KBC Blogger Bertuah Logo Blogger Indonesia

Perbub Larangan Anak Bekerja Waktu Sekolah dan Menonton TV Waktu Shalat Magrib dan Isha Bakal Diterapkan di Rohul


Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Pemkab-Rohul) akan membuat Peraturan Bupati(Perbup), terkait larangan bagi orang tua untuk mempekerjakan anakanya di waktu sekolah dan menonton Telivisi, ketika masuk waktu shalat Maghrib dan shalat Isya, Perbup ini bertujuan untuk dalam program pemberantasan buta huruf dan buta baca tulis Al-quran.
Keterangan ini disampiakan, Bupati Rohul Drs. H. Achmad, MSi di Pasir Pangaraian, Selasa (19/2/13), komitmen itu dibuat dalam mengaktualisasikan, agar di Rohul tidak ada lagi masyarakat tidak berpendidikan, di sampinng adanya target Bupati Rohul, minimal pendidikan masyarakat Rohul rata-rata se tingkat SLTA.

“ Kemudian Perbu akan digandengkan dengan program Maghrib mengaji, antara sholatMaghrib dan Isya, tidak dibenarkan orang tua menghidupkan Telivisi, sebab waktu itu digunakan untuk program baca Al-Quran,”sebut Achmad.

Kedua item dalam Perbub itu, Kata Achmad, jika masih ada orang tua melanggarnya, maka mereka akan diberi sanksi, harapan pihak pemerintahan kecamatan dan desabisa melakukan kontrol, sebab manfaatnya juga untuk masyarakat itu sendiri.

“ Ini termasuk program strategis, kalau generasi muda tidak dibekali dengan ilmu pengetahuan dan pendidikan agama, sudah jelas masa depan mereka akan kelabu, jadi diminta semua pihak ikut mensukseskanya,”ujar Achmad.

Ditambahkan Bupati Rohul, sebenarnya kalau ada Peraturan Daerah (Perda) mengatur tentang itu, mungkin lebih baik, tapi proses akan lama, intinya mestinya semua elemen di Kabupaten Rohul bisa berparn aktif dan mensukseskan program pembangunan.

Kakan Kemenag Rohul Drs. H. Ahmad Supardi Hasibuan, MA menerangkan,ada keinginan dari Bupati Rohul Drs, Achmad, MSi memberikan sanksi bagi oarang tua jika menghidupkan Telivisi antara shalat Maghrib dengan Isya, itru termasuk tujuan mulia, sebenananya sanksi kalau tidak mematuhinya tidak akan dilayani di desa itu, juga baik, tepi seharusnya sangsi moral itu lebih ditekankan.

“ Mestinya orang tua itu harus malu, jika anaknya tidak pandai tulis baca Al-Quran,”sebut Ahmad Supardi.

Kemenenag Rohul mengutarakan, pihak terus berupaya mensosialisasikan itu melalui dai-dai dikirim ke Masjid dalam pelaksanaan Shlat jumat, maka ada team penyuluh Kemenag Rohul juga guru mengaji, agar program itu terus ditingkatkan.

5 Film ini Terkenal, Tapi Menyesatkan



Film-film berlatar belakang sejarah tidak selamanya sesuai kenyataan. Bila tidak hati-hati, kita justru akan tersesat menangkap atmosfir kehidupan sebenarnya di masa lalu.

5 film di bawah ini begitu terkenal, namun ternyata banyak yang menyimpang dari fakta sejarah. Pengamat dan sejarawan telah mengatakan bahwa kesesatan terjadi dari sisi alur cerita dan penokohan. Mari kita lihat.



 1. Gladiator
Kaisar Commodus bukan seorang sister-complex yang sangat terobsesi seperti yang digambarkan dalam film. Dia memang seorang alkoholik yang kejam, tentu, tapi tidak terlalu cengeng. Dia bahkan mampu memerintah lebih dari satu dekade dibandingkan ineptly yang hanya mampu memerintah selama beberapa bulan. Ia juga tidak membunuh ayahnya, Marcus Aurelius, yang benar-benar meninggal karena cacar air. Dan ia bukan dibunuh di arena gladiator, dia dibunuh di bak mandi nya.



2. Apocalypto
Film ini benar-benar memberikan seluruh departemen dan ahli Antropologi sakit migrain. Memang benar suku Maya memiliki tradisi aneh mengorbankan manusia. Tetapi mereka tidak mempersembahkannya untuk Kulkulkan, Dewa Matahari, dan yang dibunuh hanyalah petinggi-petinggi yang ditangkap dalam perang saja. Para conquistador yang tiba di akhir film adalah penyelamat yang tidak pernah ada, bahwa 90% dari penduduk Amerika asli meninggal karena cacar dari ternak yang menginfeksi mereka.
                                                      
 
 
3. Memoirs of a Geisha
Geisha yang sudah cukup berumur, yang disebut "mizuage" sama sekali tidak melakukan hubungan intim dengan klien. Dalam adegan klimaks dimana Sayuri mempesona Gion dengan tariannya, background yang digunakan (salju buatan dan lampu sorot) lebih seperti pertunjukan di Studio 54 daripada seperti Kyoto di masa sebelum perang.


