KBC Blogger Bertuah Logo Blogger Indonesia

Pasukan Garuda Takhluk di Teheran


Jumat, 2 Sept tadi malam menjadi hari yang paling ditunggu masyarakat Indonesia. Ya, hari itu lah pasukan Garuda kebanggaan Indonesia memulai perjuangan menuju Brazil 2014. Berangkat sejak 23 Agustus kemaren ke Yordania guna melakoni partai uji coba sebelum pertandingan melawan Iran dalam kualifikasi PPD 2014 tersebut, pasukan garuda mencoba meladeni permainan terbuka yang diperagakan Iran. Namun Firman cs hanya mampu bertahan satu babak saja. Pada babak ke 2 gawang Markus dibobol 3 gol oleh pasukan Iran.

Menggunakan formasi 4-4-2, pelatih
Wim Rijsbergen menurunkan skuad yang diturunkan waktu melawan Palestina, kecuali M.Nasuha. Di bawah mistar pelatih mempercayai Markus Horison. Di barisan belakang ada Zulkifli, Roby, Hamka, Benny W. Di lapangan tengah di isi oleh Hariono, Firman, Ridwan, Ilham dan posisi striker dipercayakan kepada duet El Loco dan BP. Mengawali pertandingan dengan gugup para pemain langsung mendapatkan tekanan yang bertubi-tubi dari pemain Iran. Namun hingga akhir babak I skor masih tetap 0-0.

Memasuki interval ke II, Timnas kehilangan konsentrasi sehingga sering salah dalam melakukan jebakan offside dan mengantisipasi bola yang datang. Kelemahan itu akhirnya dimanfaatkan oleh Iran sehingga mereka bisa memasukkan bola sebanyak 3 kali tanpa balas. Meski 2 gol itu berbau keberuntungan karena faktor postur pemain Iran yang tinggi sehingga selalu menang dalam duel udara, namun hal itu juga karena kesalahan pemain. Saya memang bukan ahli analisis, tapi hanya menyampaikan unek-unek saya.

1. Markus memang sangat baik dalam hal mental tanding dan ketenangan. Namun dia sangat ragu dalam memotong bola, baik crossing maupun umpan terobosan. Selalu ragu dalam mengambil keputusan bagi seorang kiper merupakan bumerang. Selain itu dia juga kerap kurang sempurna dalam mengamankan bola sehingga sering terlepas. Saya lebih setuju jika Ferry yang menjadi pemain utama, kalau dia cedera saya akan lebih memilih I Made Irawan.

2. Di barisan belakang saya kecewa dengan Zulkifli. Dia terlalu sering memainkan bola, melakukan gerakan individu sehingga dengan mudah diambil oleh lawan. Jika Zulkifli tidak bermain dalam top perform nya masih ada Supardi yang juga tak kalah kualitas dengan Zulkifli. Selain itu keputusan pelatih menurunkan Roby juga patut dipertanyakan, walaupun Roby punya kualitas yang baik namun dia kalah telak dalam postur dengan pemain lawan. Kalau tahu akan melawan tim yang punya postur tinggi kenapa tidak memainkan Ambrizal atau Wahyu yang punya postur tinggi dan ideal untuk melawan pemain Iran. Kedua pemain ini juga punya kualitas yang baik dibanding kompatriotnya di jantung pertahanan.

3. Di lapangan tengah saya juga kecewa dengan performa Ridwan yang tak berkembang. Dia sering kehilangan bola dan bingung setiap kali bola di kakinya. Hal ini tentu tak baik untuk permainan tim, namun pelatih tak kunjung melakukan pergantian hingga pertandingan tersisa sedikit lagi. Saya lebih memilih okto yang turun dari awal karena dia cukup rajin merebut bola dari lawan. Selain itu, ketidakhadiran Bustomi juga memberi dampak terhadap permainan Firman yang harus rela turut menjadi defensif miedfielder bersama Hariono, walaupun Hariono bermain bagus tadi malam.

4. Permainan CG dan BP cukup baik tadi malam. Hanya memang mereka tidak mendapat suplai bola karena selalu mendapat tekanan dari pemain Iran sepanjang pertandingan. Namun di balik itu, kita tentu sangat menantikan kehadiran Boaz di lapangan guna membawa garuda terbang tinggi.

