KBC Blogger Bertuah Logo Blogger Indonesia

Bom Borobudur, Petaka di Kuil Syailendra

Borobudur
Sebuah ledakan cukup dahsyat menggetarkan bumi pada suatu hari, 15 Januari 1985, di kompleks Candi Borobudur Magelang, Jawa Tengah. Maka sekitar tujuh buah stupa yang tak berdosa tersebut tercerabut berantakan dalam diam, pada candi peninggalan dinasti Syailendra itu.

Dan seperti halnya banyak kasus bom lain, peledakan Candi Borobudur itu pun juga masih menyisakan misteri yang menyangkut dalang sebenarnya di belakang tindakan amoral itu. Memang ada nama Ibrahim alias Mohammad Jawad disebut-sebut polisi sebagai dalang pengeboman tersebut. Namun demikian sosoknya tetap misterius hingga kini, karena aparat belum berhasil mengendus jejaknya, apalagi meringkusnya.
Disebut-sebut bahwa pengeboman itu berkaitan dengan kasus kecelakaan ledakan bom di bus Pemudi Express di Banyuwangi pada 16 Maret 1985 dan peledakan Gereja Sasana Budaya Katolik Magelang beberapa waktu setelahnya.

Adalah Abdulkadir Ali Alhabsyi dan Husein Ali Alhabsy seorang mubaligh, yang kemudian ditangkap polisi beberapa saat setelah kejadian.Dia disebut sebagai pelaku peledakan di lapangan. Kemudan Abdulkadir divonis oleh Pengadilan Negeri Malang dengan hukuman penjara 20 tahun, meski kemudian dia mendapatkan remisi setelah menjalani hukuman selama 10 tahun. Husein sendiri dihukum seumur hidup sebelum kemudian mendapat grasi dari Presiden BJ Habibie. Husein sendiri menolak tuduhan atas keterlibatannya dalam peledakan Borobudur dan menuding Mohammad Jawad, sebagai dalangnya.

Dalam persidangan, jaksa menuduh bahwa tindakan pengeboman terhadap Candi Borobudur tersebut merupakan aksi balas dendam Abdulkadir dan kawan-kawan yang muslim terhadap peristiwa Tanjungpriok berdarah pada 1983, yang menewaskan puluhan nyawa umat Islam. Albdulkadir membenarkan motivasi peledakan itu sebagai ungkapan ketidakpuasannya atas peristiwa berdarah itu. Namun, keterangan itu sempat diragukan karena Ibrahim, orang yang disebut Husein sebagai dalangnya, tidak pernah dapat ditemukan oleh aparat sendiri, bahkan hingga kini.

Peristiwa itu juga meragukan dipandang dari konteks politik kala itu, ketika sejumlah elite politik yang bercokol di punggung rezim Orde Baru memberlakukan politik anti-Islam. Peledakan candi yang disebut satu dari tujuh keajaiban dunia itu dianggap sebagai rekayasa dari kelompok anti-Islam untuk menyudutkan kelompok Islam.

Sementara Abdulkadir sendiri mengaku sebetulnya dia tidak mengetahui rencana pengeboman. Dia dan ketiga kawan lain pada awalnya hanya sekadar diajak oleh Ibrahim untuk berekreasi. Sebelum kemudian Ibrahim berhasil membujuk untuk melakukan tindakan tersebut. Sebagai pelaku di lapangan, Abdulkadir mengaku tidak mengetahui seluk-beluk bom. Ketidakprofesionalan tersebut memperkuat kecurigaan bahwa Abdulkadir dan kawan-kawan hanyalah pelaku kelas teri dalam rentetan teror politik untuk Islam itu.

sumber : http://dekade80.blogspot.com/2009/05/bom-borobudur-petaka-di-kuil-syailendra.html 

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kunjungan

Rating for adieth12.blogspot.com
Recommended Post Slide Out For Blogger