 
4. Braveheart
 
Mari kita lupakan sejenak fakta bahwa pakaian "kilt" belum dipakai di Skotlandia sampai kira-kira 300 tahun setelah era William Wallace. Di dalam film, pesona mata biru Wallace sangat luar biasa, dia berhasil berselingkuh dengan istri raja Edward II, Isabella dari Perancis, dan akhirnya hasil dari perselingkuhan itu adalah lahirnya Edward III. Tetapi menurut buku-buku sejarah, Isabella berusia tiga tahun pada saat perang Falkirk, dan Edward III lahir tujuh tahun setelah Wallace meninggal.



5. Elizabeth: The Golden Age
Pada 1585, seperti di film, Ratu Elizabeth berusia 52 tahun (Cate Blanchett berumur 36 ketika ia memerankan film tersebut) dan tidak sedang didekati Ivan (yang sudah mati saat itu). Dan meskipun dia mengumpulkan dan memimpin pasukan di Tilbury dengan menunggang kuda putih memakai baju besi lengkap dengan pedang, ia duduk di samping pelana sambil membawa tongkat kecil (Dia lebih terlihat seperti seorang mayoret yang anggun seorang Joan of Arc).
 
sumber : http://terselubung.blogspot.com/2013/05/5-film-ini-terkenal-tapi-menyesatkan.html

Miss Indonesia Tak Diakui Ayahnya

Miss Indonesia 2011, Astrid Ellena Indriana Yunadi
KOMPAS.com -- Kabar tak sedap menerpa Miss Indonesia 2011, Astrid Ellena Indriana Yunadi (21). Gadis itu tidak diakui lagi sebagai anak oleh ayah kandungnya, Dr Fredrich Yunadi. Namun Astrid Ellena menyebut semua kabar tentang dirinya itu bohong belaka.

Fredrich tampaknya kesal lantaran anaknya yang akrab dipanggil Ellena itu pergi meninggalkan rumah tanpa meminta izin kepadanya. Pernyataan pemutusan hubungan ayah-anak itu dilakukan Fredrich secara terang-terangan. Bahkan pria yang berprofesi sebagai pengacara itu memasang iklan pengumuman di sebuah surat kabar pada 19 Januari 2012 lalu.

Dalam iklan itu antara lain disebutkan: "Pada hari Sabtu, tanggal 13 Agustus 2011, ASTRID ELLENA INDRIANA YUNADI (Ellen), lahir di Jakarta, 8 Juni 1990, telah keluar dan meninggalkan rumah tanpa seizin saya selaku ayahnya, maka terhitung mulai tanggal 13 Agustus 2011 Astrid Ellena Indriana Yunadi TIDAK LAGI DIAKUI SEBAGAI ANAK. Dan segala perilaku, perbuatan serta akibatnya sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi Astrid Ellena Indriana Yunadi, bukan tanggung jawab saya selaku ayahnya dan tidak bisa dikaitkan dengan keluarga besar Yunadi".

Selain itu Fredrich juga menuding bahwa Ellena kabur lantaran ia tidak setuju anaknya itu berpacaran dengan Dony Leimena (36). Pasalnya, usia keduanya terpaut jauh, yakni 15 tahun.

Kabar ini tentu sangat mengejutkan. Apalagi berita tentang Astrid Ellena selama ini cukup baik. Prestasinya sebagai Miss Indonesia lumayan bagus. Di ajang pemilihan Miss World yang digelar di London (Inggris), 6 November 2011, Astrid berhasil masuk dalam 15 besar. Itulah pertama kalinya seorang peserta asal Indonesia berhasil menjadi semi finalis dalam ajang yang sudah berlangsung selama 61 tahun tersebut.

Dalam kontes dunia itu Astrid menjadi juara untuk kategori Beauty Purpose, suatu kategori penilaian  proyek sosial yang dijalankan kontestan di negara masing-masing. Astrid dan kontestan asal Ghana menjadi juara bersama Beauty with Purpose karena memiliki skor yang sama. Proyek sosial Astrid mengusung tema sosial permasalahan penyakit Filoriasis (Elephatiasis) atau biasa disebut penyakit Kaki Gajah.

Lebih membanggakan lagi, Astrid juga masuk dalam Top 11 Miss Talent karena kemahirannva bermain piano, selain mampu berbiacara dalam bahasa Inggris, Spanyol, dan Mandarin. Kala itu, Astrid membawakan lagu Ballade Pour Adeline (Richard Clayderman) dan River Flows In You (Yiruma).

Memang pernah muncul berita miring tentang perginya Astrid dari rumah. Namun hal itu tidak mengganggu aktivitas sehari-hari gadis itu, baik sebagai Miss Indonesia maupun sebagai mahasiswi Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang.