5. Ketiadaan Rahmad Darmawan lah yang menjadi faktor utama kekalahan Timnas. Kenapa ? karena dialah yang sebenarnya lebih mengetahui dan memahami Timnas secara luar dalam. Kehadirannya yang selalu memberi nasehat kepada pemain sangat dibutuhkan dalam perjalanan menuju Brazil. Sedangkan Wim tentu tidak langsung diterapkan instruksinya karena perbedaan bahasa dan kurang pahamnya Wim dengan karakter sepakbola Indonesia. Lihatlah permainan timnas ketika masih ada RD di bench, mereka begitu paham dengan instruksi yang diberikan RD dari luar lapangan.

Demikian analisis saya mengenai pertandingan kemarin. Semoga Timnas bisa membalas di Gelora Bung Karno besok luas. Majulah Garudaku, raih mimpi seluruh masyarakat Indonesia..

Cara Menjaga Hubungan Silaturrahmi


Seorang ilmuwan pada zaman dulu Aristoteles mengatakan bahwa manusia adlah ZOON POLITICON. Bahwa manusia adalah makhluk social yang membutuhkan orng lain utk berinteraksi dan berkomunikasi dlm hidup dan kehidupan ini. Setiap orang pst butuh org lain, contoh : kita butuh jengkol tapi kita ndk bisa manjat pohonnya, maka kita akan minta bantuan orang lain untuk mengambilkanya. Nah, begitu besar rasa ketergantungan kita terhadap orang lain.

Namun dalam pergaulan kita tersebut, tentu pernah kita salah kata dan salah perbuatan sehingga tanpa sadar ataupun kita sengaja telah menyakiti dan menyinggung perasaan orang lain. Bahkan bisa saja hal itu menimbulkan dendam jika kita tak bisa mengendalikan diri kita. Hal ini tentu merusak terhadap hubungan silaturrahmi kita dengan orang tersebut. Oleh karena itu IMAM AL-GHAZALI pernah berpesan bahwa ada 2 cara menjaga hubungan silaturrahmi itu :

LUPAKANLAH

1. Lupakanlah kebaikan-kebaikan kita kepada orang lain
2. Lupakanlah kesalahan-kesalahan orang lain kepada kita

INGATLAH

1. Ingatlah kebaikan-kebaikan orang lain kepada kita
2. Ingatlah kesalahan-kesalahan kita kepada orang lain

Semoga kita bisa menerapkan pesan yang disampaikan imam al-ghazali tersebut, sehingga kita bisa menjaga hubungan silaturrahmi kita dengan baik. Amin..

Balasan Bagi Orang Yang Meninggalkan Shalat Fardu


Kita hidup di dunia ini tidak lain dan tidak bukan kecuali untuk beribadah kepada Allah. Sebagaimana Allah SWT berfirman :

“Tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku”

Salah satu bentuk ibadah kita adalah Shalat fardhu atau shalat wajib 5 waktu dalam sehari semalam. Karena shalat ini merupakan kewajiban, maka aka nada ganjaran bagi mereka yang meninggalkannya. Berikut akan kita jelaskan :

1. SHALAT SUBUH

Ø Shalat subuh Allah tetapkan menjadi 2 rakaat saja karena sangat berat untuk dilaksanakan. Kenapa ? karena banyak manusia yang tidak bangun ketika waktu subuh datang sehingga sangat berat untuk melaksanakannya. Oleh karena itu Allah member keringanan kepada kita untuk meelaksanakannya 2 rakaat saja

Ø Balasan bagi mereka yang meninggalkan shalat subuh satu kali sama dengan berada di NERAKA 60 tahun lamanya. Namun waktu di neraka tidak sama dengan di dunia. 1 tahun di neraka dikatakan dlm sejumlah buku sama dengan 1000 tahun di dunia. Berarti 60 x 6000 tahun

2. SHALAT ZUHUR

Ø Waktu Shalat zuhur datang saat kita sudah beraktifitas dan melaksanakan kegiatan kita pada waktu siang hari atau adalah waktu istirahat kita, sehingga Allah memberi kita zuhur 4 rakaat.

