan rakyat, kedaulatan di tangan rakyat menjadi dasar mereka untuk melakukan perubahan. Banyak hal yang mereka jadikan bukti kebrobrokan sistem yang menimbulkan penderitaan.

Yang kedua adalah mereka yang terbisu dalam jurang kemaksiatan. Tidak jarang kelompok mahasiswa ini terkena jeratan obat-obatan terlarang, seks bebas, dll. Masa muda mereka dihabiskan untuk bersenang – senang tanpa memperdulikan nilai – nilai kebaikan yang seharusnya mereka dengungkan kepada masyarakat yang memimpikan mereka. Nilai – nilai kerohanian telah hilang dalam diri mereka. Agama tidak lagi menjadi pijakan mereka, tetapi hawa nafsu menjadi raja dalam hati.

Kelompok ketiga adalah kelompok mahasiswa Islam yang cuek dengan keadaan masyarakat sekitar. Mereka lebih bersifat individualis. Pada umumnya mereka adalah mahasiswa yang cerdas dalam hal akademik, tetapi potensi mereka belum terjamah pada masyarakat umum. Cita – cita mereka adalah meraih prestasi yang tinggi, setelah kuliah dapat kerja, gaji besar, istri cantik, anak yang imut dan manis. Lingkungan mereka hanya terpaku pada kampus dan rumah. ”persetan dengan orang lain, yang penting aku senang” ini yang sering meraka ucapkan. Sifat individualis mereka sangat tinggi, mereka berhasil dalam kuliah tapi gagal dalam bermasyarakat.

Kelompok keempat adalah keompok mahasiswa Islam yang terpengaruh dengan agama lain, sehingga mereka keluar dari Agama Islam dan menjadi aktivis penyeru kepada msyarakat agar mengikuti jejak mereka untuk keluar dari Islam dan masuk ke agama lain. Sifat ke-Islama-an yang semula melekat dalam hati mereka, telah ditinggalkan dan mengganti dengan nilai-nilai agama lain.

Kelompok kelima adalah kelompok mahasiswa yang peduli pada lingkungan, mereka sadar akan kebobrokan lingkungan karena tidak diterapkannya aturan Islam. Mereka selalu menyerukan agar aturan Islam diterapkan agar perbaikan lingkungan menjadi lebih baik bisa dilakukan. Mereka adalah mahasiswa modern tapi tidak melupakan kaidah – kaidah Islam, mereka mempelajari ilmu modern tetapi kitab – kitab tempo dulu karangan ulama Islam tetap menjadi santapan mereka dalam belajar.

Dengan uraian singkat 5 kelompok mahasiwa tersebut, pembaca bisa menilai, mahasiswa impian seperti apakah yang diharapkan? Untuk siapa mahasiswa impian ? Apa saja yang harus dimiliki agar bisa menjadi mahsiswa impian ? Pembaca bisa memilih dan beropini…???

sumber : http://forummahasiswateladan.blogspot.com/2011/05/mahasiswa-impian.html

Impian Seorang Mahasisiwi

Hari pertama kuliah di kampus, profesor memperkenalkan diri dan menantang kami untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal. Saya berdiri dan melihat sekeliling seketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu saya.

Saya melihat dan mendapati seorang wanita tua, kecil, dan berkeriput, memandang dengan wajah yang berseri-seri dengan senyum yang cerah.
Ia menyapa, "Halo anak cakep. Namaku Rose. Aku berusia delapan puluh tujuh. Maukah kamu memelukku?" Saya tertawa dan dengan antusias menyambutnya, "Tentu saja boleh!". Dia pun memberi saya pelukan yang sangat erat.
"Mengapa kamu ada di kampus pada usia yang masih begitu muda dan tak berdosa seperti ini?" tanya saya berolok-olok. Dengan bercanda dia menjawab, "Saya di sini untuk menemukan suami yang kaya, menikah, mempunyai beberapa anak, kemudian pensiun dan bepergian."

"Ah yang serius?" pinta saya. Saya sangat ingin tahu apa yang telah memotivasinya untuk mengambil tantangan ini di usianya.
"Saya selalu bermimpi untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan kini saya sedang mengambilnya!" katanya.

Setelah jam kuliah usai, kami berjalan menuju kantor senat mahasiswa dan berbagi segelas chocolate milkshake. Kami segera akrab.

Dalam tiga bulan kemudian, setiap hari kami pulang bersama-sama dan bercakap-cakap tiada henti. Saya selalu terpesona mendengarkannya berbagi pengalaman dan kebijaksanaannya.
Setelah setahun berlalu, Rose menjadi bintang kampus dan dengan mudah dia berkawan dengan siapapun. Dia suka berdandan dan segera mendapatkan perhatian dari para mahasiswa lain. Dia pandai sekali menghidupkannya suasana.

