KBC Blogger Bertuah Logo Blogger Indonesia

Musibah PKB dan Muhaimin Iskandar


Sebagaimana dilansir banyak kantor berita online pada hari Minggu, 11 September 2011 bahwa DPP PKB secara resmi melaporkan Lily Wahid kepada polisi. Pelaporan ini dilakukan Lembaga bantuan Hukum dan HAM (Lakum HAM) DPP PKB ke Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.
Dalam siaran persnya Ketua Lembaga bantuan Hukum & HAM (Lakum HAM) DPP PKB, Anwar Rahman, Lily Wahid dilaporkan karena melakukan tindakan pencemaran nama baik dan fitnah terhadap DPP PKB dan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar. Dengan demikian Lily Wahid dianggap telah melanggar Pasal 310 dan 311 KUHP Pasal 27 ayat 3 UU ITE. Surat pelaporan terhadap Lily tertuang dalam dalam surat bernomor LP/574/IX/2011 Bareskrim tanggal 11 September 2011.

Melihat ketegasan sikap DPP PKB terhadap Lily Chadijah Wahid pasti banyak yang gemas bercampur khawatir dan emosional. Di satu pihak pasti ada yang meyalahkan DPP PKB karena mengadukan kadernya sendiri kepada pihak penegak hukum. Hal ini dianggap DPP PKB telah dapat diadu domba oleh kekuatan-kekutan di luar PKB yang menginginkan PKB terpecah bela dan tercerai berai.

Namun, disisi lain tidak sedikit pula kader-kader PKB seluruh Indonesia, baik yang berada dalam jajaran struktural ataupun kader-kader simpatisan PKB di daerah-daerah, yang memberikan dukungan dan apresiasi atas ketegasan sikap dan keputusan yang diambil DPP PKB.

Hal ini didasari bahwa PKB saat ini sedang berada dalam ujian/fitnah, sehingga segala upaya yang dilakukan dalam rangka membangun soliditas dan ketegasan dalam rangka menjaga keutuhan dan kebesaran PKB merupakan langkah yang harus dikedepankan dan didukung semua kader PKB.

Jika kita menyimak sejarah kelahiran PKB, maka kita akan dapat melihat sikap yang diambil DPP PKB merupakan sikap berpolitik yang sehat dan sesuai dengan hati nurani. PKB merupakan partai politik yang didirikan dengan menggunakan nilai-nilai ahlussunnah wal jamaa’ah sebagai mabda’ siyasi. (nilai-nilai dasar perjuangan).

Dalam mabda’ siyasi PKB Disebutkan bahwa Bagi Partai Kebangkitan Bangsa, wujud dari bangsa yang dicitakan itu adalah masyarakat yang terjamin hak asasi kemanusiaannya, yang mengejawantahkan nilai-nilai kejujuran, kebenaran, kesungguhan dan keterbukaan bersumber pada hati nurani (as-shidqu), dapat dipercaya, setia dan tepat janji serta mampu memecahkan masalah-masalah sosial yang dihadapi (al-amanah wa al-wafa-u bi al-ahdli), bersikap dan bertindak adil dalam segala situasi (al-’adalah), tolong menolong dalam kebajikan (al-ta’awun) dan konsisten menjalankan ketentuan yang telah disepakati bersama (al-istiqomah) musyawarah dalam menyelesaikan persoalan sosial (al-syuro) yang menempatkan demokrasi sebagai pilar utamanya dan persamaan kedudukan setiap warga negara di depan hukum (al-musawa) adalah prinsip dasar yang harus selalu ditegakkan.

Dalam kaitan itu, saya melihat hiruk pikuk isu suap uang dalam Kardus Durian yg dituduhkan kepada Ketua Umum DPP PKB A Muhaimin Iskandar merupakan fitnah paling keji yg dilakukan oleh sekelompok orang yg sengaja ingin meruntuhkan martabat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sebab terlihat aneh dan tidak masuk akal, secara tiba-tiba, media massa begitu gencar memberitakan secara sistematis dan terorganisir sehingga selama sepekan ini berita-berita dan opini seolah-olah Cak Imin merupakan pihak yg paling bersalah.

sumber : catatan Sugeng Haryanto dalam http://politik.kompasiana.com/2011/09/11/fitnah-keji-ke-cak-imin-musibah-bagi-pkb/

Bursa Capres 2014


Pemilu Presiden masih 3 tahun lagi, tapi rumor dan isu mengenai siapa saja yang maju menjadi Capres sudah memanas saat ini. Memanglah ya kita ini bangsa Indonesia..

