KBC Blogger Bertuah Logo Blogger Indonesia

Kisah Cleopatra Ratu Mesir Yang Memikat

Kisah Cleopatra tak pernah kehilangan pesona, meskipun ribuan tahun telah lewat semenjak ia hidup di dunia. Misteri tentang dirinya selalu menarik untuk ditelisik, dan kisah-kisah cintanya tak pernah lekang oleh zaman untuk diungkap kembali.

http://anehdidunia.blogspot.com

Wajah Cleopatra diketahui dari koin dan patung yang ditemukan. Sejarahwan Romawi menceritakan bahwa Cleopatra adalah wanita yang buruk rupa, tetapi karena pada masa itu Romawi adalah musuh Cleo, maka penggambaran yang menjelek-jelekkan Cleo mungkin agak hiperbolis. http://anehdidunia.blogspot.com

Adapun ukiran-ukiran Mesir memperlihatkan sosok Cleo yang lembut dan bermata indah. Seperti apapun wajah Cleo yang sesungguhnya, ia adalah seorang wanita yang sangat menawan, cerdas luar biasa, dan memiliki kharisma kuat. Cleopatra juga diceritakan menguasai sembilan bahasa.
 http://anehdidunia.blogspot.com

Sosok Cleopatra dalam patung Romawi
 http://anehdidunia.blogspot.com

Ukiran Mesir yang menggambarkan wajahnya
 http://anehdidunia.blogspot.com

Patung Cleopatra di Mesir.

Cleopatra sangat cerdas dan memiliki kepribadian kuat. Ia adalah keturunan Ptolemy yang berdarah Yunani, dan berasal dari Macedonia. Ia berhasil bertahan dalam keluarga, dimana kakak beradik siap saling membunuh untuk meraih kekuasaan. Cleopatra adalah nama Macedonianya, sedangkan nama takhta Mesirnya adalah Netjeret Mer-it-es yang berarti ‘dewi kesayangan ayahnya’. http://anehdidunia.blogspot.com

Cleopatra dinobatkan menjadi ratu pada usia 18 tahun. Ia menikahi adiknya yang baru berusia 12 tahun, yang kemudian menjadi raja. Praktek incest (menikahi saudara kandung) merupakan kebiasaan pada masa itu dalam budaya Mesir, karena sebagai Pharaoh mereka dianggap keturunan dewa, dan hanya sesama dewa yang boleh menikah. Sewaktu naik takhta, Cleo menerima simbol pharaoh, yaitu tongkat keemasan, cemeti, dan tongkat kerajaan. Ia mengenakan jubah linen dan pakaian kulit resmi. Pita emas yang disebut uraeus melingkar di kepalanya, memperlihatkan ular kobra, yaitu ular penjaga bangsa Mesir.

http://anehdidunia.blogspot.com

Ukiran yang menggambarkan penobatan Cleopatra menjadi Ratu Mesir

Untuk mengukuhkan posisinya di mata rakyat Mesir, Cleo menyebut dirinya sebagai putri dewa paling berkuasa, yaitu Dewa Matahari atau Amun Ra. Ia sendiri memiliki dewi pelindung pribadi, yaitu Isis. Orang Mesir melihat Dewi Isis sebagai dewi baik yang mencintai semua makhluk. Para pharaoh menganggapnya ibu sejati mereka. Pada upacara-upacara ritual, Cleopatra seringkali memerankan dirinya sendiri sebagai Dewi Isis, pelindung seluruh rakyat Mesir.

http://anehdidunia.blogspot.com http://anehdidunia.blogspot.com

Isis, dewi pelindung Cleopatra (kiri) dan kuil untuk para dewa (kanan)

Istana Cleopatra terdapat di Alexandria, sebuah kota pelabuhan yang sibuk di Laut Tengah. Untuk memberi arah pada para pelaut yang akan berlabuh, Ptolemy II (pharaoh pendahulu Cleopatra) membangun mercusuar Pharos pada abad ke 3 SM. Mercusuar ini tingginya lebih dari 100 meter, dikelilingi taman, dan pada puncaknya terdapat patung Dewa Zeus yang berputar di atas api suar yang menyala.

Alexandria adalah kota yang sangat indah. Jalan besar utama, disebut Canopic, membentang dari timur ke barat selebar 30 meter, dengan pohon-pohon palem berderet di kanan kirinya. Di sebelah utara berdiri istana dan Museion, tempat para seniman dan pelajar berkumpul. Di bawahnya terdapat makam Alexander Agung, pendiri kota Alexandria, dan makam semua keluarga Ptolemy. http://anehdidunia.blogspot.com

Di bagian selatan berdiri kuil-kuil yang sangat indah. Alexandria juga memiliki Perpustakaan Bibliotheca Alexandrina yang sangat besar, dengan lebih dari 100.000 gulungan lontar, salinan hampir seluruh buku di dunia pada masa itu.

http://anehdidunia.blogspot.com

Gambar di atas adalah perpustakaan Alexandria zaman dulu. Kini sudah dibangun menjadi perpustakaan modern dan merupakan salah satu perpustakaan terlengkap di dunia.