Pada akhir semester kami mengundang Rose untuk berbicara di acara makan malam klub sepak bola kami. Saya tidak akan pernah lupa apa yang diajarkannya pada kami. Dia diperkenalkan dan naik ke podium. Begitu dia mulai menyampaikan pidato yang telah dipersiapkannya, tiga dari lima kartu naskah pidatonya terjatuh ke lantai. Dengan gugup dan sedikit malu dia bercanda pada kami. Dengan ringan berkata, "Maafkan saya sangat gugup. Saya sudah tidak minum bir. Tetapi wiski ini membunuh saya. Saya tidak bisa menyusun pidato saya kembali, maka ijinkan saya menyampaikan apa yang saya tahu."

"Kita tidak pernah berhenti bermain karena kita tua. Kita menjadi tua karena berhenti bermain.
Hanya ada empat rahasia untuk tetap awet muda, tetap menemukan humor setiap hari. Kamu harus mempunyai mimpi. Bila kamu kehilangan mimpi-mimpimu, kamu mati.
Ada banyak sekali orang yang berjalan di sekitar kita yang mati namun mereka tak menyadarinya."
"Sungguh jauh berbeda antara menjadi tua dan menjadi dewasa. Bila kamu berumur sembilan belas tahun dan berbaring di tempat tidur selama satu tahun penuh, tidak melakukan apa-apa, kamu tetap akan berubah berubah menjadi dua puluh tahun. Bila saya berusia delapan puluh tujuh tahun dan tinggal di tempat tidur selama satu tahun, tidak melakukan apapun, saya tetap akan menjadi delapan puluh delapan. Setiap orang pasti menjadi tua. Itu tidak membutuhkan suatu keahlian atau bakat. Tumbuhlah dewasa dengan selalu mencari kesempatan dalam perubahan." "Jangan pernah menyesal.

Orang-orang tua seperti kami biasanya tidak menyesali apa yang telah diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang tidak kami perbuat. Orang-orang yang takut mati adalah mereka yang hidup dengan penyesalan."
Rose mengakhiri pidatonya dengan bernyanyi "The Rose". Dia menantang setiap orang untuk mempelajari liriknya dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Akhirnya Rose meraih gelar sarjana yang telah diupayakannya sejak beberapa tahun lalu.
Seminggu setelah wisuda, Rose meninggal dunia dengan damai. Lebih dari dua ribu mahasiswa menghadiri upacara pemakamannya sebagai penghormatan pada wanita luar biasa yang mengajari kami dengan memberikan teladan bahwa tidak ada yang terlambat untuk apapun yang bisa kau lakukan.
Ingatlah, menjadi tua adalah kepastian, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan.
* * *
Sediakan waktu untuk berpikir, itulah sumber kekuatan.
Sediakan waktu untuk bermain, itulah rahasia awet muda.
Sediakan waktu untuk membaca, itulah landasan kebijaksanaan.
Sediakan waktu untuk berteman, itulah jalan menuju kebahagiaan.
Sediakan waktu untuk bermimpi, itulah yang membawa anda ke bintang.
Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai, itulah hak istimewa Tuhan.
Sediakan waktu untuk melihat sekeliling anda, hari anda terlalu singkat untuk mementingkan diri sendiri.
Sediakan waktu untuk tertawa, itulah musik jiwa.
(Pepatah Inggris Kuno) 
 
Catatan Hendry dalam http://indonesia.phn.me/Page13276.aspx

Keajaiban - Keajaiban Dunia Milik Indonesia

1. Prambanan
Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Asia Tenggara. Candi Prambanan terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta. Candi ini dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi. Arsitektur bangunan ini sangat megah dan terdapat candi-candi baik besar maupun kecil pada Komplek Candi Prambanan ini. Juga ada legenda bahwa candi-candi tersebut hanya dibuat dalam satu malam saja oleh kesaktian Bandung bondowoso sebagai syarat mempersunting Loro Jonggrang. Tapi bukan karena legenda itu Prambanan dimasukkan dalam daftar ini tapi karena kehebatan arsitekturnya yang memukau dunia.


2. Bromo
Gunung Bromo merupakan salah satu gunung dari lima gunung yang terdapat di komplek Pegunungan Tengger di laut pasir. Daya tarik gunung ini adalah merupakan gunung yang masih aktif. Obyek wisata Gunung Bromo ini merupakan fenomena alam dengan Kekhasan gejala alam yang tidak ditemukan di tempat lain adalah adanya kawah di tengah kawah (creater in the creater) dengan hamparan laut pasir yang mengelilinginya.
 