Di mulai dari kemunculan Partai Serikat Rakyat Indonesia (SRI) yang secara langsung menegaskan mendukung mantan menteri keuangan Sri Mulyani sebagai calon presiden pada 2014 nanti. Namun sampai saat ini belum ada tanggapan resmi dari Sri Mulyani sendiri terkait dengan pencalonan dirinya sebagai Capres dari Partai SRI, lagi pula Partai ini belum tentu lolos verifikasi Depkum HAM sebagai sebuah Partai baru. Kemunculan SRI dan dukungannya terhadap Sri Mulyani memicu reaksi parta-partai lain juga memunculkan capresnya.

Partai Golkar misalnya. Melalui Ketua DPP Golkar, Priyo Budi Santos menegaskan jika mereka diberi mandat memenangkan Pemilu tentu mereka akan mengusung calon dari partai mereka sendiri, siapa lagi kalau bukan Ketum mereka Aburizal Bakrie. Orang satu ini memang sangat nampak ingin menjadi presiden, ambisuis memang pak Ical ini. Namun pesan saya selesaikanlah dulu dana bantuan masyarakat Sidoarjo yang kehilangan tempat tinggal akibat lumpur Lapindonya, dengar jerit mereka.

Di lain pihak, Partai Amanat Nasional juga menegaskan jika mereka mencalonkan Capres, tentu mereka akan calonkan dari kader partai, siapa lagi kalau bukan Hatta Rajasa. Namun sampai saat ini rumor itu baru sebatas di internal partai saja.

Capres yang sangat ditunggu tentu dari partai Demokrat. Partai yang saat ini punya segudang polemik akibat dari nyanyian mantan bendahara umumnya Nazaruddin dan pernyataan kadernya Marzuki Alie (ketua DPR) mengenai pembubakan KPK, sampai saat ini belum menentukan siapa yangakan mereka usung sebagai Capres. Namun dari issue yang beredar mereka siap mengusung ibu Ani Yudhoyono. Hal ini tentu sangat kontras sekali dengan pernyataan SBY beberapa waktu yang lalu bahwa dia dan keluarganya tidak akan maju menjadi Capres pada Pemilu 2014. Cam na ne pak cik ???? hehehehe.... Selain Ibu Ani, sebenarnya Demokrat juga masih punya Anas Urbaningrum, Letnan Jenderal Pramono Edhie Wibowo ipar SBY yang bisa mereka usung sebagai Capres nantinya.

Sementara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak ikut tergoda dengan ikut-ikutan memunculkan capres. Partai warga Nahdliyin itu masih fokus konsentrasi membangun konsolidasi internal. Hal senada juga ditunjukkan oleh partai oposisi pemerintah, PDIP. Partai Megawati Soekarnioputri ini juga tidak mau genit ikut-ikutan memunculkan capres. Namun menurut saya pasti Ibu Mega lagi yang diusung. Sampai kapan Ibuuu ?????

Dari semua partai tersebut, kemunculan dan pernyataan partai SRI-lah yang paling banyak mendapat pro kontra. Namun ini lah politik, penjualan citra dan popularitas diri memang harus dilakukan dari sekarang, karena hal ini sangat berpengaruh terhadap pilihan rakyat nantinya.

Asas Partai Serikat Rakyat Independen


Saya bukan pengurus dan anggota Partai Serikat Rakyat Independen (SRI), tapi saya sangat menyukai asas Partai SRI yakni REPUBLIKANISME BERBINGKAI PANCASILA! Mengapa? Konsep Republikanisme sepengetahuan saya adalah salah satu konsep tertua dalam sejarah ide politik yang untuk Indonesia, secara gemilang berhasil dihadirkan oleh para pendiri bangsa seperti Soekarno, Hatta, Syahrir termasuk Tan Malaka.