Istana Cleopatra menghadap ke pelabuhan Alexandria. Bangunan putih dengan pilar-pilar tinggi yang berderet, dikelilingi taman yang indah dan semerbak wangi. Pada siang hari yang panas, Cleo suka berjalan-jalan di sepanjang jalan setapak yang dinaungi bayangan pohon, dan semilir angin yang berhembus. Ia betah berlama-lama duduk di halaman kuil dengan dikelilingi burung-burung meraknya yang indah, air mancur yang eksotis, dan kolam dengan bunga teratai biru dan putih.

Cleo juga memiliki kebun binatang dengan koleksi hewan-hewan langka seperti singa, macan, leopard, gajah, dan beruang. Koleksi tersebut adalah hadiah dari raja-raja kaya Afrika dan dari kerajaan-kerajaan di Timur. Binatang-binatang tersebut dipelihara di sekeliling taman istana, diberi rantai emas dan didandani dengan permata serta pakaian indah.

http://anehdidunia.blogspot.com

Cleopatra bersantai di taman istana bersama dayang-dayangnya.

Seperti wanita modern, Cleo pun suka tampil cantik sepanjang waktu. Ia menggunakan beragam tata rias dan wig (rambut palsu). Kosmetik Cleo terbuat dari tumbuh-tumbuhan dan mineral, seperti bijih tembaga dan bijih timah yang dicampur air. Mineral abu-abu yang disebut Galena digerus untuk menghitamkan mata, sementara oksida besi menjadikan warna kuning kecoklatan pada bibir dan pipi. http://anehdidunia.blogspot.com

Untuk parfumnya, Cleo menggunakan minyak kayu cedar atau kayu manis, madu, dan dupa yang beraroma manis. Cleo juga suka menikmati mandi rempah, mandi lumpur dan mandi susu. Dia sering di-massage oleh dayang-dayangnya, kemudian kuku jari tangan dan kakinya dihias dengan pewarna henna.

http://anehdidunia.blogspot.com

Cleopatra merawat kecantikannya dengan dibantu para dayang-dayang.

Pada masa itu, kekaisaran Romawi sangat berambisi untuk menguasai Mesir, negeri yang kaya dan subur. Cleopatra, sang ratu Mesir, berupaya dengan segala cara untuk melindungi Mesir dari penguasaan Romawi. Karena tahu tentara Mesir tidak akan mampu melawan tentara Romawi, maka Cleo mendekati jenderal pemimpin Romawi, Julius Caesar.

Caesar terpikat dan jatuh cinta setengah mati kepada Cleo. Ia menikahi Cleo, meskipun sesungguhnya ia sudah punya isteri di Romawi bernama Calpurnia. Karena cinta dan kekagumannya kepada Cleo, Caesar membiarkan Cleo tetap menjadi ratu di negerinya sendiri. Setelah terbunuhnya Caesar oleh Senat Romawi, Cleo merasa harus mencari pelindung lain agar ia bisa tetap menjadi ratu di Mesir.

Pilihannya jatuh pada Mark Antony, teman dan letnan Julius Caesar. Antony adalah kapten pasukan kavaleri. Dialah yang mengontrol seluruh wilayah Mediterania. Ketika tahu Antony akan datang menemuinya, Cleo mempersiapkan penyambutan yang istimewa, yang tidak akan pernah dilupakan oleh Antony. http://anehdidunia.blogspot.com

Kapal kerajaan dilapisi emas, sehingga akan berkilauan bila terkena sinar matahari. Layar berwarna ungu terbuat dari sutera dan telah direndam dalam wangi-wangian sehingga angin menghembuskan aroma wangi sepanjang aliran sungai. Dayung berkilau perak menggerakkan kapal, sementara para pendayung bergerak seirama suara flute.

Cleo sendiri duduk di atas takhta dengan penutup tirai berkibar-kibar bagaikan awan emas. Beberapa anak lelaki yang berdandan bagai Cupid, Sang Dewa Asmara, mengipasinya dengan bulu-bulu burung merak. Dayang-dayang duduk di sekitarnya, berperan sebagai peri yang disebut Grace dan Neried, menaburkan kelopak mawar dan siap menawarkan kembang gula di jemari mereka yang lentik.

http://anehdidunia.blogspot.com

Cleopatra dalam kapal mewahnya menyambut kedatangan Mark Antony.

Sebagaimana Julius Caesar, Mark Antony pun bertekuk lutut di hadapan Cleopatra. Ia menjadi kekasih Ratu Mesir itu, dan lebih suka tinggal di istana Cleo daripada mengurusi pasukannya dan berperang menaklukkan jajahan baru. Pewaris Caesar, Octavianus, sangat marah, dan bersama tentara Romawi berniat menyerang Cleopatra dan Antony di Mesir. Antony kalah dalam peperangan di Actium, dan akhirnya memutuskan untuk bunuh diri.