3. Danau Toba
 Mungkin banyak yang tidak tahu bahwa Danau Toba dulunya adalah sebuah gunung berapi. Danau ini berada di bekas kawah supervolcano terbesar di dunia. Gunung Toba diperkirakan meletus pada 73 ribu tahun lalu. Letusan ini tercatat sebagai letusan Gunung api terbesar yang mempengaruhi iklim di seluruh dunia 
 

4. Krakatau
 Gunung Krakatau yang letusannya pernah mengguncangkan bumi. Gunung berapi ini pernah meletus pada tanggal 26 Agustus 1883. Letusannya sangat dahsyat dan juga menimbulkan tsunami yang menewaskan sekitar 36.000 jiwa.
Suara letusan gunung Krakatau sampai terdengar di Alice Springs, Australia dan pulau Rodrigues dekat Afrika. Gunung Krakatau berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Bahkan debunya dikatakan sampai ke luar angkasa. Walaupun Krakatau sudah tidak berbahaya seperti dulu lagi (mudah-mudahan) tapi sejarahnya merupakan salah satu keajaiban alam tersendiri.


5. Pulau  Bali
Pulau ini termasuk salah satu pulau terindah di Dunia. Pulau Bali merupakan pulau wisata terbaik di dunia. Obyek-obyek wisata di pulau Bali seperti Kintamani, Pantai Kuta, Danau Batur, Goa Gajah, Tampak Siring, Bedugul, Tanah Lot dan sebagainya. Pulau ini dimasukkan dalam daftar ini karena banyak tempat yang sangat menakjubkan dengan arsitektur bangunan dan keindahan alam di pulau ini yang juga sudah diakui dunia.
 

6. Toraja
Toraja terletak Sulawesi Selatan. Tanah Toraja sangatlah unik, terutama dalam hal penguburan mayat. Mayat-mayat tidak dikubur, tetapi diletakkan di dalam gua-gua di bukit batu. Mayat-mayat ini ditemani oleh patung-patung yang menggambarkan orang yang meninggal tersebut. Di sini terdapat kuburan di bukit batu. Salah satu bentuk kuburan adalah kuburan batu yang dibuat di bagian atas tebing di ketinggian bukit batu. Menurut kepercayaan animisme Aluk To Dolo di kalangan orang Tana Toraja, makin tinggi tempat ditaruhnya mayat tersebut makin cepat rohnya bertemu dengan Tuhan atau surga.
 

7. Danau tiga  warna Kelimutu
 Danau ini oleh dunia disebut sebagai salah satu dari sembilan keajaiban dunia. Danau tiga warna terletak di Gunung Kelimutu, Flores,NTT. Di sana ada tiga danau yang berdekatan namun dengan warna-warna yang berbeda. Danau kawah tersebut adalah Tiwu Ata Polo (danau merah), Tiwu Nua Muri Kooh Fai (danau hijau) dan Tiwu Ata Mbupu (danau biru). Danau Kelimutu merupakan satu-satunya danau di dunia yang airnya dapat berubah setiap saat, dari merah menjadi hijau tua dan kemudian merah hati, hijau tua menjadi hijau muda, coklat kehitaman menjadi biru langit. Fenomena alam ini merupakan keajaiban.


8.  Borobudur
 Candi Borobudur merupakan salah satu candi Budha terbesar di dunia. Candi ini dibangun ketika Samaratungga - raja dari dinasti Syailendra memerintah di Jawa Tengah. Candi ini dianggap merupakan salah satu tujuh keajaiban dunia. Candi Borobudur terletak di desa Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Candi Borobudur sangat besar dan terdiri dari blok batu-batu besar dengan arsitektur yang sangat megah. Karena itu candi Borobudur saya tempatkan pada barisan pertama karena tingkat kesulitan pembuatannya.


9. Puncak Jayawijaya dan Carstenz
Puncak yang juga terdaftar sebagai salah satu dari tujuh puncak benua (Seven Summit) yang sangat fenomenal dan menjadi incaran pendaki gunung di berbagai belahan dunia. Puncak Jayawijaya terletak di Taman Nasional Laurentz, Papua. Puncak ini diselimuti oleh salju abadi. Salju abadi di Puncak Jayawijaya merupakan satu dari tiga padang salju di daerah tropis yang terdapat di dunia.

Di negeri kita yang dilalui garis khatulistiwa ini, menyaksikan adanya salju di Indonesia tentunya sesuatu yang mustahil untuk bisa dimengerti. Carstenz Pyramid (4884 mdpl) adalah salah satu puncak yang bersalju tersebut. Puncak tertinggi di Asia Tenggara dan Pasifik ini terletak di rangkaian Pegunungan Sudirman. Puncak ini terkenal tidak hanya karena tingginya, tetapi juga karena terdapat lapisan salju di puncaknya.