Republikanisme Berbingkai Pancasila

Kita ingat bahwa para pejuang awal menyebut diri mereka sebagai 'Kaum Republiken' dan nama Indonesiapun didahului dengan predikat Republik Indonesia. Republikanisme berasal dari istilah latin res publica, yang oleh Cicero disatukan menjadi Republic. Secara mendasar res publica atau republic berarti 'hal-hal publik' atau "hal-hal menyangkut kemaslahatan umum'. Dengan demikian Republikanisme secara sederhana dapat diartikan sbg paham yang mau menekankan politik sebagai upaya untuk mencapai kemaslahatan umum!

Itu sebabnya para pejuang dulu menolak penjajahan dan penindasan karena penjajahan hanya menuruti kepentingan golongan tertentu bukan kemaslahatan umum! Persis sebagaimana orang Romawi membedakannya dengan res privata (hal-hal privat seperti urusan biologis, rumah tangga dan perang).

Asas Berbingkai Pancasila juga sangat baik karena bukankah sekarang Demokrasi Indonesia kembali membutuhkan Pancasila? Dengan Pancasila kita mengakui peran spiritualitas, humanitas, persatuan demokrasi dan keadilan! Di dalam Pancasila kita diundang untuk makin mempertinggi keluhuran kita, persatuan bangsa dalam kemanusian, demokrasi dan keadilan!

Atheisme dan Komunisme

Mengenai sikap Partai SRI terhadap Atheisme dan Komunisme; dengan secara tegas partai ini menyebut Republikanisme Berbingkai Pancasila sebagai asasnya. Maka sesungguhnya jelas apa sikap Partai SRI terhadap Komunisme (dan atheisme).

Partai SRI jelas bukan partai yang mengusung komunisme dan pandangan atheisme (pertanyaan ini sedikit menarik dengan mempertimbangkan kenyataan bahwa sebagian besar orang di luar sana justru menuduh Partai SRI kepanjangan Neolib). Namun demikian perlu juga diingat bahwa sebagai warga dalam negara dan masyarakat demokratis, di mana konstitusi kita sendirinya secara tegas mengakomodasi hak-hak asasi manusia.

Saya kira dapat saya perkirakan bahwa Partai SRI pasti menghargai keputusan warga negara Indonesia lain untuk memilih paham dan ideologi yang sesuai berdasarkan hak-hak dan kewajiban konstitusionalnya masing-masing. Sebagai organisasi yang tumbuh dalam alam demokratis dan dalam masyarakat Indonesia yang secara antropologis sangat kental dengan relijiusitas, saya rasa Partai SRI pasti mau menjunjung sikap religius yang mendorong pemekaran martabat manusia dan memperkuat solidaritas. Kalau boleh menambahkan -soal komunisme- dengan sedikit buka sejarah, salah satu pendiri Partai SRI seperti Rahman Tolleng, pendiri SMI Keadilan seperti Goenawan Mohammad justru dulu dikenal sebagai aktivis angkatan 66 garda depan yang menentang PKI.

Tiga Hal Dalam Organisasi Politik

Sekadar sharing. Sejauh yang saya pahami apabila kita hendak berjuang bersama dalam suatu organisasi dengan tujuan politik sebagai kemaslahatan umum kita membutuhkan tiga hal.

Yang pertama adalah Kejujuran Pada Diri Sendiri. Kejujuran pada diri sendiri penting untuk memeriksa motivasi dan tujuan kita. Sekaligus juga untuk memelihara keterbukaan dengan yang lain.

Kedua adalah Kehendak Untuk Bersatu, sekalipun kita jujur tapi kalau kita tidak memiliki kehendak untuk bersatu dengan yang lain tetap akan sulit. Nanti kita cenderung hanya mencari-cari perbedaan dan perselisihan, karena memang secara mendasar kita tidak berkehendak untuk bersatu. Tapi kalau kita memang punya kehendak untuk bersatu apapun perbedaan, betapapun tidak nyamannya keadaan kita tetap akan bertahan dalam kebersamaan.

Ketiga, Disiplin. Disiplin yang menopang kebersamaan terus bertahan dan tumbuh menjadi besar! Semoga ini dapat bermanfaat buat semua teman-teman yang hingga hari ini masih bersimpati kepada keteladanan Sri Mulyani Indrawati.