Setelah kematian Antony, Cleo merasa tidak akan mampu mempertahankan Mesir dari gempuran Octavianus. Ia tidak sanggup melihat negeri yang dicintainya bakal dihancurkan Romawi. Ia juga tidak sudi dijadikan tawanan oleh Octavianus dan diarak dalam kehinaan di hadapan rakyatnya sendiri. Maka ketika pasukan Romawi tiba di Mesir, Cleo mengakhiri hidupnya dengan membiarkan ular Asp yang sangat beracun menggigit tubuhnya.

Cleopatra meninggal dengan mahkota masih berada di atas kepalanya. Ia tak pernah kehilangan takhtanya. Ia lebih suka mati daripada jatuh ke tangan lelaki yang akan menghina dan merenggut keratuan dari dirinya. Cleopatra, wanita yang berani, cerdas, dan keras hati. Patutlah jika legenda tentang dirinya tak lekang sepanjang masa.

Tokoh Dunia, Fakta Menarik Christopher Columbus

 

Kita semua tahu siapa Christopher Columbus. Dia adalah seorang penjelajah yang berlayar untuk menemukan India pada 1492. Harapan dan tujuan tidak berhasil saat ia melintasi Samudera Atlantik dan menemukan dunia baru. Namun demikian, fakta lain yang banyak yang tidak menyadari. Artikel ini mencoba untuk menjelaskan setidaknya 7 fakta tentang Columbus yang bisa sedikit nambah ilmu sejarah kita.1. Columbus tidak pernah tiba di daratan Amerika Utara. Perjalanannya membawa dia ke Amerika Tengah dan Selatan, Puerto Rico, Kepulauan Virgin Bahama dan kepulauan Karibia lainnya.


2. Hari Columbus pertama kali dirayakan pada tahun 1792 di New York. 1792, adalah tanda 300 tahun kedatangan Columbus. Hari Columbus menjadi hari libur nasional pada tahun 1937.

3. Columbus bukan orang pertama yang menemukan Dunia Baru. Orang - orang Skandinavia (Viking) menjelajahi benua Amerika Utara pada abad ke-11 dan mendirikan koloni L'Anse aux Meadow.

4. Columbus bertanggung jawab langsung atas pembunuhan ribuan penduduk asli Amerika. Dia mengeksploitasi mereka, memanfaatkan sumber daya dan memperbudak mereka. Hugo Chavez menghancurkan patungnya di Caracas karena dia melihat Columbus sebagai imperialis yang banyak melakukan pembantaian.

5.Columbus dipandang sebagai pola dasar antara yang baik dan yang jahat di Spanyol dan Amerika Utara. Dia juga menjadi simbol budaya.

6. Columbus adalah seorang Italia yang berspekulasi telah lahir di Genoa. Ada klaim bahwa ia sebenarnya lahir di Corsica juga.

7. Christopher Columbus adalah nama Anglophone yang diberikan kepada explorer. Dia memiliki nama Spanyol dan Italia juga. Yang paling terkenal, dia dipanggil Christoforo Kolombo.

Neymar ! Antara Brasil, Messi, Barcelona dan Pembuktian Diri

Bocah 19 tahun ini kemungkinan besar akan jadi simbol sepakbola baru  dari Brasil. Tubuhnya kurus dan tidak terlalu tinggi, yang menonjol hanyalah dandanan rambut mohawk dengan cat pirang yang menyolok serta senyum malunya, itulah Neymar da Silva Santos Jr, bintang baru kebanggaan Brasil.

Setelah menjadi superstar di tanah airnya, Neymar mengalami begitu banyak perubahan yang luar biasa dalam hidupnya. Tawaran dari Eropa terus menggodanya.

Berjuta mata kini siap menyaksikannya untuk membuktikan tentang kehebohan media yang memberitakannya beberapa bulan terakhir ini. Minggu ini, Neymar juga harus membuktikan dan menguji dirinya sendiri untuk bisa menjadi yang terbaik di Final FIFA Piala Dunia Antar Klub 2011 di Jepang.

Pesan dari Brasil jelas, hati-hati Messi!
"Sudah pasti bahwa Neymar akan menjadi yang terbaik di dunia tahun 2014 nanti, saya takkan meragukan itu," kata pelatihnya di Santos, Muricy Ramalho. "Sekarang Messi adalah yang terbaik, Cristiano Ronaldo adalah yang kedua. Neymar yang ketiga terbaik di dunia, tetapi oleh Piala Dunia di Brazil, ia akan menjadi yang pertama."

Pele bahkan melangkah lebih jauh memuji Neymar. "Saya pikir Neymar lebih baik dari Messi, lebih lengkap!" kata pria yang pernah membawa Santos menjadi terkenal.