Ø Balasan bagi mereka yang meninggalkan shalat zuhur satu kali sama dengan dosa membunuh 1000 orang umat muslim

3. SHALAT ASHAR

Ø Shalat Ashar 4 rakaat karena pada waktu itu kita juga masih beraktifitas dan beristirahat sehingga tiada halangan bagi kita untuk melaksanakannya

Ø Balasan bagi yang meninggalkan Shalat Ashar satu kali sama dengan dosa meruntuhkan Ka’bah

4. SHALAT MAGHRIB

Ø Shalat Maghrib Allah jatahkan 3 rakaat karena pada saat itu hamper seluruh kita dalam keadaan santai

Ø Balasan bagi yang meninggalkannya sama dengan berzina dengan orang tua. Jika yang meninggalkannya seorang laki-laki, maka dia seperti berzina dengan ibunya, begitu juga sebaliknya.

5. SHALAT ISYA

Ø Allah jatahkan shalat isya itu 4 rakaat karena pada waktu isya kita sudah beristirahat dan waktunya sangat panjang

Ø Balasan bagi yang meninggalkannya satu kali, maka Allah SWT tidak akan ridho terhadap hamba-Nya itu untuk tinggal di Bumi dan Langitnya serta makan dan minum dari nikmatnya

Marilah kita bertaubat dan mohon ampunan kepada Allah SWT

Selamat Hari Raya Idul Fitri

MINAL AIDIN WALFA IDZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1432 H
TRI ANUNG ANINDITA & KELUARGA

Jejak Bangsa-Bangsa Terdahulu ( Kisah Banjir Nabi Nuh AS )


Banjir Nuh, yang disebutkan dalam hampir seluruh kebudayaan, adalah satu contoh yang paling banyak diuraikan dalam Al Qur-an. Keengganan umat Nabi Nuh terhadap nasihat dan peringat-annya, reaksi mereka terhadap risalah Nabi Nuh, serta peristiwa banjir selengkapnya, semua diceritakan secara rinci dalam banyak ayat Al Quran.

Nabi Nuh diutus untuk mengingatkan umatnya yang telah mening-galkan ayat-ayat Allah dan menyekutukan-Nya, dan mengajak mereka menyembah Allah semata dan menghentikan pembangkangan mereka. Meskipun Nabi Nuh telah berkali-kali menasihati umatnya agar menaati perintah Allah serta mengingatkan akan kemurkaan Allah, mereka masih saja menolak dan terus menyekutukan Allah. Dalam Surat Al Mu'mi-nuun, perkembangan peristiwa itu dilukiskan sebagai berikut:

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Lalu ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?

Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya men-jawab: “Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu. Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar seruan (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu.

Ia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu. Nuh berdoa, “Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka mendusta-kanku.” (QS. Al Mu’minuun, 23: 23-26) !

Sebagaimana dikemukakan dalam ayat-ayat tersebut, pemuka ma-syarakat di sekitar Nabi Nuh menuduh Nabi Nuh berusaha meraih ke-unggulan atas kaumnya, yakni, mencari keuntungan pribadi seperti status, kekuasaan, dan kekayaan, dan mereka mencoba menunjuk dia sebagai “kesurupan”, dan mereka memutuskan untuk membiarkannya sementara waktu, dan menekannya.

Karena itulah, Allah menyampaikan pada Nuh bahwa mereka yang menolak kebenaran dan melakukan kesalahan akan dihukum dengan ditenggelamkan, dan mereka yang beriman akan diselamatkan.

Maka, pada saat hukuman datang, air dan aliran yang sangat deras muncul dan menyembur dari dalam tanah, dibarengi dengan hujan yang sangat lebat, menyebabkan banjir dahsyat. Allah memerintahkan kepada Nuh untuk “menaikkan ke atas perahu pasangan-pasangan dari setiap jenis, jantan dan betina, serta keluarganya, kecuali mereka yang menen-tang apa yang telah dinyatakan wahyu”. Seluruh manusia di daratan tersebut ditenggelamkan, termasuk “anak laki-laki” Nabi Nuh yang semula berpikir bahwa dia bisa selamat dengan berlindung ke gunung terdekat. Semuanya tenggelam kecuali yang naik ke perahu bersama Nabi Nuh. Ketika air surut di akhir banjir, dan “kejadian telah berakhir”, perahu terdampar di Judi, yaitu sebuah tempat yang tinggi, sebagaimana yang diinformasikan Al Quran kepada kita.