Selamat bekerja dan selamat menjalankan Ibadah Puasa bagi yang menjalankan.

Sumber : http://srimulyani.net/index.php/news/2011/08/asas-partai-sri

Sri Mulyani Menuju RI 1

Sosoknya akhir-akhir ini memang sangat jarang terlihat di depan umum ataupun di media massa. Namun dalam dunia perpolitikan Indonesia dia sudah memiliki kharisma dan citra diri yang cukup besar. Dialah Sri Mulyani, wanita berprestasi yang digadang-gadang sebagai kandidat kuat Calon Presiden pada Pilpres 2014 nanti.

Seorang wanita pertama bahkan orang Indonesia pertama yang dimin
ta sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, saat ini telah mendapatkan dukungan dari Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) untuk menjadi orang nomor satu di Indonesia. Bahkan rumornya, Partai Demokrat yang kini tengah mengalami badai politik akibat nyanyian bekas bendaharanya M Nazaruddin, juga membidik Sri Mulyani sebagai salah satu kandidat capres.

Nah, perjalanan hidup dan karier wanita kelahiran Bandar Lampung 26 Agustus 1962 ini sangat panjang dan berliku.
Jabatan terakhirnya di pemerintahan sebelum berkantor di Bank Dunia adalah Menteri Keuangan di Kabinet Indonesia Bersatu. Sebelumnya menjabat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dari Kabinet Indonesia Bersatu.

Lulusan Ph.D. of Economics di University of lllinois Urbana-Champaign, USA, ini sebelumnya dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi dan menjabat Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998. Namun pada 5 Desember 2005, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengadakan perombakan dan pengumuman kabinet barunya, oleh SBY, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar. Sejak tahun 2008, Sri Mulyani diamanahi jabatan Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Sri Mulyani pernah dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Sri Mulyani juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia Oktober 2007.

Kembali kita ke ranah politik, kemunculan nama Sri Mulyani sebagai calon Presiden RI tak luput dari pro dan kontra. Pun dengan kepergiannya ke luar negeri untuk menempati posisi elit di Bank Dunia, tak lepas dari polemik dan intrik politik. Nama Sri Mulyani dikecam sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam megaskandal dana talangan Bank Century senilai Rp6,7 triliun.

Kasus Century ini sempat memanaskan perpolitikan di Tanah Air lantaran para politisi di Senayan menggulirkan hak angket untuk meminta pertanggung jawaban Sri Mulyani dan Boediono. Hak angket ini nyaris memakzulkan Presiden SBY, melalui sasaran tembak Wapres Boediono dan Sri Mulyani.

Kenapa Sri Mulyani dianggap paling bertanggung jawab dalam kasus Century ini ? Sri Mulyani Indrawati mengakui laporan atas kucuran dana talangan kepada bank gagal Bank Century baru dilakukan 25 November 2008, atau empat hari setelah keputusan penyelamatan diambil oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan.

Menurutnya, Komite Kebijakan Sektor Keuangan memutuskan bail out Bank Century pada 21 November. Lalu, Menteri Keuangan melapor ke Wapres Jusuf Kalla pada 22 November. Sehari setelah laporan atau 23 November, dana talangan ke Century dicairkan.

Kendati demikian, penanganan Century juga dikomunikasikan kepada Presiden SBY. Laporan dilakukan secara prosedural, mulai dari perkembangan sektor keuangan secara keseluruhan yang mulai mengalami tekanan hingga laporan Gubernur Bank Indonesia saat itu, Boediono, yang menyampaikan beberapa kondisi perbankan yang menghadapi tekanan. Ketika itu, Bank Indonesia menyampaikan akan ada krisis sistemik di perbankan, termasuk adanya tekanan likuiditas yang sangat dalam.

Namun semua alasan dari kebijakan Sri Mulyani dalam menggelontorkan dana bailout Rp6,7 triliun ditentang habis oleh masyoritas pengusung Hak Angket Century.

Bola liar Century itu kemudian diselesaikan pemerintah dengan "memutasi" Sri Mulyani ke Bank Dunia. Kini, baru setahun Sri parkir di luar negeri, namanya kembali meramaikan perpolitikan Tanah Air karena diusung menjadi calon presiden. Meski, Sri belum mengamini usungan tersebut. Tapi, sebelum pergi ke Bank Dunia, Sri pernah berujar, I'll be back.