10. Pulau Komodo
 Pulau Komodo terletak di sebuah selat antara Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat (NTB). Di Pulau Komodo terdapat kadal terbesar di dunia, yaitu biawak Komodo (Varanus komodoensis). Komodo dipercaya sebagai sisa binatang purba Dinosaurus yang masih hidup. panjang komodo dapat mencapai 3 meter dengan berat bisa mencapai 140 kg. Pada peariran di pulau Komodo juga terdapat perairan yang termasuk keajaiban dunia bawah air. Dasar laut perairan Komodo adalah yang terbaik di dunia, di permukaan laut menyembulnya daratan-daratan kering yang berbukit karang. Sangat pantas pulau Komodo dimasukan dalam daftar keajaiban di Indonesia.


sumber : artiunik.blogspot.com

Nasionalis yang Realistis

International Sports Stadium di Australia pada 11 April 2001. Wasit Ronan Leaustic asal Tahiti menyudahi laga Australia melawan American Samoa dalam kualifikasi Piala Dunia 2002. Skor akhir 31-0.


Australia mencatatkan dirinya sebagai tim yang berhasil meraih kemenangan dengan skor terbesar di dunia dalam pertandingan internasional resmi. Sebelumnya di bulan yang sama, dengan kemenangan 22-0 atas Tonga membuat Australia memutus rekor Kuwait yang melumat Bhutan 20-0 pada Februari 2000.

American Samoa dan Tonga jelas bukan negara sepak bola. Pengertiannya, sebagian besar masyarakat di kedua negara itu tidak menjadikan sepak bola sebagai olah raga, permainan, dan hiburan yang penting.

Saya tak bisa membayangkan Kota Malang tanpa sepak bola. Begitu juga Medan, Makassar, Surabaya, hingga Ibu Kota. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, sepak bola adalah hiburan yang kerap menjadi pelarian pahitnya kehidupan. Mereka yang berpeluh mengenakan jersey Merah-Putih dengan Burung Garuda di dadanya adalah atlet-atlet pilihan yang menjadi wakil mengharumkan nama bangsa melalui sepak bola.

Eh, apakah ini artinya bila 12 orang yang menjemput Nazaruddin menggunakan pesawat sewaan ke Kolombia boleh memakai biaya hingga 4 miliar rupiah, timnas Merah-Putih juga layak mendapat perlakuan serupa?

Ah, tak usah dibahas. Mari kembali ke American Samoa dan Tonga. Saya sungguh tertarik mencari apa reaksi Tunoa Lui, pelatih American Samoa, di kamar ganti ketika di babak I timnya tertinggal 0-16. Begitu pula sikap Gary Phillips, pelatih Tonga ketika itu.

Pada 2001, Tonga hanya memiliki 500 pemain sepak bola. Bahkan The Independent memberitakan, banyak dari mereka bermain dengan si kulit bundar tanpa mengenakan sepatu. Bagaimana dengan lapangan sepak bola? Aduh, jangan harapkan ada stadion megah di sana dengan daya tampung seperti Stadion Utama Gelora Bung Karno.

"Hari ini adalah waktu yang indah dan menarik bagi sepak bola Tonga," ujar Phillips. "Untuk pertama kali kami bermain di bawah sinar lampu dan pertama kali pula bermain di sebuah taman yang memilii rumput di atasnya."

Saya menangkap semburan harapan dalam rangkaian kalimat yang dipilih Gary Phillips, pria Australia yang pernah menjadi gelandang klub Sydney Olympic dan Brisbane Strikers.

Sepertinya Phillips setuju dengan ucapan Ara Parseghian, pelatih American football yang ngetop di era 1970-an. Katanya, "Seorang pelatih yang baik akan membuat pemainnya melihat apa yang mereka dapat, bukan siapa mereka saat ini."

Pembicaraan tentang pelatih di Tanah Air saat ini tengah memanas. Kekalahan 0-2 dari Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (6/9) telah membawa tim nasional Indonesia ke dalam posisi sulit di Grup E untuk menggapai mimpi tampil di Piala Dunia 2014.

Ketika menerima tugas meng­gantikan Alfred Riedl, Wim Rijsbergen dengan gagah mengaku kepada wartawan dia optimistis terhadap tim barunya. Perjalanan melewati Turk­menistan di babak II kualifikasi PD 2014 dilalui tanpa muncul isu tak sedap dari dalam tim.

Lalu, kekalahan 0-3 di Iran pada laga perdana Grup E mulai membuat publik bertanya tentang pekerjaan manajemen timnas, termasuk gaya bermain Bambang Pamungkas dkk.

Tapi tak semua "tokoh" waswas dengan penampilan Tim Garuda di Iran yang berkesudahan 0-3 itu. Gawatnya, melalui media massa tim nasional kita dianggap hanya kalah postur dari tuan rumah, bukan soal kualitas dan taktik permainan.

Takut dicap tidak nasionalis? Hmm... memprediksi Tim Garuda sulit mendapatkan angka di Iran telah membuat saya divonis "tidak nasionalis!"