Studi arkeologis, geologis, dan historis menunjukkan bahwa peris-tiwa tersebut terjadi sebagaimana diceritakan Al Quran. Banjir tersebut juga digambarkan secara hampir serupa pada banyak catatan peradaban-peradaban masa lalu dan dalam banyak dokumen sejarah, meski ciri-ciri dan nama-nama tempat beragam, dan “semua yang terjadi pada manusia yang salah” disajikan untuk manusia saat ini sebagai peringatan.

Di samping dikemukakan dalam Perjanjian Lama dan Baru, kisah tentang banjir Nuh ini diungkap secara serupa dalam catatan-catatan sejarah Sumeria dan Asiria-Babilonia, dalam legenda-legenda Yunani, dalam epik Shatapatha Brahmana dan Mahabarata dari India, dalam beberapa legenda Wales di Kepulauan Inggris, dalam Nordic Edda, dalam legenda-legenda Lithuania, dan bahkan dalam cerita-cerita yang berakar dari Cina.

Bagaimana mungkin cerita-cerita yang begitu rinci dan relevan dapat dikumpulkan dari berbagai daratan yang jauh secara geografis dan budaya, saling berjauhan sesamanya, juga dengan wilayah banjir?

Jawabannya jelas: Fakta bahwa peristiwa yang sama dituturkan dalam berbagai catatan sejarah berbagai bangsa tersebut, yang kecil kemungkinan saling berkomunikasi, merupakan bukti nyata bahwa mereka menerima pengetahuan dari sebuah sumber ilahiah. Tampak bahwa Banjir Nuh, salah satu kejadian terbesar dan paling destruktif dalam sejarah, telah diwartakan oleh banyak nabi yang diutus ke pelbagai peradaban dengan tujuan untuk memberi contoh. Dengan demikian, berita tentang banjir Nuh tersebar ke berbagai kebudayaan.

Namun, walau banyak diriwayatkan dalam berbagai budaya dan sumber ajaran berbagai agama, cerita tentang banjir dan Nabi Nuh itu telah banyak berubah dan membias dari kisah aslinya karena kepalsuan sumber, kekeliruan penyampaian, atau bahkan mungkin karena tujuan yang tidak benar. Riset menunjukkan bahwa di antara sekian banyak riwayat yang menuturkan peristiwa tersebut dengan berbagai perbedaan, penggambaran paling konsisten hanya terdapat dalam Al Quran.

sumber : HARUN YAHYA

Bursa Capres 2014


Pemilu Presiden masih 3 tahun lagi, tapi rumor dan isu mengenai siapa saja yang maju menjadi Capres sudah memanas saat ini. Memanglah ya kita ini bangsa Indonesia..

Di mulai dari kemunculan Partai Serikat Rakyat Indonesia (SRI) yang secara langsung menegaskan mendukung mantan menteri keuangan Sri Mulyani sebagai calon presiden pada 2014 nanti. Namun sampai saat ini belum ada tanggapan resmi dari Sri Mulyani sendiri terkait dengan pencalonan dirinya sebagai Capres dari Partai SRI, lagi pula Partai ini belum tentu lolos verifikasi Depkum HAM sebagai sebuah Partai baru. Kemunculan SRI dan dukungannya terhadap Sri Mulyani memicu reaksi parta-partai lain juga memunculkan capresnya.

Partai Golkar misalnya. Melalui Ketua DPP Golkar, Priyo Budi Santos menegaskan jika mereka diberi mandat memenangkan Pemilu tentu mereka akan mengusung calon dari partai mereka sendiri, siapa lagi kalau bukan Ketum mereka Aburizal Bakrie. Orang satu ini memang sangat nampak ingin menjadi presiden, ambisuis memang pak Ical ini. Namun pesan saya selesaikanlah dulu dana bantuan masyarakat Sidoarjo yang kehilangan tempat tinggal akibat lumpur Lapindonya, dengar jerit mereka.

Di lain pihak, Partai Amanat Nasional juga menegaskan jika mereka mencalonkan Capres, tentu mereka akan calonkan dari kader partai, siapa lagi kalau bukan Hatta Rajasa. Namun sampai saat ini rumor itu baru sebatas di internal partai saja.