Pesta demokrasi lima tahunan di Tanah Air 2014 masih jauh, namun sejumlah nama sudah banyak dimunculkan. Kemunculan tokoh-tokoh baru dan lama ini kian menarik dan pelik penuh intrik politik. Pada Pilpres mendatang dipastikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak akan mencalonkan lagi lantaran secara konstitusi setelah menjabat dua kali periode dilarang maju kembali.

Dengan demikian pintu bagi figur lain masuk dalam bursa capres 2014 semakin lebar, mengingat kompetisi antarcalon yang dimunculkan cenderung berimbang dari segi kapasitas dan kridebiltas. Seperti diketahui, SBY tampil sebagai tampuk pimpinan nasional tak lepas dari kharismatik dan kepiawaian dalam pencitraan, sehingga mendulang simpatisan publik yang besar.

Sejumlah tokoh nasional yang disebut-sebut bakal meramaikan Pilpres 2014 adalah mantan Wapres Jusuf Kalla, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Ibu Negara Ani Yudhoyono, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Radjasa, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Prabowo Subianto, Wiranto, dan lainnya.

Dari sekian nama itu, Ical dan Sri Mulyani yang paling mendapat sorotan setelah keduanya terlibat dalam perang terbuka buntut dari skandal dana talangan Bank Century senilai Rp6,7 triliun. Sebelumnya, publik sudah mencium adanya gelagat saling "tikam" dua tokoh ini di pemerintahan Kebinet Indonesia Bersatu.

Apa yang membuat keduanya sampai terlibat perang terbuka? Dari kubu Sri Mulyani, Ical mempunyai sejumlah "dosa besar" yang dianggap sudah tak bisa dimapuni.

Di mata Sri, Ical harus bertanggung jawab terhadap bencana lumpur Lapindo yang telah menenggelamkan sebagian wilayah di Porong, sehingga menimbulkan kerugian sangat besar dan penderitaan dari penduduk. Pemerintah bukannya mendesak perusahaan Bakrie membayar kerugian tersebut, dan menjatuhkan sanksi akan kelalain yang menyebankan bencana lumpur, namun sebaliknya, pemerintah mendukung pencalonan Ical sebagai ketum Partai Golkar.

Kesalahan kedua Ical adalah karena pemerintah SBY-JK mengintervensi penjualan saham PT Bumi Resource Tbk yang notabene adalah milik keluarga Bakrie. Pada Oktober 2008, bersamaan krisis finansial dunia, saham-saham perusahaan nasional di BEI jatuh bebas tidak terkendali. Saham BUMI yang tiga bulan sebelumnya mencapai Rp7.000 per saham, anjlok dibawah Rp1.000 per saham. Tapi, pihak otoritas saham tiba-tiba menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham BUMI hanya karena adanya ‘titipan’ dari Menko Kesra Aburizal Bakrie.

Di samping itu, Sri mempersoalkan sejumlah perusahaan milik keluarga Bakrie yang mengemplang pajak. Selanjutnya, kebijakan Sri Mulyani menertibkan rekening liar di sejumlah departemen karena diduga menjadi alat money laundring sangat tidak disukai oleh kalangan pengusaha dan politikus. Sampai tahun 2008, jumlah rekening liar yang berhasil ditutup mencapai 2.086 rekening senilai Rp7,28 triliun.

Kubu Ical tentunya tidak tinggal diam. Isu skandal Bank Century dijadikan serangan balik oleh Ical untuk memukul Sri Mulyani. Kala itu, Ketua Umum Partai Golkar gencar menyuarakan penonaktifan Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani, selama proses pemeriksaan Pansus Angket Century. Dalam istilah ilmu pemerintahan dikenal dengan "issue and counter issue"

Ini buntut dari konflik personal secara terbuka di antara keduanya. Dalam wawancara di The Wall Street Journal edisi Kamis 9 Desember 2009, Sri Mulyani menyebutkan jika Ical tidak menyukainya setelah menolak menutup perdagangan saham BUMI Resources milik Bakrie yang mengalami kejatuhan.