Apakah arti nasionalis itu? Dalam kamus bahasa Indonesia, nasionalis diartikan sebagai pencinta nusa dan bangsa sendiri, orang yang mem­perjuangkan kepentingan bangsanya.

Kepentingan bangsa! Dalam benak saya, nasionalis itu termasuk tidak memberikan angin surga bahwa tim kita saat ini hebat dan sejajar dengan Iran, Bahrain, dan Qatar. Terlebih atmosfer sepak bola di Tanah Air tidak membantu jagoan-jagoan kita mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Jangan memberikan angin surga ketika masih ada penonton kita tidak siap menerima kekalah­an tim jagoannya. Dampak skor 0-2 versus Bahrain di hadapan publik sendiri adalah satu satu ketidaksiapan kita.

Yang menyedihkan, kekalahan itu dibumbui cerita tak sedap yang menimpa Wim Rijsbergen dan pasukannya. Sang pelatih asal Belanda disebut memaki pemain ketika rehat karena gawang kita kebobolan di pengujung babak I.

"Kalau memang benar Wim berkata tidak sopan kepada pemain, sungguh tidak pantas. Seharusnya pelatih memberi semangat dan menjadi bapak bagi pemain. Ingat, pemain yang dimaki-makinya itu bukan baru satu atau dua kali membela bangsa ini, mereka layak dihargai." Begitu hasil perbincangan saya dengan mantan pemain timnas Patar Tambunan.

"Pelatih itu harus selalu ber­­kata positif. Ia harus jujur, percaya, dan mencintai pemainnya. Mereka perlu saling menghormati. Ucapan Wim menunjukkan dia itu Belanda kampungan!" ujar Sutan Harharah, pria yang masih memegang kontrak sebagai Direktur Teknik PSSI hingga 31 Desember 2011.

Saya percaya, tim yang baik harus memiliki chemistry, menjaga komunikasi dan mengor­bankan kejayaan pribadi demi tujuan bersama.

"Tim ini terbentuk tanpa peran saya sebagai pelatih. Saya akan segera mencari pemain yang siap bekerja keras dan sungguh-sungguh mau membela tim nasional. Banyak dari pemain timnas saat ini tak siap untuk tampil di tingkat internasional. Saya tidak bisa membuat tim ini lebih baik."

Lho? Dengan ucapan seperti itu usai kekalahan dari Bahrain, bagaimana posisi Wim Rijsbergen di mata pesepak bola kita? Di mana sikap optimistis yang ia ucapkan dulu?
 
catatan Weshley Hutagalung ( Bolanews.com )

Indonesia Akan Pecah Ditahun 2015 Menjadi 17 Negara Bagian

Indonesia Pecah 2015. Cukup kaget juga saya membaca tulisan tentang pecahnya negara Indonesia ini. Padahal buku berjudul “Tahun 2015 Indonesia Pecah” tersebut ditulis oleh Direktur Utama Komite Perdamaian Dunia (The World Peace Committe), Djuyoto Suntani tahun 2007 silam.

Menurut penulis, setidaknya ada 5 faktor penyebab pecahnya NKRI. Berikut adalah faktor-faktor penyebabnya :

Penyebab pertama = Siklus tujuh abad atau 70 tahun.
Dalam bukunya ia menuliskan : “Seperti kita ketahui, semua yang terjadi di alam ini mengikuti suatu siklus tertentu. Eksistensi suatu bangsa dan negara juga termasuk dalam suatu siklus yang berjalan sesuai dengan ketentuan hukum alam. 

Dia mengambil contoh Kerajaan Sriwijaya yang berkuasa pada abad 6-7 M di mana waktu itu rakyat di kawasan Nusantara bersatu di bawah kepemimpinannya. Memasuki usia ke-70 tahun kerajaan itu mulai buyar dan muncul banyak kerajaan kecil yang mandiri berdaulat. Alhasil, di awal abad ke-9 nama Kerajaan Sriwijaya hanya tinggal sejarah. Tujuh abad kemudian (abad 13-14 M) lahir Kerajaan Majapahit di Trowulan, Jawa Timur sekarang. 

Kerajaan besar itu berhasil menyatukan kembali penduduk Nusantara. Namun, kerajaan ini pun bernasib sama dengan Sriwijaya. Memasuki usia ke-70 pengaruhnya mulai hilang dan bermunculanlah kerajaan-kerajaan kecil di Nusantara. Nama Majapahit pun hilang ditelan bumi. Tujuh abad pasca-jatuhnya Majapahit, di tahun 1945 (abad 20) rakyat Nusantara kembali bersatu dalam suatu ikatan negara bangsa bernama Republik Indonesia (abad 20-21). Tahun 2015 akan bertepatan RI merayakan HUT-nya yang ke-70″.