Neymar da Silva © AFP


Perbandingan di Brazil berlangsung tanpa henti. Ketika Neymar mencetak empat gol untuk Santos pada hari yang sama ketika Messi mencetak hat-trick bagi Barca, yaitu sesaat sebelum keduanya masuk ke dalam daftar 23 pemain untuk mominator Ballon d'Or bulan lalu, halaman depan harian olahraga ternama Brasil di Rio de Janeiro, Lance! menulis headline "Learn Messi!" dengan maksud untuk membandingkan keduanya.
Rendah hati
Neymar sendiri adalah sosok yang rendah hati, dan sedikit malas menjawab ketika ditanya tentang Messi di pusat pelatihan Santos dalam sebuah ruangan yang dihiasi dengan mural pahlawan klub seperti Pele, Robinho dan Elano, tak lama sebelum skuad berangkat ke Jepang.

"Dengar, aku tidak tahu," katanya. "Untuk mendapatkan apa yang Messi miliki, Anda harus bekerja sangat keras, berlatih sepanjang waktu dan benar-benar berdedikasi."

"Ya, saya berharap suatu hari saya bisa pergi ke tempat di mana Messi sekarang berada. Saya telah mendedikasikan diri untuk ini, selalu berlatih dan bekerja. Saya berharap saya bisa bermain melawan Messi di Jepang. Saya akan merasa terhormat. Hari ini ia adalah yang terbaik di dunia."

Walaupun begitu banyak klub yang tertarik pada dirinya, Neymar belum juga terpikat untuk meninggalkan Santos seperti pendahulu-pendahulunya. Terakhir ia menolak tawaran yang datang dari Chelsea dan Real Madrid sebelum menandatangani kontrak baru dengan Santos bulan lalu yang memberinya penghasilan bersih sebesar 550.000 Pounds atau sekitar 7,7 miliar Rupiah per bulan.

Loyalitasnya terhadap Santos menambah kepopuleran pemain kelahiran Sao Paulo ini. Sebagian besar pendukung Brasil mengharapkan Neymar dapat menginspirasi kembalinya Brasil ke gaya lama mereka, Jogo Bonito. Keberhasilan Santos mempertahankan Neymar menjadi isu nasional.

Presiden Santos Luis Alvaro Ribeiro bahkan kabarnya meminta Presiden Brasil Dilma Rousseff untuk ikut membantu negoisasi.

Bank terbesar di Brasil, Bank Santander ikut merasa bangga telah memberi kontribusi mempertahankan Neymar untuk tetap di Brasil. Mereka bahkan mengeluarkan iklan koran sebesar dua halaman untuk merayakannya. Bank asal Spanyol tersebut adalah salah satu dari tujuh perusahaan yang terikat ke dalam sebuah kontrak imajinatif dengan Neymar dan Santos. Mereka membantu Santos yang membutuhkan bantuan dana sebesar 90.000 Pounds atau sekitar 1,2 miliar Rupiah seminggu untuk bisa membayar gaji sang bintang.

"Saya tidak menyesal," kata Neymar ketika ditanya mengenai penolakannya terhadap tawaran menolak Chelsea dan Real Madrid. "Ini masih merupakan mimpi saya untuk bermain di Eropa, tapi saya tidak tahu kapan. Jika saya pergi, saya ingin saatnya tepat. Tapi saya akan tetap bersama Santos hingga 2014, itu pasti."

Dengan rilis klausul dalam kontraknya telah meningkat menjadi 70 juta Pounds, dan opsi bermain di Piala Dunia, ini terlihat menjadi skenario yang paling mungkin, meskipun tawaran besar dari Eropa untuk sementara masih bisa mengubahnya.

Ramalho percaya Neymar akan tetap di Brasil sampai Piala Dunia. "Setiap juara dunia memiliki pemain yang berbeda, seseorang yang spesial. Brasil pada tahun 2014 akan memiliki Neymar yang akan membuat perbedaan. Orang-orang yang menasehati dia memahami betul bahwa setelah Piala Dunia, ketika ia berusia 22, ia akan lebih siap untuk Eropa."

Kesepakatan untuk mengikat Neymar lebih lama tidak lepas dari andil Ramalho sebagai pelatihnya, yang dikenal sebagai 'Profesor' oleh pemainnya.

"Santos menunjukkan kepada dunia dan semua tim lain di Brasil bahwa semuanya mungkin untuk bisa mempertahankan pemain terbaik mereka. Ini sangat penting bagi sepakbola Brasil. Dengan begitu berarti kita dapat menjadi lebih baik, kejuaraan kita dapat menjadi lebih kuat. Klub asing selalu datang untuk mengambil pemain terbaik kami tetapi kali ini Santos menunjukkan hal itu dapat dicegah," katanya.