Pada akhirnya, Mulyani dan Boediono secara politis divonis bersalah oleh Pansus Angket Century yang dimotori Golkar, sebaai pihak yang paling bertanggung jawab dalam kasus Century. Sementara tudingan pidana korupsinya mandek di Komisi Pemberantasan Korupsi sehingga tak jelas juntrungannya.

Akhir dari kasus yang tak pernah terang-benderang ini mengantarkan Sri Mulyani hengkang dari Tanah Air dengan menerima pinangan dari Bank Dunia. Pemeritahan SBY-Boediono selamat dari pemakzulan, namun kasus Century masih menyimpan bom waktu yang dapat diledakan lagi.

Kini Ical dengan kendaraan politik Golkar sudah membulatkan tekad maju di Pilpres. Bagaimana dengan Sri Mulyani? Adalah Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) yang bakal mengusungnya di Piplres. Kabarnya, Partai Demokrat juga tengah mengelus wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 sebagai capres.

Seandainya, kedua tokoh ini berhadap-hadapan di Pilpres 2014 tentu akan membuka perang terbuka secara lembaga dan personal jilid dua. Sebuah pertempuran yang tidak kalah sengit dari sebelumnya. Keduanya masih memegang kartu As dan sisa amunisi dari kasus-kasus yang belum benar-benar tuntas itu.

Ingin tahu lebih mengenai Sri Mulyani silahkan kunjungi http://srimulyani.net/

Sumber : http://dm-ramdan.blogspot.com (sudah dilakukan pengeditan sebelum diterbitkan)

"Mosi Tidak Percaya Ke Marzuki, Berlebihan"

Marzuki bersama Mafud MD

Wasekjen Demokrat Ramadhan Pohan menilai, mosi tidak percaya yang digalang sejumlah anggota DPR terhadap Ketua DPR Marzuki Alie, adalah berlebihan. Menurutnya, hal itu adalah manuver politik kosong yang tak berarti.

“Itu berlebihan. Tak perlu ada mosi tidak percaya. Aksi politik hanya digunakan untuk membalas aksi politik, bukan membalas pemikiran. Pak Marzuki kan melontarkan pemikiran pribadi saja. Itu pun masih ‘seandainya,’” kata Ramadhan kepada VIVAnews, Selasa 2 Agustus 2011.

Ia menyatakan, Marzuki sendiri telah melakukan klarifikasi secara langsung. “Pak Marzuki kan tidak mengatakan ‘Saya usul pembubaran KPK.’ Ia hanya melontarkan kalimat pengandaian ‘kalau.’ Jadi seharusnya pernyataan Par Marzuki dilawan dengan pemikiran juga, bukan mosi,” ujar Ramadhan.

Apapun, ia mempersilakan adanya elemen masyarakat yang mengadukan Marzuki ke Badan Kehormatan DPR. “Yang jelas, tidak ada alat bukti yang menunjukkan bahwa Pak Marzuki akan membubarkan KPK,” kata Ramadhan. Anggota Komisi I itu menekankan, kalimat pengandaian tidak bisa dijadikan alat bukti, hanya bisa dijadikan bahan perdebatan semata.

Sebelumnya, anggota DPR dari Fraksi Hanura, Syarifuddin Suding, menyatakan pernyataan Marzuki berdampak negatif pada citra dewan. Oleh karena itu, ia menilai ada ruang untuk menggalang mosi tidak percaya kepada Marzuki. Hal yang sama juga akan dilakukan oleh anggota DPR dari Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo. Syarifuddin dan Bambang sama-sama duduk di Komisi Hukum DPR.

Namun Wakil Ketua DPR yang juga Ketua DPP Golkar, Priyo Budi Santoso, menolak penggalangan mosi tidak percaya kepada Marzuki. Manurutnya langkah itu terlalu jauh, karena Marzuki menyampaikan pernyataannya dalam konteks pendapat pribadi, bukan sikap resmi lembaga. “Kalau mengatasnamakan DPR, itu baru bisa,” kata Priyo.

Ia juga yakin Marzuki tidak berniat membubarkan KPK. Oleh karena itu, Priyo justru bersimpati kepada koleganya yang kini menajdi bulan-bulanan banyak pihak itu. Ia meminta semua pihak untuk menghormati pandangan pribadi Marzuki, meski mungkin bertentangan dengan pemikiran arus utama.