Capres yang sangat ditunggu tentu dari partai Demokrat. Partai yang saat ini punya segudang polemik akibat dari nyanyian mantan bendahara umumnya Nazaruddin dan pernyataan kadernya Marzuki Alie (ketua DPR) mengenai pembubakan KPK, sampai saat ini belum menentukan siapa yangakan mereka usung sebagai Capres. Namun dari issue yang beredar mereka siap mengusung ibu Ani Yudhoyono. Hal ini tentu sangat kontras sekali dengan pernyataan SBY beberapa waktu yang lalu bahwa dia dan keluarganya tidak akan maju menjadi Capres pada Pemilu 2014. Cam na ne pak cik ???? hehehehe.... Selain Ibu Ani, sebenarnya Demokrat juga masih punya Anas Urbaningrum, Letnan Jenderal Pramono Edhie Wibowo ipar SBY yang bisa mereka usung sebagai Capres nantinya.

Sementara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak ikut tergoda dengan ikut-ikutan memunculkan capres. Partai warga Nahdliyin itu masih fokus konsentrasi membangun konsolidasi internal. Hal senada juga ditunjukkan oleh partai oposisi pemerintah, PDIP. Partai Megawati Soekarnioputri ini juga tidak mau genit ikut-ikutan memunculkan capres. Namun menurut saya pasti Ibu Mega lagi yang diusung. Sampai kapan Ibuuu ?????

Dari semua partai tersebut, kemunculan dan pernyataan partai SRI-lah yang paling banyak mendapat pro kontra. Namun ini lah politik, penjualan citra dan popularitas diri memang harus dilakukan dari sekarang, karena hal ini sangat berpengaruh terhadap pilihan rakyat nantinya.

Tuhan Itu Ada (pelajaran dari hal kecil)


Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topic pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.

Si tukang cukur bilang,
"Saya tidak percaya Tuhan itu ada".
"Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen.
"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, dijalanan.... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak
ada. Katakan kepadaku jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit ??, Adakah anak terlantar?? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.
"
Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat. Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan
ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang,berombak kasar "mlungker- mlungker-istilah jawa-nya", kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,"
Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR." Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang begitu ?". "Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!" "Tidak!" elak si konsumen. "Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada,tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang diluar sana", si konsumen menambahkan. "Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur.

"Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri. "Cocok!"-kata si konsumen menyetujui."Itulah point utama-nya!. Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !, Tapi apa yang terjadi... orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini." Si tukang cukur terbengong !!!!

Sumber : kaskus.us

KPK Versus Nazaruddin

Untuk yang kesekian kalinya, KPK kembali diterpa badai. Kali ini, serangan datang dari Muhammad Nazaruddin, mantan bendahara umum partai Demokrat yang buron setelah ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan suap dalam proyek pembangunan wisma atlet Palembang. Dari tempatnya melarikan diri, Nazaruddin melempar sejumlah isu panas. Salah satunya soal kolusi yang melibatkan sejumlah petinggi KPK.

Setidaknya ada 3 nama yang disebut Nazar, yakni M. Jasin, Chandra hamzah dan Ade Rahardja. Ketiganya dituding ikut menerima dana haram, dari proyek wisma atlet. Menurut Nazar, saat kasus ini mulai terkuak, Chandra dan Ade Rahardja, yang menjadi tulang punggung penindakan di KPK, membuat kesepakatan dengan Ketua Umum Demokrat, Anas Urbaningrum, untuk menghentikan kasus ini sebatas pada Nazaruddin. Kesepakatan yang bertujuan mengamankan Anas dari jerat hukum. Sebagai kompensasinya, Anas selaku pemimpin di partai penguasa, berani menjamin Chandra akan terpilih lagi sebagai pimpinan KPK periode mendatang. Tapi tentu saja, ini semua cerita versi Nazaruddin.

KPK Terancam Pecah

Meski hanya pernyataan sepihak, namun tudingan Nazaruddin mendapat respon serius dari KPK. Ketua KPK, Busyro Muqodas, akhirnya mengumumkan pembentukan komite etik dan menugasi pengawas internal untuk menindaklanjuti ucapan Nazar. Pengawas internal, bertugas memeriksa karyawan KPK dari unsur non-pimpinan, dalam hal ini Ade rahardja. Sedangkan komite etik, memeriksa ada-tidaknya pelanggaran yang dilakukan pimpinan KPK, yakni Chandra dan Jasin. Tidak ingin terkesan subyektif, komite ini juga melibatkan anggota independen, yakni Mardjono Reksodiputro dari Universitas Indonesia dan Syahrudin Rasul.