Kemiripan dengan Barcelona
Ramalho memiliki sedikit kemiripan dengan pelatih Barcelona Pep Guardiola. Ia termasuk pelatih bertangan dingin di Amerika Selatan. Pelatih yang kini berusia 56 tahun itu pernah memenangkan kejuaraan Brazil dengan Sao Paulo pada tahun 2006, 2007, 2008 dan sekali lagi pada tahun 2010 dengan Fluminense. Dirinya pernah menolak melatih Brasil sebelum memimpin Santos menjuarai Libertadores. Kini pelatih bernama lengkap Muricy Ramalho ini akan menjadi favorit kuat untuk memimpin Brasil ke Piala Dunia 2014.

"Penguasaan bola ..." ujar Ramalho, ketika ditanya tentang Barcelona. "Mereka melakukan dua hal penting. Mereka menguasai bola sangat baik dan mereka menekan Anda ketika Anda memiliki bola.

"Secara teknis Barcelona akan menjadi tempat terbaik untuk Neymar. Gaya mereka sangat mirip dengan sepak bola Brasil saat ini. Real Madrid bermain sangat taktis, dengan banyak bertahan, ini akan menjadi sedikit sulit bagi Neymar."

"Sementara Inggris tidak akan tepat untuk Neymar, akan terlalu sulit bermain sangat keras. Penjagaan sangat ketat. Namun yang pasti ia akan menjadi lebih siap untuk itu dan ada banyak tim yang sangat baik seperti Manchester United, dan Arsenal yang paling mirip dengan tim Brasil."

Apa yang dikatakan Ramalho ternyata benar, Neymar juga mengakui jika dirinya menyukai klub dengan filosofi menyerang. Hal itu pula yang menjadi alasan mengapa ia memilih bertahan di Santos. "Santos selalu memiliki tim yang menyerang, yang berani dan bermain dengan karisma. Ini adalah tim yang ada di hati saya," kata Neymar.

Selain itu faktor anak juga menjadi pertimbangan bagi Neymar untuk tetap di Brasil. Ya, Neymar kini telah menjadi seorang ayah dari Davi Lucca yang baru berusia tiga bulan. "Jelas, saya ingin melihat anak saya tumbuh dewasa, aku ingin berada di dekatnya," kata Neymar.

Apakah gangguan tersebut membuatnya kesal?
"Tidak, aku mengerti apa yang terjadi padaku sekarang, aku menjadi terbiasa untuk itu, aku jenis orang yang suka untuk tetap dengan teman-teman. Dekat dengan keluarga. Tidak peduli bagaimana aku menjadi terkenal, betapa kaya aku, aku tidak akan pernah berubah,"  tutupnya.
 
sumber : http://isndi.blogspot.com/

Sebuah Catatan Kritis Atas Pemberian Keistimewaan Yogyakarta

TERKENANG DORAJATUN, MAX DAN KASIMoleh Syaukani Al Karim
Sebuah catatan kritis atas pemberian keistimewaan Yogyakarta
SYAUKANI AL KARIM

Kraton Jogja
Mereka bertiga mungkin bersahabat, tapi mungkin juga tidak. Yang satu konon bernama Dorodjatun. Ia tumbuh dan diasuh dalam sebuah tradisi Keraton Jawa yang kental. Dorodjatun, kabarnya sempat bersahabat dengan Max, seorang Melayu keturunan Arab yang dibesarkan dan dididik secara total dengan cara Belanda. Sementara Kasim, sama seperti Max, adalah seorang Melayu yang tumbuh dalam dua  tradisi, yaitu Melayu dan Arab. Mereka tinggal berjauhan, Dorodjatun di Yogyakarta, Max di Pontianak, dan Kasim di Siak Sri Inderapura.

Mereka bertiga waktu itu tentu saja bukan orang Indonesia, karena masing-masing mereka datang dari negara yang berbeda. Bahkan mereka bertiga adalah kepala negara di negaranya masing-masing. Tapi tak lama setelah proklamasi itu, Dorodjatun, Max, dan Kasim, tidak hanya menjadi orang Indonesia, tapi sekaligus memberikan kontribusi besar, penting, dan sangat menentukan, dalam membuat Indonesia menjadi negara yang utuh seperti hari ini.

Istana Siak Sri Indrapura
Beberapa waktu setelah Indonesia Merdeka, Sukarno mengajak Dorodjatun, Max dan Kasim menjadi Indonesia. Yang pertama menyambut ajakan Sukarno adalah Dorodjatun. Pada tanggal 15 September 1945, Dorojdatun yang lebih dikenal dengan nama Sri Sultan Hamengkubuwono IX, mengeluarkan Maklumat bagi rakyat Yogyakarta untuk bergabung dengan Indonesia. Tak lama setelah Dorojatun, maka Kasim, yang terkenal dengan nama Sultan Assyaidis Syarif Kasim Sani Abdul Jalil Syaifuddin al Baalawiy, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sultan Syarif Kasim II, pada bulan Oktober 1945 menyatakan bahwa Siak Sri Inderapura bergabung dengan Indonesia. Beliau menyatakan bergabung, meskipun sebenarnya parlemen Siak [Siak Raad] belum mengeluarkan putusan karena sidang mengalami kebuntuan [deadlock], karena sebagian anggota Siak Raad ingin Siak menjadi negara sendiri dan yang sebagian lain ingin bergabung dengan Indonesia.