Marzuki menjelaskan bahwa dia tidak bermaksud membubarkan KPK. “Siapa yang suruh bubarkan KPK? Saya tidak suruh seperti itu. Saya katakan, kalau Panitia Seleksi Pimpinan KPK tidak menemukan calon pimpinan KPK yang kredibel, maka tidak usah dipaksakan, karena jika dipaksakan, maka hasilnya tidak akan baik. Jadi jelas, dalam konteks pernyataan saya, ada kata ‘kalau’ di situ. Bukan saya ingin membubarkan KPK,” tegas Marzuki.

Sumber : http://politik.vivanews.com/news/read/237509--berlebihan--mosi-tidak-percaya-ke-marzuki-

Pong Harjatmo Ajukan Pembubaran Demokrat


Aktor gaek, Pong Harjatmo kembali beraksi. Kali ini dia tidak beraksi ala Spiderman memanjat gedung DPR atau membawa tabung gas 3 kilogram ke Istana Negara.

Ia dan rekannya, Ridwan Saidi, akan mengajukan uji materi Undang-Undang Partai Politik ke Mahkamah Konstitusi. Sasarannya partai Demokrat. "Besok jam 11.00 mau mengajukan pembubaran Partai Demokrat ke MK," ujar Ridwan di Jakarta, Selasa, 2 Agustus 2011.

Menurut Ridwan, dalam Undang-Undang Partai Politik disebutkan bahwa yang dapat mengajukan pembubaran partai itu adalah pemerintah, bagian ini lah yang harus direvisi. "Jadi nggak bisa hanya pemerintah saja," kata dia.

Ridwan berpendapat, eksistensi partai Demokrat dapat mengganggu stabilitas. "Lah sekarang yang bermasalah Demokrat, bagaimana dia mau mengajukan pembubaran, kan tidak mungkin," tuturnya.

Selain itu, kata dia, keterangan-keterangan yang disampaikan oleh beberapa kader Demokrat juga telah mengganggu kedamaian masyarakat. "Misalnya Andi Nurpati, Jonny Allen. Penyataan Marzuki Alie, lalu perbuatan orang-orang partai yang menggarong uang negara seperti kasus Hambalang, Wisma Atlet. Muhammad Nazaruddin melalui partai Demokrat menjadi calo juga untuk meminta koruptor dibebaskan," jelasnya.

Sebelumnya, Pong juga sempat beraksi saat Demokrat menggelar Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) di Sentul International Convention Centre (SICC), Bogor, Sabtu 23 Juli 2011. Datang tanpa undangan, Pong membentangkan spanduk yang bertuliskan "Berantas Korupsi atau Bubar saja, Jujur Adil dan Tegas".

Ia mengatakan, kader Partai Demokrat yang bermasalah jangan dilindungi. "Aksi ini bukan disuruh oleh orang lain, melainkan atas inisiatif sendiri," katanya.

Kedatangan Pong tersebut dihadang oleh Satgas Partai Demokrat sehingga sempat terjadi adu mulut. Tidak hanya dengan Satgas, dia juga bersilat lidah dengan peserta Rakornas.

Sumber : http://politik.vivanews.com/news/read/237519-pong-harjatmo-ajukan-pembubaran-demokrat

Akhirnya Nasional Demokrat Menjadi Partai Politik


Akhirnya organisasi itu menjadi partai politik juga. Ya itulah kabar terbaru saat ini, bahwa organisasi yang sudah dari dulu diprediksi akan menjadi Parpol akhirnya benar-benar menjadi kenyataan. Nasional Demokrat mulai saat ini akan menjadi salah satu parpol yang akan bertarung dalam pemilu nantinya.

Organisasi pimpinan Surya Paloh ini memang sudah lama diperkirakan akan menjadi Parpol. Hal ini mulai terlihat saat Sri Sultan Hamengkubuwono X mengundurkan diri dari Nasional Demokrat. Kemunduran Sultan dianggap sebagai dampak dari keinginan Nasdem menjadi Partai, Sultan sendiri tidak menginginkan dirinya menjadi pengurus dari Partai manapun termasuk Nasdem.