Upaya pemeriksaan ini patut diapresiasi karena menunjukkan keberanian dan kebesaran hati KPK. Sebagai lembaga yag menjadi garda terdepan pemberantaan korupsi, KPK membuktikan kesungguhannya untuk memberangus korupsi mulai dari rumah sendiri.

Emerson Juntho dari Indonesian Corruption Watch, juga memuji respon cepat KPK. Namun ia mengingatkan KPK agar tidak terlalu jauh terpancing oleh nyanyian Nazar. Jangan sampai kinerja KPK merosot karena terlalu sibuk menangkis serangan Nazaruddin. Sebuah kekhawatiran yang beralasan, dan sayangnya, sudah mulai terbukti. Gempuran Nazaruddin melalui media, sedikit banyak menggoyahkan KPK, bahkan menimbulkan tanda-tanda keretakan. Indikasi perpecahan ini bisa dilihat dari komentar M. Jasin, saat menanggapi rencana komite etik memeriksa dirinya.

Jasin menegaskan siap diperiksa. Tapi muncul kesan ia tidak rela, bila hanya namanya dan Chandra yang jadi sorotan. Menurut Jasin, pemeriksaan semestinya tidak hanya didasari pada nama-nama yang disebut Nazaruddin. Komite etik seharusnya memeriksa seluruh pimpinan KPK tanpa tebang pilih, termasuk sang ketua, Busyro Muqodas. Bayangkan, jika tadinya tuduhan tebang pilih datang dari luar, kini keluhan serupa justru datang dari internal KPK sendiri. Sebuah dinamika yang mengkhawatirkan.

Selamatkan KPK

Sebagai manusia biasa, seluruh pimpinan KPK tidak luput dari kemungkinan khilaf. Sehingga tudingan kolusi seperti diungkap Nazaruddin tidak boleh dinafikan begitu saja. Sekecil apapun persentasi kebenarannya. Karena itu kontrol dan pengawasan dari dalam yang kini sedang berlangsung di tubuh KPK patut didukung. Bukan untuk menyelamatkan atau menyingkirkan satu-dua pimpinan, tapi demi menjamin integritas KPK secara keseluruhan. Karena itu, siapapun pihak terperiksa harus berbesar hati menerima proses ini sebagai wujud transparansi KPK dimata publik.

Kita tahu, dalam perjalanannya, KPK sudah menghadapi begitu banyak persoalan. Mulai dari kriminalisasi Bibit-Chandra yang melahirkan istilah “cicak versus buaya” hingga kasus pembunuhan yang menyeret Antasari Azhar ke penjara. Semua cobaan itu, harus diakui sempat membuat kinerja KPK mengendur. Tapi toh nyatanya KPK tetap bertahan. Dan kali ini, cobaan itu datang lagi. Kita berharap, KPK masih mampu menjaga kekompakan, stamina dan daya juangnya, menghadapi perlawanan balik koruptor. Jangan sampai si cicak binasa, hanya gara-gara ocehan sang buaya dari lubang persembunyiannya.

Sumber : http://srimulyani.net/index.php/news/2011/08/kpk-versus-nazaruddin

Asas Partai Serikat Rakyat Independen


Saya bukan pengurus dan anggota Partai Serikat Rakyat Independen (SRI), tapi saya sangat menyukai asas Partai SRI yakni REPUBLIKANISME BERBINGKAI PANCASILA! Mengapa? Konsep Republikanisme sepengetahuan saya adalah salah satu konsep tertua dalam sejarah ide politik yang untuk Indonesia, secara gemilang berhasil dihadirkan oleh para pendiri bangsa seperti Soekarno, Hatta, Syahrir termasuk Tan Malaka.

Republikanisme Berbingkai Pancasila

Kita ingat bahwa para pejuang awal menyebut diri mereka sebagai 'Kaum Republiken' dan nama Indonesiapun didahului dengan predikat Republik Indonesia. Republikanisme berasal dari istilah latin res publica, yang oleh Cicero disatukan menjadi Republic. Secara mendasar res publica atau republic berarti 'hal-hal publik' atau "hal-hal menyangkut kemaslahatan umum'. Dengan demikian Republikanisme secara sederhana dapat diartikan sbg paham yang mau menekankan politik sebagai upaya untuk mencapai kemaslahatan umum!