Yang terakhir menyambut Sukarno adalah Max. Lelaki Melayu Pontianak, yang di Belanda dipanggil dengan nama Max Hamid ini, adalah Sultan Hamid al-Gadrie II, raja Pontianak. Hamid Algadrie, bukan hanya seorang sultan, tapi sekaligus pimpinan dari sejumlah negara yang ingin berdiri sendiri, yang tergabung dalam Bijeenkomst Federale voor Overleg [BFO] atau Majelis Negara-Negara Federal. Kesediaan Hamid Algadrie II dan BFO, melebur dalam Indonesia ini jugalah yang menjadi salah satu dasar Pengakuan Kedaulatan Indonesia oleh Belanda yang ditandatangani pada 27 Desember 1949.

Ketiganya datang kepada Indonesia dengan hati yang jantan, dengan buah tangan yang penuh. Sultan Hamengkubuwono memberikan kekuasaan, harta, dan merendahkan kesombongan ke-raja-annya demi ke-Indonesiaan. Sultan Syarif Kasim II, bergabung dengan Indonesia sembari menyerahkan tahta, 10 buah provinsi yang kaya dan eksotik, 2 daerah jajahan, sejumlah berlian, dan uang tunai sebesar 13 Juta Gulden. Sultan Hamid Algadrie pula, demi Indonesia, melepaskan tahta dan memberikan wilayah yang kaya kepada Indonesia.

Ketiganya bergabung dengan hati yang jantan. Tapi kita kecewa, sejarah, kekuasaan dan politik di Indonesia, khususnya pusat kekuasaan di Jakarta, memperlakukan ketiganya dengan “keadilan” yang tak sama, berbeda seperti bumi dengan langit. Pada tahun 1950, Jakarta dan Sukarno memberikan status keistimewaan kepada tanah Yogyakarta dengan mengizinkan eksistensi kesultanan dan menetapkan Sultan sebagai pemimpin politik di Yogya, tapi pada saat yang sama Jakarta hanya menjadikan Sultan Syarif Kasim II sebagai rakyat biasa dan menghina Riau dengan menjadikannya hanya sebagai salah satu dari tiga keresidenan dalam provinsi Sumatera Bagian Tengah. Nasib Sultan Hamid Algadrie II tak jauh berbeda. Pada masa Indonesia menganut sistim Federal [Negara RIS] yang ikut Ia arsiteki,  Hamid Algadrie II hanya kebagian kursi menteri tanpa pertofolio [tanpa kekuasaan] di bawah kabinet Hatta. Hidupnya kemudian Lebih tragis, pada tahun 1953 Ia kemudian dipenjara oleh Sukarno selama 10 tahun karena melawan kekuasaan, juga karena Konsep Negara Federal yang diusungnya, yang menjadi muasal Republik Indonesia Serikat [RIS], mungkin dipandang mengebiri “kejumawaan” Sukarno dan lembaga kepresidenan. Begitulah nasib Hamid Algadrie, padahal konon menurut salah satu sumber, Hamid Algadrie, adalah perancang dan pencipta lambang negara, Garuda Pancasila.

Kita tidak pernah mempersoalkan tentang keistimewaan atau privelese Yogyakarta. Kita telah menerima dan mengarifi itu sebagai sebuah takdir langit, dan hasil dari keberpihakan sejarah yang kental, serta penerokaan silam yang tak dalam. Kita juga telah menelan  fakta keistimewaan Yogya itu dengan baik, mendorongnya ke perut dengan sempurna, meski kadang dengan kerongkongan yang tersedak. Kita selama berpuluh tahun ini telah menerimanya dengan hati yang lapang, meski kita mencium ada aroma “perselingkuhan primordial” dalam perbedaan perlakuan Jakarta itu.

Kita tak pernah mempersoalkan Keistimewaan atau privelese Yogyakarta. Kita setuju, dan begitulah seharusnya negara yang bermartabat memperlakukan tokoh dan wilayah yang berjasa. Yang kita persoalkan adalah ketidakadilan perlakuan negara terhadap tokoh dan daerah lain yang setara. Yang membuat kita luka adalah pertimbangan-pertimbangan yang dikemukakan, baik oleh para sejarawan, tokoh masyarakat, tokoh politik, dan bahkan petinggi negeri yang mencoba meng-alas-i  Keistimewaan Yogya. Alasannya tidak salah, tapi seolah-olah memberi kesan bahwa hanya Yogya memiliki alasan itu, hanya Yogya yang pantas mendapat keistimewaan itu.