Selain itu, Launching Nasdem tampaknya sengaja dilakukan saat Partai berkuasa sekarang sedang tercoreng akibat kasus para kadernya. Partai yang memang memiliki warna dan nama yang mirip dengan Demokrat itu nampaknya memang sengaja mendeklarasikan dirinya saat kemunduran dialami oleh saingannya tersebut. Besar kemungkinan mereka ingin mengganti Partai tersebut dengan semangat para generasi muda dan semangat perubahan ala Nasional Demokrat

Nazaruddin di Argentina


Setelah beberapa waktu muncul di televisi, akhirnya keberadaan M Nazaruddin terlacak. Dari hasil pelacakan tersebut diketahui Nazaruddin berada di Argentina, Amerika Selatan.

"Semalam itu waktu dia diwawancarai, polisi langsung melacak dengan teknologi dan ketahuanlah posisinya di Argentina, Amerika Selatan," ujar anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok, di sela-sela acara Rakornas Partai Demokrat di SICC Sentul Bogor, Sabtu (23/7/2011).

Mubarok mengatakan, pelacakan ini dilakukan saat Nazaruddin melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan salah satu stasiun televisi. Dari situ diketahui Nazaruddin berada di Argentina.

Informasi itu diperoleh dari Kapolri Timur Pradopo. Selain itu posisi Nazaruddin yang berda di Argentina diperkuat oleh pelacakan yang dilakukan oleh ahli Teknologi Informatika (IT) Partai Demokrat, Roy Suryo. "Ahli IT kita Roy Suryo, bekerjasama dengan Polri untuk melacak," imbuhnya.

Namun demikian, pelacakan itu terhenti ketikan Nazaruddin mematikan saluran teleponnya. Sehingga saat ini kepolisian kembali kehilangan jejak Nazaruddin. "Tapi begitu ditandai, yang di sana (Nazaruddin) langsung dimatikan, dan langsung berpindah," ucapnya.[bay]

Anas Puji Kedewasaan Kader Demokrat


Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP PD) Anas Urbaningrum, memuji partai yang dipimpinnya dengan menilai sebagai yang terbaik di Indonesia.

"Demokrat sebagai partai terbaik di Indonesia," kata Anas Urbaningrum saat menyampaikan sambutan penutupan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PD di Sentul International Convention Center (SICC), Babakanmadang, Bogor, Minggu.

Rakornas PD dibuka Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono pada Sabtu pagi dan ditutup pada Minggu petang oleh Anas Urbaningrum.

Perhelatan akbar tahunan DPP PD tersebut mengangkat tema "Konsolidasi, Perbaikan dan Peningkatan Kinerja."

Anas Urbaningrum selaku ketua umum DPP PD tampak sumringah dengan hasil yang dicapai Rakornas partai yang kelahirannya dibidani oleh Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

"Rakornas menunjukkan Demokrat sebagai partai terbaik di Indonesia," ujar Anas Urbaningrum.

Beberapa saat menjelang Rakornas beredar isu even tersebut akan diubah jadi Kongres Luar Biasa (KLB) untuk mendongkel Anas dari kursi ketua umum DPP PD karena diduga terlibat dalam kasus korupsi yang dialami M Nazaruddin.

Wacana KLB PD yang terus berhembus kuat selama dua hari pelaksanaan Rakornas, tidak terbukti. Anas Urbaningrum dipastikan aman dan tetap mengemban tanggungjawab sebagai ketua umum Demokrat.

Menurut Anas Urbaningrum, kesuksesan penyelenggaraan Rakornas menunjukkan kedewasaan kader PD dalam berpartai. "Rakornas menunjukkan forum cerdas," papar Anas.

Anas Urbaningrum mengemukakan keharuannya terhadap soliditas dan kekompakan kader partai dalam menghadapi ujian.

"PD harus belajar dan berbenah diri sebagai partai terbaik. PD harus terus tegak berdiri untuk memastikan masa depan Indonesia yang cemerlang dan jaya," demikian Anas Urbaningrum.

Sumber : http://id.berita.yahoo.com/foto/anas-puji-kedewasaan-kader-partai-demokrat-foto-154317176.html

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kunjungan

Rating for adieth12.blogspot.com
Recommended Post Slide Out For Blogger