Menurut manajernya, Nunik, Astrid Ellena saat ini sedang sibuk bimbingan untuk menyelesaikan tugas akhir di kampus UPH Karawaci. Kegiatannya terkait dengan Miss Indonesia juga berjalan biasa. "Masih ada kegiatan sosial yang dilakukannya kok," kata Nunik, kemarin.

Masalah orangtua
Menanggapi berita tentang dirinya Astrid Ellena pun angkat bicara. Menurut dia, kabar yang berkembang belakangan ini semuanya tidak benar. Hanya saja, ia belum mau berbicara banyak dengan alasan takut salah ucap. "Yang pasti semuanya itu bohong," tegas Ellena saat dihubungi Warta Kota melalui telepon Rabu (25/ 1/2012) malam.

Ellena hanya mengatakan kalau pemberitaan tentang dirinya sebenarnya terkait dengan permasalahan kedua orangtuanya, yakni Fredrich Yunadi dan Linda Indriana Campbell. Dikatakan oleh Ellena, kedua orangtuanya sudah bercerai sejak ia kecil. "Orangtua saya sudah bercerai sejak saya berumur 3 tahun. Jadi ini sebenarnya ada hubungannya sama permasalahan kedua orangtua saya. Karena itu, supaya lebih jelas, Lebih baik tanyakan kepada mama saya saja," tambahnya.

Tak dianggap sejak cerai
Semalam, Warta Kota menghubungi ibunda Ellena, Linda Indriana Campbell, yang kini bermukim di Maryland, Amerika Serikat. Linda sudah menikah lagi dengan pria berkewarganegaraan Amerika Serikat.

Dari sini, terkuaklah permasalahan keluarga yang tengah dialami Ellena saat ini. Linda memutuskan untuk angkat bicara terkait berita pemutusan hubungan keluarga yang dilakukan Fredrich Yunadi terhadap Astrid Ellena. Menurut pengakuan Linda, Ellena memang sudah tidak dianggap anak oleh Fredrich sejak gadis itu masih kecil, tepatnya sejak Linda dan Fredrich bercerai sekitar 18 tahun lalu.

"Fredrich itu memang orang yang keras dan kasar. Apa maunya harus dituruti. Sekitar 30 tahun lalu kepada saya pernah dilempar gelas hingga bocor. Sampai sekarang rasa sakitnya masih terasa. Saya terpaksa minta cerai saat Ellena masih 3 tahun," ungkap Linda.

Menurut Linda, sejak bercerai dan Fredrich, anak perempuannya itu tidak pernah dinafkahi apapun oleh Fredrich. "Yang memenuhi semua kebutuhan Ellena sejak kecil hingga dia itu lulus SMA cuma saya. Ayahnya tidak pernah memberi apapun kepada Ellena. Karena itu, ayahnya memang tidak pernah menganggap Ellena sebagai anak meskipun dia tidak membolehkan saya mengasuh Ellena," kata Linda lagi.

Tahun 2004, kata Linda, ia akhirnya memutuskan pergi ke Amerika Serikat demi memulai kehidupan yang baru. Saat itu Linda mengaku membawa kabur Ellena besertanya. "Sejak tujuh tahun lalu saya sudah tinggal di Amerika. saya menyekolahkan Ellena hingga dia lulus SMA di Amerika Serikat," tuturnya.

Linda mengungkapkan, selama bersekolah di AS, Ellena punya nilai sekolah yang sangat bagus. Bahkan, banyak universitas terkenal yang menawarkan beasiswa untuk Ellena agar melanjutkan kuliahnya di universitas. Nah, di sinilah ketegangan antara Linda dan Fredrich berkembang lagi.

Setelah lulus SMA. Ellena yang ternyata adalah anak bungsu dari 3 bersaudara itu memohon izin kepada Linda untuk tinggal di Indonesia bersama ayah dan kakak-kakaknva.

"Saya sudah bilang supaya dia kuliah di sini saja (Amerika-red). Kuliah di sini enggak usah bayar karena banyak yang nawarin beasiswa. Tapi akhirnya saya izinkan dia tinggal bersama ayah dan kakak-kakaknya di Indonesia. Biar dia merasakan dan mengenal sendiri seperti apa tipikal ayahnya itu," kata Linda.

Di Indonesia, Ellena pun kuliah di Universitas Pelita Harapan (UPH) karena mendapat beasiswa. "Jadi pas dia kuliah pun bapaknya tidak membiayai karena Ellena mendapat beasiswa," jelas Linda.

Di UPH, kata Linda, Ellena tetap menunjukkan prestasi tinggi hingga akhirnya dia memutuskan untuk ikut kontes Miss Indonesia 2011 dan menang. (m7/kin)

sumber : http://entertainment.kompas.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kunjungan

Rating for adieth12.blogspot.com
Recommended Post Slide Out For Blogger