Kesultanan Pontianak
Pertimbangan tentang “masuknya negara merdeka ke dalam negara yang baru merdeka”, Pertimbangan tentang “kerelaan memberikan wilayah”, pertimbangan tentang ‘ketinggian budaya”, sesungguhnya tidak bisa disematkan hanya kepada Yogya, tapi juga beberapa kerajaan yang masih tegak berdiri setelah tahun 1945, seperti Siak dan Pontianak. Kita setuju Yogyakarta dimuliakan, tapi muliakan juga tokoh dan wilayah lain yang jasanya sama. Pertimbangan dan alasan itulah yang melukai. Pertimbangan dan alasan yang dikemas sedemikian rupa itu, memberikan kesan bahwa seolah-olah hanya kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat lah yang memberikan kontribusi, seolah-olah menafikan/menidakkan peran kesejarahan kerajaan lain yang masih eksis pada waktu bersamaan.

Jika kita fokus ke Riau. Kita tentu saja dapat bertanya, apakah sumbangan Riau lebih kecil aspek kesejarahannya jika dibandingkan dengan yang lain? Dalam bukunya “Perbendaharaan Lama” HAMKA menyebutkan tentang kebesaran hati seorang raja Siak untuk bergabung dengan Indonesia: “dan di sini [Riau] di zaman baru, terdapat seorang raja Melayu, yang mula-mula sekali menyatakan kerajaannya menggabungkan diri ke dalam Republik Indonesia, sebagai sambutan baginda atas proklamasi 17 agustus 1945. Itu terjadi masih dalam bulan Oktober 1945, dan beliau serahkan beserta pengakuan penggabungan diri itu, 13.000.000 [tigabelas juta] Gulden kekayaan baginda kepada Republik Indonesia untuk sokongan bagi perjuangan kemerdekaan. Itulah yang dipertuan besar Sri Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin al Baalawiy, sultan Siak Sri Inderapura dan rantau jajahan takluknya yang bersemayam di dalam istana Al Hasyimiyah al Mustanjid Billahi.”

Demikian kata HAMKA, dan jika dilihat dari pernyataan itu, saya tak yakin bahwa sumbangannya  lebih kecil dibandingkan Yogya. Bayangkan, pada saat itu, seluruh rakyat Indonesia mengumpulkan biaya perjuangan dan sebagaimana yang termaktub di dalam buku 30 Tahun Indonesia Merdeka gerakan itu berhasil menghimpun dana sebesar 500.000.000 [lima ratus juta rupiah]. Bandingkan dengan sumbangan pribadi sultan Siak yang 13.000.000 [tigabelas juta] gulden, yang jika dirupiahkan pada saat itu, angkanya demikian besar. Itu belum lagi jika kita hitung dengan sumbangannya sepanjang “kemerdekaan” dikandung badan. Berdasarkan catatan yang pernah dimuat oleh sebuah media massa, bahwa selama 60 tahun ini, Riau telah menyumbangkan 20 milyar barrel minyak bumi. Jika kita kalikan 1 [satu] barrel dengan angka murah meriah saja katakanlah $30 maka Riau sudah menyumbang $600.000.000.000 dan jika dirupiahkan, maka jumlahnya hampir Rp. 6.000.000.000.000.000 [enam ribu trilyun rupiah]. Itu baru minyak, belum lagi dari hutan, hasil laut, timah, bauksit, dan lain sebagainya.

Andai kita hendak berbicara tentang nasionalisme dan keindonesiaan, Sejarawan Prof. Ali Hasymi dalam risalahnya tentang “Negara Boneka” ada menyebutkan tentang nasionalisme Sultan Syarif Kasim: “Pada waktu sejumlah orang yang tidak berperibadi, bersedia menjadi boneka-boneka Dr. Van Mook, seorang sultan yang turun temurun menduduki tahta kerajaan Siak, muncul dengan sikap menentang dan melawan gagasan-gagasan Van Mook, dan bahkan beliau menolak untuk diangkat menjadi sultan boneka di bawah Van Mook. Dengan Sukarela, sultan Syarif Kasim dan permaisurinya Syarifah Fadlun meninggalkan tahta kerajaan di Siak Sri Inderapura dan hijrah ke daerah republik yang masih murni [Aceh].”

Pun, kalau kita hendak menilik dari sudut kerelaan dan kesungguhan ber-Indonesia, hal itu dapat kita lihat dalam catatan yang termuat dalam Memoir Bung Hatta. Dalam Memoir Bung Hatta, ada disebut tentang pertemuan dengan sultan Siak  di Kutaraja pada 7 Juni 1949: Sorenya aku menerima Sultan Siak dan Isterinya. Aku mengadakan perjanjian dengan sultan Siak, bahwa Ia dalam beberapa hari lagi akan mengadakan mengadakan pidato radio yang ditujukan kepada rakyat Siak, dengan menganjurkan kepada mereka ikut dengan republik dan tidak mau menjadi rakyat negara bagian baru yang didirikan Belanda.”