Penyebab Kedua = Hilangnya Figur Tokoh Pemersatu

Dia pun menyatakan : “Selama ini saya selalu optimis, tapi melihat perkembangan di lapangan, apa yang terjadi pada sesama anak bangsa, sungguh mengenaskan. Irama perpolitikan nasional dewasa ini mengisyaratkan hitungan siklus bersatu dan bubar dalam tujuh abad, 70 tahun tampaknya kembali terulang. Berbagai fenomena alam yang menguat ke arah bukti kebenaran siklus sudah banyak kita saksikan. Pertengkaran sesama anak bangsa, terutama elite politik, tidak kunjung selesai, tulis Djuyoto. Penyebab kedua, Indonesia telah kehilangan figur pemersatu bangsa. 

Setelah Ir Soekarno dan HM Soeharto, tidak ada tokoh nasional yang benar-benar bisa mempersatukan bangsa ini. Masing-masing anak bangsa selalu merasa paling hebat, paling mampu, paling pintar, dan paling benar sendiri. Para tokoh nasional yang memimpin negeri ini belum menunjukkan berbagai sosok negarawan karena dalam memimpin lebih mengutamakan kepentingan politik golongan/kelompok daripada kepentingan bangsa (rakyat) secara luas. Kehilangan figur tokoh pemersatu adalah ancaman paling signifikan yang membawa negeri ini ke jurang perpecahan”. Katanya tegas.

Penyebab Ketiga = Masing-masing tokoh ingin menjadi nomor satu di suatu negara.

Pertengkaran sesama anak bangsa yang sama-sama merasa jago dan hebat, masing-masing punya kendaraan partai, punya jaringan internasional, punya dana/uang mandiri, punya akses, merasa punya kemampuan jadi Presiden; merupakan penyebab ketiga Indonesia akan pecah berkeping-keping menjadi negara-negara kecil. Fenomena ini sudah menguat sejak era reformasi yang dimulai dengan diterapkannya UU Otonomi Daerah.
Penyebab Keempat = Adanya Konspirasi Global Tingkat Tinggi

Salah satu penyebab Indonesia akan pecah di tahun 2015 karena adanya konspirasi global. Ada grand strategy global untuk menghancurkankeutuhan Indonesia. Ada skenario tingkat tinggi yang ingin menghancurkan Indonesia atau bahkan menghilangkan nama Indonesia sebagai negara bangsa, tegasnya.

Konspirasi global ini, Djuyoto Suntani melihat, terus bergerak dan bekerja secara cerdas dengan menggunakan kekuatan canggih melalui penetrasi budaya, penyesatan opini, arus investasi, berbagai tema kampanye indah seperti demokratisasi, hak asasi manusia, kesetaraan gender, modernisasi, kebebasan pers, kemakmuran, kesejahteraan, sampai pada mimpi-mimpi indah lewat bisnis obat-obatan terlarang dengan segmen generasi muda.

Penyebab kelima = Karena faktor nama.
 
Apa yang salah dengan nama? Ternyata, nama Indonesia sesungguhnya berasal dari warisan kolonial Belanda yakni East-India atau India Timur alias Hindia Belanda. Kalangan tokoh politik Belanda tingkat atas malah sering menyebut Indonesia dengan singkatan: In-corporate Do/e-Netherland in-Asia atau kalau diartikan secara bebas nama Indonesia sama dengan singkatan Perusahaan Belanda yang berada di Asia. Pemberian nama Indonesia oleh Belanda memang memiliki agenda politik tersembunyi sebab Belanda tidak rela Indonesia menjadi bangsa dan negara yang besar. 

Nama orisinil kawasan negeri ini yang benar adalah Nusantara, yang berasal dari kata Bahasa Sansekerta Nusa (pulau) dan Antara. Artinya, negara yang terletak di antara pulau-pulau terbesar dan terbanyak di dunia sebab negara kita merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Bila para anak bangsa tahun 2015 mampu menyelamatkan keutuhan negeri ini sebagai satu bangsa, salah satu opsi adalah dengan penggantian nama dari Indonesia menjadi Nusantara. Nama Nusantara lebih relevan, orisinil, berasal dari jiwa bumi sendiri dan lebih membawa keberuntungan, pesan Djuyoto. 

Namun, karena perpecahan sudah di ujung tanduk, salah satu agenda dalam membangun komitmen baru sebagai bangsa dalam pandangannya adalah dengan cara (perlu direnungkan) mengganti nama Indonesia menjadi Nusantara. Karena, nama memiliki arti serta memberi berkah tersendiri. Tidak hanya nama Indonesia yang bisa menjadi penyebab negeri ini pecah, nama Jakarta pun ternyata ikut berpengaruh terhadap keutuhan republik ini.