Itu sebabnya para pejuang dulu menolak penjajahan dan penindasan karena penjajahan hanya menuruti kepentingan golongan tertentu bukan kemaslahatan umum! Persis sebagaimana orang Romawi membedakannya dengan res privata (hal-hal privat seperti urusan biologis, rumah tangga dan perang).

Asas Berbingkai Pancasila juga sangat baik karena bukankah sekarang Demokrasi Indonesia kembali membutuhkan Pancasila? Dengan Pancasila kita mengakui peran spiritualitas, humanitas, persatuan demokrasi dan keadilan! Di dalam Pancasila kita diundang untuk makin mempertinggi keluhuran kita, persatuan bangsa dalam kemanusian, demokrasi dan keadilan!

Atheisme dan Komunisme

Mengenai sikap Partai SRI terhadap Atheisme dan Komunisme; dengan secara tegas partai ini menyebut Republikanisme Berbingkai Pancasila sebagai asasnya. Maka sesungguhnya jelas apa sikap Partai SRI terhadap Komunisme (dan atheisme).

Partai SRI jelas bukan partai yang mengusung komunisme dan pandangan atheisme (pertanyaan ini sedikit menarik dengan mempertimbangkan kenyataan bahwa sebagian besar orang di luar sana justru menuduh Partai SRI kepanjangan Neolib). Namun demikian perlu juga diingat bahwa sebagai warga dalam negara dan masyarakat demokratis, di mana konstitusi kita sendirinya secara tegas mengakomodasi hak-hak asasi manusia.

Saya kira dapat saya perkirakan bahwa Partai SRI pasti menghargai keputusan warga negara Indonesia lain untuk memilih paham dan ideologi yang sesuai berdasarkan hak-hak dan kewajiban konstitusionalnya masing-masing. Sebagai organisasi yang tumbuh dalam alam demokratis dan dalam masyarakat Indonesia yang secara antropologis sangat kental dengan relijiusitas, saya rasa Partai SRI pasti mau menjunjung sikap religius yang mendorong pemekaran martabat manusia dan memperkuat solidaritas. Kalau boleh menambahkan -soal komunisme- dengan sedikit buka sejarah, salah satu pendiri Partai SRI seperti Rahman Tolleng, pendiri SMI Keadilan seperti Goenawan Mohammad justru dulu dikenal sebagai aktivis angkatan 66 garda depan yang menentang PKI.

Tiga Hal Dalam Organisasi Politik

Sekadar sharing. Sejauh yang saya pahami apabila kita hendak berjuang bersama dalam suatu organisasi dengan tujuan politik sebagai kemaslahatan umum kita membutuhkan tiga hal.

Yang pertama adalah Kejujuran Pada Diri Sendiri. Kejujuran pada diri sendiri penting untuk memeriksa motivasi dan tujuan kita. Sekaligus juga untuk memelihara keterbukaan dengan yang lain.

Kedua adalah Kehendak Untuk Bersatu, sekalipun kita jujur tapi kalau kita tidak memiliki kehendak untuk bersatu dengan yang lain tetap akan sulit. Nanti kita cenderung hanya mencari-cari perbedaan dan perselisihan, karena memang secara mendasar kita tidak berkehendak untuk bersatu. Tapi kalau kita memang punya kehendak untuk bersatu apapun perbedaan, betapapun tidak nyamannya keadaan kita tetap akan bertahan dalam kebersamaan.

Ketiga, Disiplin. Disiplin yang menopang kebersamaan terus bertahan dan tumbuh menjadi besar! Semoga ini dapat bermanfaat buat semua teman-teman yang hingga hari ini masih bersimpati kepada keteladanan Sri Mulyani Indrawati.

Selamat bekerja dan selamat menjalankan Ibadah Puasa bagi yang menjalankan.

Sumber : http://srimulyani.net/index.php/news/2011/08/asas-partai-sri

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kunjungan

Rating for adieth12.blogspot.com
Recommended Post Slide Out For Blogger