Nah, dengan fakta-fakta kesejarahan dan kekinian itu, pada hemat saya, ketidakinginan Indonesia meletakkan Riau secara agung dalam sejarah keindonesiaan adalah pembangkangan dan penistaan terhadap sejarah. Tapi sayang, pemerintah dari negara “yang adil dan beradab” ini tidak menunjukkan keadilan dan keberadaban dalam bersikap. Bahkan Riau, pun baru dipandang sebagai sebuah provinsi, setelah reformasi 1998.  Sebelumnya, Riau jangankan memperoleh keistimewaan, untuk menjadi kepala rumah tangga [gubernur] di rumahnya sendiri, tidak diperbolehkan. Berdasarkan catatan, sebelum reformasi, hanya ada seorang putra Riau yang dapat menjadi gubernur, dan itu pun karena tokoh itu seorang Militer yang dikirim oleh pusat.

Riau, dengan segala kontribusinya itu, menurut saya pantas untuk diapresiasi. Melalui tulisan ini, saya tentu saja tidak berharap, agar negara menegakkan kembali sistim kerajaan di Riau, sama sekali tidak. Tapi pada hemat saya, ada patutnya jika Indonesia memberikan keistimewaan kepada Riau dalam bentuk yang berbeda. Jika Indonesia bisa memberikan keistimewaan kepada Aceh dan Papua, karena mereka “berani melawan”, tentu negara dapat pula memberikan hal yang sama kepada Riau karena “berani menunjukkan kebaikan hati”. Yang “berani melawan” pantas mendapat perhatian, dan “yang baik hati” pantas pula diberikan penghargaan. Jika tidak, maka Indonesia akan mewariskan sebuah tradisi dan pelajaran yang buruk, bahwa hanya dengan “berani melawan” perhatian baru didapatkan. Ketidakarifan dan ketidakadilan bersikap ini akan menjadi sumber kecemburuan dan keretakan negeri zaman berzaman.

Jika saya bandingkan Yogyakarta dengan Riau, duhai alangkah malangnya Riau. Andai keistimewaan Yogya dicabut, paling tidak Yogya sudah menikmati privelese selama 50 tahun atas baktinya kepada Indonesia. Riau? Kata orang kampung saya, Ape tidak je, habuk pun tak ade.

Saya secara pribadi setuju dengan perlawanan Yogyakarta, tapi persetujuan itu tidaklah berangkat dari persetujuan tentang adanya sebuah monarkhi. Bagi saya, ada atau tidaknya sebuah sistim monarkhi, bukanlah hal yang utama, tapi perlawanan itu penting, karena pemerintah perlu disadarkan bahwa mereka hanyalah satu bagian dari sebuah pilar yang menegakkan negara. Ada dua pilar lain, yaitu masyarakat dengan keseluruhan nilainya,  dan wilayah dengan seluruh potensinya. Kedua pilar itu telah berinteraksi secara bergemuruh pada sebuah zaman yang jauh, jauh sebelum Indonesia diberi nama. Jika Pemerintah sebagai satu pilar, merobohkan dua pilar penyangga yang lain, maka bangunan negara ini pasti akan roboh.

Pun, jika pemerintah hendak beralasan bahwa hal itu bertentangan dengan konstitusi [UUD 1945], maka alangkah banyaknya hal di negeri ini yang bertentangan dengan UUD 1945. Izinkanlah kami bertanya: Apakah korupsi tidak bertentangan dengan UUD 1945? Apakah penyerahan sumberdaya Indonesia kepada pihak Asing tidak bertentangan dengan UUD 1945? Apakah pengingkaran hukum tidak bertentangan dengan UUD 1945? Kalau jawabannya: “Bertentangan”, maka mengapa pemerintah tidak mengurus hal itu lebih dahulu ketimbang mempersoalkan hal-hal yang sebenarnya sudah tak dipersoalkan oleh rakyat. Mengapa pemerintah tidak fokus saja pada pencapaian amanah Pancasila dan UUD 1945, yaitu penciptaan masyarakat yang adil dan makmur? Mengapa kita harus menciptakan masalah yang banyak, kalau memiliki kemampuan menyelesaikan hanya sedikit?

Kami, sesungguhnya merindui pemerintah yang fokus menjalankan amanah memakmurkan Indonesia. Kami tak pernah merindui pemimpin, yang kehendaknya “dipaksakan harus menjadi sebab” atas sesuatu yang terjadi pada sebuah negara. Untuk pemimpin yang seperti itu, dalam mimpi pun kami tak ingin.

Sumber : FP RIAU PESISIR CENTRE ON FB
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kunjungan

Rating for adieth12.blogspot.com
Recommended Post Slide Out For Blogger