Nama Jakarta, Djuyoto mengungkapkan, memiliki konotasi negatif bagi sebagian besar masyarakat. Bila kita ingin menyelamatkan Indonesia dari ancaman perpecahan serta punya komitmen bersama untuk membawa negara ini menjadi negara besar yang dihormati dunia internasional, maka nama ibukota negara seyogianya dikembalikan kepada nama awalnya yaitu Jayakarta. Nama Jayakarta lebih tepat sebagai roh spirit Ke-Jaya-an Ibukota negara daripada nama Jakarta, sarannya.

Penyebab terakhir = gonjang ganjing pemilihan Presiden tahun 2014.


Dia menyatakan dalam Pilpres 2009 bisa saja sejumlah tokoh yang kalah masih mampu mengendalikan diri tapi gejolak massa akar rumput yang berasal dari massa pendukung tidak mau menerima kekalahan jago pilihannya. Mereka lalu mempersiapkan diri untuk maju bertarung lagi pada Pilpres 2014. Pilpres 2014 adalah puncak ledakan dashyat gunung es yang benar-benar membahayakan integrasi Indonesia. Menurut Djuyoto dari informasi yang ia peroleh di seluruh penjuru Tanah-Air, indikasi karena gengsi kalah bersaing dalam Pilpres Indonesia lantas mengambil keputusan radikal dengan mendeklarasikan negara baru bukanlah sekedar omong kosong tapi akan terbukti. Pergolakan alam negeri ini seperti gunung es yang tampak tenang di permukaan namun setiap saat pasti meletus dengan dashyat.

Djuyoto Suntani menjelaskan, pada Pilpres 2014 bakal bermunculan figur dari berbagai daerah yang mulai berani bertarung memperebutkan kursi RI-1 untuk bersaing dengan tokoh nasional di Jakarta. Para tokoh daerah sudah dibekali modal setara dengan para tokoh nasional di Jakarta. Jika mereka kalah dalam Pilpres 2014, karena desakan massa pendukung, opsi lain adalah mendirikan negara baru, melepaskan diri dari Jakarta. 

Gonjang ganjing Indonesia sebagai bangsa akan mencapai titik didih terpanas pada Pilpres 2014. Jika kita tidak mampu mengendalikan keutuhan negeri ini, tahun 2015 Indonesia benar-benar pecah. Para Capres Indonesia 2014 yang gagal ramai-ramai akan pulang kampung untuk mendeklarasikan negara baru. Mereka merasa punya kemampuan, punya harga diri, punya uang, punya jaringan dan punya massa/rakyat pendukung. Perubahan dan pergolakan politik nasional pada tahun 2014 diperkirakan bisa lebih dashyat karena tidak ada lagi figur tokoh pemersatu yang dihormati dan diterima oleh seluruh bangsa.
sumber : asaborneo.blogspot.com

Peristiwa 9/11 Sudah Diramalkan Nostradamus


Tak lama setelah serangan teroris yang dahsyat atas Gedung World Trade Center di New York pada tanggal 11 September 2001, sebuah ramalan Nostradamus (Perancis pada abad ke 16) mulai beredar di Internet dan media massa.

Mari kita lihat apa yang diramalkan Nostradamus yang telah dilaporkan oleh media massa :
"Di suatu tahun di abad yang baru dan sembilan bulan, dari langit akan datang Raja Teror.Langit akan terbakar pada empat puluh lima derajat. Api akan turun di kota baru yang besar itu."

"Di Kota York akan ada kejatuhan yang besar,
dua bersaudara akan runtuh oleh karena kekacauan
sewaktu benteng pertahanan akan runtuh,
pemimpin agung akan kalah dan Perang besar ketiga
akan dimulai ketika kota besar itu terbakar."

Bahkan ada pula ramalan yang begitu detail yang juga beredar di Internet:
"Telah diramalkan bahwa tepat pada tiga ratus lima puluh tahun
di masa yang akan datang, Burung Phoenix perak akan menyerang
tekanan dua bersaudara yang dibawa oleh bangsa raja-raja,
yang telah diwahyukan. Di Kota Dewa akan terjadi guntur yang luar biasa,
dua bersaudara akan runtuh oleh karena kekacauan."

Apakah Nostradamus benar telah meramalkan pemboman menara kembar di New York? Tidak juga. Mari kita lihat ramalannya yang sesungguhnya:

Mereka tidak mengatakan "Di suatu tahun di abad yang baru dan sembilan bulan", tapi sebenarnya adalah "Di tahun 1999 dan tujuh bulan, dari langit akan datang peringatan dari raja yang berkuasa" (Century 10:72).

Tak satupun disana menyebukan tentang “Dua saudara kembar” akan “runtuh”. “Ramalan” itu sebenarnya berkata "Dua bangsawan bersaudara akan berperang satu sama lain" (Century 3:97).

Sehubungan dengan jatuhnya Kota York dan langit yang terbakar, inilah yang paling dekat yang dia ramalkan:

"Langit akan terbakar pada empat puluh lima derajat,

api akan datang mendekati kota baru yang besar itu.
ketika mereka mengadakan pengadilan bagi bangsa Norman"
(Century 6;97).

Nostradamus tidak pernah menyebutkan kata “benteng” atau “Perang Besar”. Nostradamus hanyalah industri milyaran dollar dan sebagai sedikit tambahan disana-sini atas kata-kata bualannya akan membantu kegiatan bisnis.

Menurut berita BBC, "Buku mengenai Nostradamus, si peramal jaman dahulu kala, telah menjadi buku terlaris menurut Amazon sejak serangan teroris di Amerika Serikat". Mengikuti jejak serangan itu, kata “Nostradamus” telah masuk ke dalam urutan lima puluh besar kata yang seringkali dicari bahkan urutannya diatas kata “sex”.
sumber : asaborneo.blogspot.com

Mr Bean Pensiun


Rowan Atkinson pemeran Mr Bean mengaku tak mau lagi memerankan tokoh Mr Bean yang sudah terlanjur melekat dengannya.

Masalah usia menjadi alasan utama Atkinson enggan memerankan karakter Mr Bean. Saat ini usia Atkinson sudah 56 tahun.

“Sebenarnya jangan pernah berkata tidak akan. Tapi aku hanya merasa sudah terlalu tua untuk memerankan hal itu. Aku merasa mungkin aku tidak akan memainkan karakter Mr. Bean lagi,” ujar Atkinson seperti dikutip dari dailymail, Kamis (8/9/2011).

Menurut Atkinson, karakter Mr.Bean merupakan seorang tokoh yang awet muda dan abadi. Aktor yang memerankan Mr Bean sejak tahun 1990 juga merasa tak pantas lagi bermain menjadi Mr Bean.

“Aku selalu menyukai Mr Bean sebagai tokoh kartun yang tak dimakan usia. Aku melihatnya sebagai orang yang awet muda dan abadi. Aku jelas tidak awet muda dan abadi. Semakin tua, aku merasa kurang pantas bermain sebagai Mr Bean,” jelasnya.

Mr Bean pertama kali muncul sebagai serial Tv sejak 1990 dan tayang selama lima tahun. Meski sempat diwarnai kritikan, Mr Bean mampu meraih sukses besar. Sudah dua film layar lebar tentang Mr Bean dibuat dengan produksi terakhir tahun 2007. 

sumber : asaborneo.blogspot.com

Mobil-Mobil Menteri Indonesia

Berikut mobil-mobil Menteri Indonesia dari masa ke masa :
1. Kabinet Soekarno


Presiden Soekarno memberikan masing-masing satu mobil dinas Dodge Dart untuk para menterinya. Bahkan mobil yang sama juga diberikan kepada perdana menteri dan wakil perdana menteri. 

2. Kabinet Soeharto

Pemerintahan Soeharto selalu memilih Volvo sebagai tunggangan para menterinya. Seri 264 GL yang berkesan eksklusif dan mewah ini dipakai sejak 1978. Sosoknya yang terkesan klasik dan mewah membuat Volvo dianggap pas untuk menambah wibawa para pejabat tinggi. Volvo 264 GL merupakan pengembangan dari 264 DL yang didesain Jan Wilsgaard, memakai mesin Volvo V6 PRV Automatic 2.664 cc dengan 6 silinder. 

3. Kabinet Reformasi dan Gotong Royong 


Pemerintahan BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati Soekarnoputri memembagikan mobil bagi para menteri-menterinya Volvo 960. Mobil ini merupakan bekas Konferensi Tingkat Tinggi APEC 1992. Saat itu Soeharto memborong mobil yang disediakan bagi para pemimpin sejumlah negara. Volvo 960 pertama kali diproduksi pada 1991 di Amerika Serikat. Mulai 1992 hingga 1998 dikerjakan di Swedia. Sejak 1998, mobil ini berubah nama menjadi S90.

4. Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 1

Penggunaan Volvo dihentikan. SBY memiilih Toyota Camry V6. Mobil ini dipakai para pejabat negara, menteri kabinet, dan para pemimpin lembaga negara. 

5. Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2

Mobil menteri akan berganti Crown Majesta kepada pembantu-pembantunya. Mobil mewah ini hanya dipasarkan di Jepang. Meski harganya sekitar Rp 700 juta, bila dibawa ke Indonesia harganya bisa berlipat hingga di atas Rp 1 miliar. Sebab, produsen tidak menanggung ongkos kirim dan pajak.

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10466907
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kunjungan

Rating for adieth12.blogspot.com
Recommended Post Slide Out For Blogger